My Hero My Love

My Hero My Love
Pulang ke manssion



Pagi sekali Shane sudah berada di rmanssion Jake. Dia akan berangkat pagi ini ke Swiss. Jadi rencananya dia akan melepas rindu bersama keluarganya dulu.


"Kakak.." teriak Killa dari lantai dua.


"Hey my girl, bagaimana pekerjaanmu?" Shane menyambut pelukan adiknya dan mencium keningnya.


"Aku rindu kakak, Kenapa lama jenguk Kila? Kerjaan Kila lancar." Kila memang manja dengan kakak-kakaknya.


"Jangan ganggu kakakmu sayang, dia sudah ada kekasih." teriak El dari kejauhan dengan senyum cantiknya menyambut kedatangan Shane.


"Mom, how are you?" ucap Shane yang menghampiri mommynya.


"Mommy baik sayang," Shane memeluk mommynya dan mencium keningnya.


"Dad.." lalu menghampiri Jake yang ada di belakang El dan memeluknya sebentar.


"Jam berapa penerbanganmu Shane?" tanya Jake.


"Pukul 10 dad." Shane pergi ke dapur dan memeluk mommynya kembali.


Shane sayang sekali dengan mommynya itu. Apalagi mommynya selalu saja suka bermanja-manja pada anak-anaknya.


"Kau rindu mommy sayang? Hey ucapanmu semalam benarkan? Kau akan pulang membawa menantu untuk mommy?" tanya El yang sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya.


"Hmm.." Shane sebenarnya masih belum yakin kalau dirinya suka pada Stella. Dia hanya tau kalau dirinya selalu merindukan Stella jika jauh darinya dan dirinya juga merasa nyaman berada dekat Stella.


"Kakak punya kekasih mom?" tanya Kila yang sudah ada di tengah-tengah Shane dan El.


"Dia akan membawanya ke mari setelah kepulangannya dari Swiss sayang." jawab El dengan mengedipkan matanya pada Kila.


"Kenapa kakak tidak memberitahuku?" tanya Kila yang mengerucutkan bibirnya. Shane mengacak rambut Kila dan berlalu ikut bergabung dengan daddynya yang sedang membaca kotan di ruang baca.


"Semua lancar dad." jawab Shane sambil menyeruput kopi yang sudah di siapkan pelayannya.


"Kenal dimana?" tiba-tiba Jake bertanya dan menutup koran yang di bacanya tadi.


"Aku tak sengaja menabraknya dad." jawab Shane dengan senyimnya.


"Wah pertemuanmu tidak romantis son." Jake tertawa pelan.


"Tapi aku masih belum yakin dengan perasaanku dad." Jake memang menanamkan agar anak-anaknya selalu terbuka. Tak ada masalah yang mereka tutup-tutupi.


"Yakinkan dirimu dan bawa dia ke sini. Daddy dan mommy akan selalu mendukung semua pilihan kalian." ucap Jake yang membuat Shane tersenyum.


"Thanks dad." Jake selalu mensupport anak-anaknya. Seperti halnya Ariel. Sebenarnya El tak setuju jika Ariel harus pergi ke New york. Hanya saja Jake selalu memberi pengertian pada istrinya.


Usai mengobrol ringan Jake dan Shane menuju meja makan setelah El memanggil mereka untuk sarapan bersama. Tak ada pembicaraan selama makan, itu adalah aturan yang Jake buat agat mereka bisa lebih menikmati makannya.


Selesai makan Jake mengajak Shane ke ruang kerjanya untuk mengobrol masalah pekerjaannya. Sedangkan El dan Kila kembali ke kerjaannya masing-masing.


Kila memiliki butiknya sendiri yang di siapkan oleh Jake untuk putri semata wayangnya itu. Jake hanya menyiapkan tempatnya saja. Dan isinya semua Kila yang menyiapkan semuanya. Dia memiliki beberapa pegawai, karena memang butiknya terkenal dengan design


El memang memilik kemampuan imajinasi yang sangat luar biasa. Semua designnya memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Tak tanggung-tanggung bahkan design Kila pernah di lirik oleh design terkenal asal Paris. Tapi karena Kila saat itu masih belum mengerti, Jadi dia tak merespon baik designer itu.


Shane bersiap untuk berangkat ke Swiss. Dia akan di jemput Edy di manssion daddynya. Sebelum berangkat Shane masih menyempatkan diri untuk bermanja-manja dengan sang mommy. Sampai Jake kesal karena tak di pedulikan El sama sekali. Meski kesal dia senang keluarganya selalu rukun. Tak pernah ada pertengkaran.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


Jangan lula follow ig othor ya ka.


IG_SHAKILABLUE