My Hero My Love

My Hero My Love
Menunda kepulangan



Tak terasa waktu makan malam sudah terlewat. Shane yang memang gila kerja masih mengurus pekerjaannya yang tadi di bawakan Edy asistennya. Stella yang mulai lapar terbangun dan keluar dari kamar karena merasa itu bukan kamar hotel tempatnya check in.


"O... ini kamar tuan handsome. Liatlah dia jika sedang bekerja. Wajahnya semakin tampan saja. Ck.."gumam Stella kesal. 


Dia menghampiri Shane dan duduk berseberangan. Setengah jam Stella memandangi wajahnya tapi tak ada reaksi dari Shane.


"Ehem..ehem.." karena rasa laparnya sudah tak tahan akhirnya Stella menyerah.


"Tuan handsome.... Aku lapaarrr.." sedikit teriakan dari Stella akhirnya menyadarkan Shane.


"Kau sudah bangun? Sudah malam rupanya. Aku akan pesankan makanan untukmu." ucap Shane melihat jam tangannya dan segera memesan makanan lewat online.


"Tuan handsome kenapa tidak membawaku pulang ke kamarku saja? Apa ada maksud tersembunyi tuan?" tanya Stella dan mengerlingkan matanya.


"Aku tidak ingin membangunkanmu hanya untuk mencari kunci hotel." jawabnya datar dan sibuk kembali sembari menunggu makanan pesanannya datang.


Tak lama makanan pun sampai dan keduanya makan santai bersama. Stella terlihat sangat lahap. Shane yang melihatnya sampai heran, nafsu makannya tak pernah berubah sejak dia melihatnya pertama kali. Dalam suasana sedihpun selera makannya tak berkurang, justru semakin banyak saja.


Usai menyelesaikan makannya. Stella ingin pulang ke kamar hotelnya. Karena dia akan beberes untuk kepulangannya besok. Dan lagi dia juga belum menyiapkan tiket untuk pulang.


"Tuan handsome terima kasih atas bantuannya dua hari ini, Kau begitu baik padaku. Ingin rasanya aku menyimpanmu di kamarku yang ada di Swiss. Aku tidak akan bisa lagi melihat wajah tampanmu itu." ucap Stella yang tersenyum dan langsung mengerucutkan bibirnya. Ada senyum di bibir Shane dengan tingkah Stella itu.


"Aku akan kembali besok, dan ini malam pertemuan kita yang terakhir. Jangan sedih ya tuan handsome." Stella semakin mengerucutkan mulut hingga akan jatuh ke lantai.


"Aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku tuan, Aku sudah harus kembali bekerja. Biar aku urus sendiri kakiku setibanya di sana." Stella memang belum ijin ke perusahaannya jika harus memperpanjang perjalannya. Karena dua hari ini adalah hari libur.


"Aku yang akan mengurus ijin liburmu pada perusahaan. Di perusahaan mana kau bekerja? Biar asistenku yang akan mengurusnya?" Shane hanya ingin kaki Stella sembuh terlebih dulu.


"Benarkah? Tapi jika kau memaksa aku pasrah sajalah." Shane selalu saja tersenyum mendengar jawaban-jawaban Stella absurd. Selalu di luar ekspetasinya.


"Bahagianya bisa melihat wajah tuan handsome sampai puas. Tapi sepertinya tidak akan puas melihat wajahmu yang tampan. Tak rela aku jika ada orang yang memandang ketampananmu itu tuan." Stella bahagia karena dia bisa menikmati liburan dadakannya ini.  Dia hanya butuh merefresh otaknya dari masalah kemarin.


Setelah menyelesaikan kerjaannya Shane mengantarkan Stella ke kamarnya. Shane menduplikatkan kunci kamar Stella hanya untuk berjaga saja dan itu sudah di setujui oleh Stella. Sampai di kamar Stella menjadi pendiam kembali. Dia masih mengingat benar kejadian tadi. Apakah ini karma untuknya? Stella menangis lagi dan kali ini tangisnya pecah hingga sesenggukan.


Ternyata tas tangan dan ponsel Stella tertinggal di kamar Shane. Dan Shane berencana mengembalikannya langsung. Karena dia sudah mendapat akses untuk masuk ke kamar Stella jadi dia langsung membuka pintu kamar tanpa mengetuk pintu. Saat dia masuk dia melihat Stella yang masih duduk di sofa menangis sesenggukan sambil memeluk lututnya.


Shan tau betapa sakitnya hati wanita ini karena perselingkuhan si brengsek Alfred itu, Dia mengira Stella adalah wanita kuat, tapi ternyata dia salah. Wanita memang lemah karena mereka memang memakai perasaan dari pada logika. Shane yang mendengar tangisan Stella merasa ada goresan kecil di hatinya, dia membayangkan jika orang terkasihnya yang mengalami kejadian seperti itu.


Shane mendekat dan membawa Stella kedalam pelukannya, dan itu membuat tangisnya semakin keras.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK, TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


Jangan lupa follow ig othor ya ka.


IG_SHAKILABLUE