
Pagi sekali Jake sudah terbangun, dia memulai paginya yang indah untuk Jogging mengelilingi manssionnya. Senyum terus mengembang di bibirnya karena dia habis melewati malam panas dengan istrinya.
Sejam berlalu Jake kembali ke kamarnya dan melihat istrinya masih tidur memeluk guling. Kasian istrinya baru sekali melakukan malam pertama tapi Jake dengan tidak tau dirinya menghajar El semalaman hingga menjelang pukul 3 dini hari, Entah apa saja yang mereka lakukan. Mungkin Jake sudah terlalu lama menahan hasratnya hingga usianya yang ke 29.
"Honey bangunlah, kita sarapan dulu." ucap Jake sambil membangunkan istri dengan mengelus pipinya yang lembut.
"Honey, wake up.." kembali Jake berbisik di telinga El.
El menggeliat dan mendusel-dusel kepalanya sambil memeluk pinggang Jake yang sedang duduk di pinggir ranjang.
"Kau tampan sekali sayang, apa benar kau suamiku?" tanya El yang masih sibuk bermanja-manja ria. Dia masih tak percaya bahwa makhluk Tuhan yang tampan ini adalah suaminya.
"Apa kau perlu bukti honey? Aku bisa membuktikannya sekarang." ucap Jake dengan tawanya sembari membuka kaosnya yang basah karena keringat.
El hanya tersenyum mendengar jawaban Jake dan menarik tekuk lehernya dan mengecup bibir Jake pelan.
"Kau memancingku honey." ucap Jake membalas ciuman El.
"Bisakah aku minta sekali lagi sebelum mandi sayang? Aku suka permainanmu semalam" ucap El polos.
Jake yang mendengarnya tertawa dan langsung mengiyakan permintaan sang istri.
Jake langsung menghabisi wajah El. Mulai dari kening, hidung, pipi, bibir hingga turun ke leher El yang wanginya Jake suka, wangi vanila yang menurut Jake membuatnya semakin bergairah.
El tak henti-hentinya menatap wajah suaminya yang tampan sekali, apalagi dengan keringat di seluruh tubuhnya yang membuatnya semakin glowing. Ah ingin rasanya menyimpan Jake di saku kantongnya.
Setelah menjelajahi semua tubuh istrinya, kini tangannya dia permainkan di are sensitif El dan membuat El mencengkram bahunya kuat. Setengah jam ber-foreplay ria Jake langsung menuju permainan inti. Dia memasukkan kejantanannya ke bagian sensitif El dan El berteriak keras.
"Ah sayang, aku suka. Suka sekali permainanmu." teriak El. Jake mulai menaik turunkan pinggulnya dan bibirnya terus menciumi tubuh El.
"Aahhh.. Eghh.. Kau tampan sekali Jake, ingat kau milikku. Jangan gatal dengan perempuan lain." ucap El di sela-sela permainan panas mereka. El terus saja memuji permainan Jake dan ketampanannya yang membuat Jake tersenyum manis.
"Aku hanya akan nakal denganmu honey. I'm yours honey." jawab Jake yang sudah mulai ngos ngosan akibat permainannya yang semakin memanas.
Seteleh pergulatan hebat Jake dan El akhirnya berada di puncak kenikmatan dan Jake menutup permainan panasnya dengan mencium bibir El.
"Love you too. Sepertinya aku akan ketagihan sayang." ucap El dengan polosnya.
"Aku selalu siap honey." jawab Jake yang tertawa dengan kepolosan El. Jake sangat bahagia, pasalnya El sudah benar-benar menerimanya dan selalu terbuka dan kembali seperti El yang periang.
***
Saat waktu sarapan tiba, ternyata ada Louise dan Alvin di meja makan. Sedangkan Rose masih di dapur untuk membantu chef menyiapkan sarapannya.
"Kakak iparku sayang, aku merindukanmu." teriak Louise dan berlari memeluk El.
"Louise kapan kau datang? Aku juga merindukanmu." keduanya berpelukan dan Louise menarik tangan El untuk duduk di sebalah dirinya. Jake yang melihatnya hanya tersenyum.
"Kak, aku ingin membawa kakak ipar jalan-jalan ke mall bolehkah?" tanya Louise pada Jake.
"Tidak boleh." jawab Jake datar.
"Please kak, kakak ipar sama sekali belum keluar rumah sejak sehat kembali." ucap Louise sekali lagi memohon pada Jake.
"Tidak Louise." jawab Jake yang masih kekeh.
"Biarkan saja sayang, mommy dan Alvin yang akan menemani mereka." Rose menimpali permintaan Louise.
Jake memang over protektif dengan El sejak kejadian penculikannya bersama Thom. Tapi dirinya tak mungkin terus mengurung istrinya seperti Rapunzel. Jake melihat wajah sang istri yang sepertinya bahagia menerima ajakan Louise, dan akhirnya dia menyetujui usul Rose.
"Dengan syarat harus selalu bersama Alvin dan aku akan menyiapkan 2 bodyguard untuk kalian nanti." jawab Jake sembari mengelus tangan istrinya.
"Aku tidak masalah. Terima kasih kak, kau yang terbaik." teriak Louise melempar senyum termanisnya.
"Makasih sayang, I love you." ucap El tersenyum bahagia.
"Love you too honey." Jawab Jake dan mencium tangan El.