
Robert mengangkat Stella ke tempat tidurnya dan bergegas mengambil ponselnya untuk menghubungi dokter pribadinya. Tak lama menunggu, dokter pribadinya yang tak lain sahabatnya sendiri datang dan langsung memeriksa Stella.
"Dia kelelahan saja, dan sepertinya dia belum makan sama sekali. Apa kau menyiksanya?" tanya dokter pribadi Robert. Jadi Tony tau bagaimana perangai Robert. Jika dia sampai menyangkut pautkan dokter pribadinya, itu berarti pasiennya itu adalah orang penting.
"Aku hanya mengurungnya di sini." Jawab Robert singkat.
"Apa dia wanita yang kau ceritakan padaku?" Robert sering bercerita kalau dirinya pernah di tolak beberapa kali dengan seorang wanita.
"Kali ini aku tidak akan melepasnya. Dia milikku." jelasnya.
"Kau jangan membuat ulah ingat itu Robert. Dia terlihat seperti wanita baik-baik. Aku sudah memberinya vitamin. Setelah dia sadar berikan dia makan. Aku akan pulang. INGAT pesanku." ucap Tony tegas dan berlalu pergi.
Robert memang tergila-gila dengan Stella. Stella adalah obsesinya. Dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan Stella. Dia tak akan berhenti sampai Stella menjadi miliknya.
Sebenarnya Robert dulu adalah pria yang baik, hanya saja dia pernah mendapat pengkhinatan besar dari orang yang dia sayangi. Ayahnya berselingkuh dan hanya demi wanita selingkuhannya itu ibunyanya di bunuh di depan matanya. Dan tak hanya itu, setelah dia membunuh ibunya, dia juga akan mati jika dia tidak kabur pada saat itu. Ayahnya hanya tidak ingin ada saksi mata saat melakukan pembunuhan pada ibunya. Saat itu Robert berusia 14 tahun.
Pernah dulu, Robert menyukai seorang wanita. Keduanya bahagia, sampai di mana Robert memergoki wanitanya itu berselingkuh. Dan itu membuat Robert mengingat perselingkuhan ayahnya. Robert marah dan membawa wanita itu ke rumahnya. Dia siksa gadis itu hingga mati. Dia paling benci hal itu. Dan mungkin karena itu pula Robert membawa Stella ke rumahnya. Dia tak ingin Stella berselingkuh saat bersama dengannya.
***
Saat Shane masih berada di lobby kantor Stella...
"Apa dia marah padaku karena aku tidak menghubunginya kemarin?" Batin Shane.
Shane memang salah, karena larut dalam pekerjaannya dia sampai tak mempedulikan Stella. Tentu saja Stella marah. Dan sekarang dia tak tau dimana Stella.
"Maaf nona, nona Stella tidak datang ke kantor hari ini." jawab resepsionis. Shane yang mendengar percakapan Cyntia segera mendekat.
"Aduh gawat, berarti Stella masih di sana. Bisa gila aku. Apa aku perlu menghubungi polisi saja, jika tidak aku harus menghubungi siapa? Aaarrrgghhhh!" gumam Cyntia kesal.
"Kau kenal Stella?" tanya Shane yang mengngagetkan Cyntia.
"Siapa kau? Kau tampan sekali tuan." Cyntia memang agak konslet otaknya, sama seperti Stella. Mungkin karena itu mereka berdua cocok.
"Aku pacarnya, kau tau di mana dia sekarang?" jelas itu lebih mengngagetkan Cyntia. Dari mana temannya itu bisa mengenal pria tampan ini.
"Huuu, andai saja bukan pacar Stella, sudah aku goda kau tuan." gumamnya pelan, dan melanjutkan ucapannya lagi.
"Ah maaf... iya aku tau Stella di mana. Dia di bawa Robert ke manssionnya. Tadi ma...." belum selesai bicara Shane memotongnya.
"Di mana manssionnya, cepat bawa aku ke sana." Shane harus mengambil kekasihnya itu kembali.
Tak banyak bicara lagi Cyntia langsung mengantar Shane ke manssion Robert. Di perjalanan dia menceritakan siapa Robert pada Shane. Dan itu membuat Shane geram. Dia juga sangat mengumpat dirinya yang kemarin tak mempedulikan Stella.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE