
Sekitar pukul satu malam akhirnya mereka menyelesaikan kerjaannya. Dan Shane langsung pulang ke apartement Stella. Sampai di Apartement Shane melihat ada hidangan makan malam yang sama sekali belum tersentuh. Shane tau kalau Stella menyiapkan itu untuknya, dan itu berarti Stella juga belum makan malam.
Shane menuju kamar Stella untuk membangunkannya dan ternyata pintu kamar terkunci. Jelas Stellanya marah. Shane dengan pelan mengetuk pintunya.
"Honey kau sudah tidur? Maafkan aku karena pulang larut. Banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan, karena proyek ini harus segera selesai sebelum akhir bulan. Please honey buka pintunya, hmm?" ucap Shane memohon. Terdengar suara pintu terbuka.
Shane melihat Stella yang cemberut. Kasian sekali kekasihnya itu. Shane memeluk Stella dan mencium lehernya. Dan saat Stella membalas pelukan Shane, Stella mencium aroma wanita di tubuhnya dan melihat ada bekas lipstik di leher Shane. Jelas Stella akan salah paham dengan Shane. Dia mendorong dada Shane dan membuat Shane kaget.
"Kau dari Club Shane?" tanya Stella dengan memandang Shane tajam.
"Aku bertemu rekan kerjaku di club honey, dan kami membicarakan masalah proyek yang akan kami luncurkan bulan depan." jawab Shane hati-hati.
"Dengan rekan wanita maksudnya?" Stella semakin menajamkan matanya, dan itu membuat Shane tidak suka.
"Bukan begitu maksudnya honey. Kami benar-benar sedang bekerja dan kami semua laki-laki. Tanyalah Edy jika tak percaya." Shane menjelaskan dengan lembut dan membelai pipi Stella.
"Pria juga menggunakan ini?" Stella menunjukkan bekas lipstik yang dia sentuhkan di telunjuknya. Shane terkejut dan mengingat wanita tadi yang mencium lehernya.
"Jadi aku sia-sia menunggumu pulang Shane?" Stella beranjak pergi dan Shane menarik tangannya.
Stella mencerna baik-baik penjelasan Shane. Selama dia tinggal bersama, Shane selalu jujur padanya. Bahkan di awal ketika dirinya tinggal di penthouse, Shane memang sudah gila kerja. Dia juga cuek dengannya dulu. Kalau memang Shane bermain wanita tidak mungkin dirinya di anggurin Shane kan?
"Kau percaya padaku kan honey? Aku tak mungkin berbohong. Sudah aku katakan, aku tidak akan menghancurkan suatu hubungan yang di bangun atas dasar cinta." ucapnya tegas tapi tetap terdengar lembut.
"Hmm, aku percaya padamu." Stella meneteskan air matanya dan memeluk Shane.
"I love you honey. Percayalah aku telah memilihmu untuk aku habiskan umurku bersamamu." Stella semakin menangis mendengar ucapan Shane dan semakin masuk dalam pelukannya.
Sebelum tidur, Shane menemani Stella untuk makan terlebih dulu. Karena memang Stella belum makan. Dan Shane hanya makan sedikit saja untuk menemani Stella. Sebenarnya itu pantangan bagi Shane untuk makan di jam malam. Tapi untuk Stella itu pengecualian. Tak lama mereka masuk kamar dan langsung tidur. Seperti biasa sebelum tidur Shane akan mencium seluruh wajah Stella dan tidur membawa Stella dalam pelukannya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE