
Shane sudah siap untuk bekerja. Dia akan menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat hari ini. Karena malam nanti Shane sudah menyiapkan lamaran untuk Stella yang kemarin gagal. Saat Shane berangkat Stella masih tertidur. Dia tak ingin membangunkan Stella yang tertidur pulas. Kasian sekali Stella, mungkin karena adegan make outnya semalam membuatnya lelah. Sebelum berangkat Shane mencium bibir Stella dan berlalu pergi.
Sampai di kantor Shane sudah di sibukkan dengan kerjaannya yang menumpuk di atas meja kerjanya, belum lagi harus meeting. Padat sangat Shane hari ini. Tak terasa sudah waktu makan siang. Shane akan makan di ruangannya saja, karena dia tak bisa meninggalkan kerjaannya itu. Jadi dia memerintahkan sekretarisnya untk menyiapkan makanan untuknya.
Ada yang mengetuk pintu ruangan Shane. Shane pikir sekretarisnya yang akan mengantarkan makanan. Sehingga Shane membiarkannya masuk.
"Masuk." ucap Shane tanpa melihat ke arah pintu.
"Selamat siang Shane." Ernest. Shane langsung melihat ke arah suara berasal. Dan benar saja itu Ernest.
"Sekretarisku tidak bilang kalau kau akan ke sini." jelas Shane dengan suara tegasnya.
"Saat sekretarismu akan masuk dan membawakanmu makanan, aku memaksa untuk masuk jadi dia belum sempat melapor padamu." jawab Ernest dengan senyum cantiknya.
"Ada apa kau kemari? Kita tak ada pembahasan proyek hari ini kan?" Shane to the point. Masalahnya tak ada yang memberitahukan kalau dia akan bertemu Ernest.
"Aku hanya mampir saja, kebetulan tadi aku sedang bertemu temanku dekat sini. Kau tak mempersilahkan aku duduk Shane?" Shane paling tidak suka yang seperti ini. Dia saat ini sedang bekerja, bukan tidak ada kerjaan menemani Ernest yang ingin mengobrol santai atau entah apa itu.
"Maaf aku sedang banyak pekerjaan. Katakan apa kau ada perlu soal pekerjaan denganku?" tanya Shane dan kembali melihat pada layar laptopnya.
"Kau tau Shane? Aku menyukaimu." ucap Ernest. Dia akan berusaha untuk mendekat kembali pada Shane. dia juga akan membuat hati Shane luluh lagi dan menerimanya. Ernest kesal karena Shane tetap bersikap cuek padanya. Makanya dia langsung mengungkapkan perasaannya pada Shane.
"Kau tau apa jawabanku kan? Aku sudah punya Stella dan kami akan segera menikah. Aku harap kau akan bertemu dengan laki-laki di luar sana Ernest. Dan aku tidak akan mengusirmu. Jadi mohon kesadarannya." Shane berdiri dan dengan tangannya dia menunjuk pintu keluar kepada Ernest.
"Aku mencintaimu Shane. Dulu aku masih labil. Tapi kau taukan kalau aku dulu juga menyukaimu?" jelas Ernest yang sudah berdiri di hadapan Shane.
"Pergilah Ernest, percuma kau mengatakannya padaku. Aku tak akan meninggalkan Stella. Aku sangat mencintai Stella. Pergilah sebelum aku mengusirmu dengan cara tidak hormat." ucap Shane dan membuka pintu ruangannya.
Cup...
Saat Shane membuka pintu ruangannya Ernest mencium bibir Shane dan bertepatan sekali ketika Stella akan membuka pintu ruangan.
Satu jam sebelum kejadian....
"Aku bosan di sini. Apa aku ke kantor Handsome aja yah? Abis gitu mampir ke butik Killa. Ah rindu aku dengan gadis kecilku itu, Killa juga pasti merindukanku. Baiklah kalau begitu aku akan bersiap." gumam Stella, Dia bosan seharian hanya berdiam diri saja. Menghubungi Cyintia tapi tak di angkat. Menghubungi Killa tapi ada klien. Lengkap sudah.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE