
Sampai keesokan harinya Alfred masih tak ada kabar. Karena hari ini hari libur, Stella tidak perlu repot meminta ijin kantor. Rencananya dia akan dua hari di Canada. Tak banyak persiapan uang dia bawa. Hanya koper kecil berisi tiga pakaian santai dan dua baju tidur.
Setelah memesan tiket lewat online Stella langsung meluncur ke bandara. Dia akan melakukan perjalanan panjang, sekitar 8 jam perjalanan. Di dalam pesawat dia tak pernah lepas dari ponselnya untuk berphoto. Bahkan ada photo yang sedikit sexy, dia mengambilnya saat berada di kamar mandi tadi. Entah untuk apa dia melakukan itu. 😅
Tak terasa rasa kantuk mulai datang dan akhirnya dia tertidur setelah melakukan kegiatan narsisnya di pesawat. Dia terbangun saat pesawat landing. Rencananya dia akan ke hotel dulu untuk check in dan beristirahat sebentar karena masih jet lag, baru malamnya dia akan ke apartement Alfred.
Di tempat yang berbeda..
Alfred mondar mandir di dalam apartementnya. dia sudah di pecat dari kantornya hari ini. Dan dia tau kalau alasan dia di pecat karena hubungannya dengan Martha sudah ketahuan bossnya. Ya benar, pria yang bercinta dengan Martha tak lain dia adalah Alfred kekasih Stella.
"Hey Martha, bagaimana sekarang? Aku sudah di pecat. Aku ingin pekerjaanku kembali." teriak Alfred. Dia ingin pertanggungjawaban Martha karena rencananya yang gagal menjebak Shane.
"Kau jangan menyalahkanku, kita sama-sama salah. Kau sendiri menikmati berhubungan dengan banyak wanita itu." Martha mulai tersulut emosinya.
"Aku akan ke apartementmu, kita selesaikan bersama." ucap Martha dan beranjak pergi.
"Aku tunggu, cepatlah." jawab Alfred dan membanting ponselnya ke sofa.
Sebenarnya Martha mencintai Alfred, karena Alfred mengerti dirinya. Tapi dia juga mengejar Shane karena kekayaan Shane bisa menopang hidupnya dan dia bisa lebih terkenal sejak berhubungan dengan Shane. Awalnya memang Martha suka dengan Shane, walaupun Shane menjadi kekasihnya Shane tetap menjadi Shane yang cuek. Dan itu membuat Martha sedikit kesal padanya. Dan saat itulah Alfred masuk dan memberikan perhatiannya pada Martha.
Alfred sendiri hanya menganggap Martha sebagai teman pemuas ranjangnya saja. Apalagi dia tak bisa meminta hubungan seperti itu pada Stella. Tapi dirinya benar memcintai Stella. Hanya saja nafsunya lebih besar dari rasa cintanya pada Stella. Apalah daya Alfred ketika itu. Stella yang memang sangat sexy dengan dada yang sudah seperti buah melon sangat menggoda Alfred, dan dari situlah kejadian ranjang di mulai.
Menjelang malam Stella sudah bersiap dengan dress lengan panjang berwarna hitam dengan panjang selutut. Dia urai rambut hitamnya yang panjang. Dan keluar dari hotelnya sekitar pukul 7 malam.
Braakkkk..
Stella terjatuh dan kakinya terkilir.
Shane ternyata yang menabrak Stella. Dia keluar dari mobilnya dan menghampiri Stella yang masih terduduk di jalan.
"Maafkan aku nona, aku tadi tak melihatmu. Aku akan membawamu ke rumah sakit." ucap Shane sambil memegangi kaki Stella.
"Kakiku terkilir, antarkan saja aku ke apartement The Madison Condos." Stella masih memegang kakinya yang sakit tanpa melihat Shane.
"Benar tak perlu aku bawa ke rumah sakit nona?" tanya Shane sekali lagi. Dan saat Stella mendongakkan kepala dia melihat ada dewa di depannya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKA, TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan luoa follow ig othor ya ka,
IG_shakilablue