
Braakkkk...
"HONEY!!" Alex berlari dan tak sempat menolong Killa yang sudah pingsan dengan darah yang sudah mengalir.
"Honey maafkan aku, please bangunlah.." jantung Alex sudah berdetak hebat saat melihat darah yang keluar dari tubuh istrinya.
Alex segera menghubungi Clark untuk membawa mobil kepadanya. Clark yang memang berada dekat kejadian langsung melajukan mobilnya menuju Alex.
Dengan cepat Clark membuka pintu mobilnya untuk membantu Alex yang membawa masuk istrinya. Mereka akan membawa Killa ke rumah sakit terdekat.
Sesampainya di rumah sakit Killa segera di larikan ke UGD. Saat dokter melakukan pemeriksaan ternyata Killa keguguran dan harus di kuret.
"Siapa keluarga pasien?" tanya dokter saat keluar dari ruang UGD.
"Saya suaminya dok, bagaimana kondisi istri saya dok?" tanya Alex yang berkeringat dingin. Dia takut terjadi apa-apa pada istrinya.
"Kami butuh persetujuan tuan untuk mengkuret istri anda. Karena nyonya mengalami keguguran." jelas dokter.
Deg...
"Oh God...!!" Alex menjambak rambutnya keras dan menariknya ke belakang.
"Berapa usia kandungannya dok?" tanya Alex hati-hati.
"Sekitar 10 minggu tuan." ucap Dokter yang membuat Alex semakin frustasi. Alex diam sejenak dan kembali berbicara.
"Lakukan apapun yang baik untuk istri saya dok." pinta Alex yang memohon dengan wajah sendunya.
"Baik tuan, akan kami usahakan sebaik mungkin." dokter berlalu pergi untuk menyiapkan kuretase Killa.
'Semua ini salahku, Oh God apa yang harus aku pertanggung jawabkan pada Killa? ****!!' Alex mengumpat keras dalam hatinya dan memukul tangannya ke dinding dan mengakibatkan punggung jarinya memar.
Lama Alex terdiam, dia saat ini sedang menunggu Killa di depan ruang operasi. Bahkan melihat tulisan "Operatie Kamer" sudah membuat Alex mengingat kesalahannya. Ruang operasi ini membuatnya mengingat saat Killa tertabrak tadi. Tubuhnya terpelanting dan seketika dirinya pingsan dan membuat anaknya meninggal.
Alex menghubungi Daddy and mommy. Dia menceritakan semuanya. El masih mengerti kondisi Alex yang niatnya hanya membantu, tapi salah saat dia bertemu dengan Xena di apartementnya tanpa ada Killa. Karena itu akan membuat keduanya salah paham. Sedang Jake saat tiba di rumah sakit dia langsung memukul Alex hingga bibirnya sobek.
Bugg....
"Sudah aku katakan, JAGA dia baik-baik." ucap Jake yang kesal dengan Alex karena tak menjaga Killa dengan baik.
"Hey sayang hentikan, jika Killa melihatnya dia pasti akan bertambah sedih." ucap El yang masih menangis.
"Ingat, ini yang pertama dan terakhir! Jika terjadi sesuatu lagi pada anakku, kau tak akan hidup tenang Lex!!" tegas Jake pada menantunya itu.
"Terima kasih dad kau masih memberiku kesempatan. Aku janji takkan membuat Killa seperti ini lagi." jawab Alex yang masih menundukkan kepalanya. Dia hanya ingin menghormati Jake, karena Jake adalah daddynya. Dia tau, dia sangat salah di sini. Salah sekali.
Terlihat lampu operasi sudah berganti hijau. Dokter keluar. El, Jake dan Apex mendekat.
"Bagaimana kondisi anak saya dok?" tanya El yang masih sesenggukan.
"Operasinya berjalan lancar, hanya saja pasien masih dalam pengaruh obat bius. Saat sadar kita juga masih harus mengecheck kondisinya terlebih dulu nyonya." jelas dokter.
"Terima kasih dok." ucap El. Tak lama setelah dokter pergi perawat membawa Killa ke ruang perawatan.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE