My Hero My Love

My Hero My Love
Tangis Shane



Shane sudah sadar, dan dia sekarang sedang duduk di kursi dekat Stella. Dia memandangi Stella yang ditubuhnya banyak di pasang alat-alat medis. Tiba-tiba Shane meneteskan air matanya. Shane baru menyadari betapa dirinya sangat mencintai Stella. Dia takut jika sampai kehilangan Stella. Dokter berkata untuk menunggu Stella sadar selama 24 jam, tapi jika Stellanya masih tak sadarkan diri bagaimana? Sedangkan waktu sudah hampir 24 jam berjalan. Itu saja yang ada di pikiran Shane.


"Kita doakan yang terbaik ya sayang untuk Stella. Semoga Stella cepat sadar." ucap El yang memeluk Shane dari belakang. Dia melihat anaknya menangis. Dia tau bagaimana perasaan Shane saat ini. El pun meneteskan air matanya.


"Thanks mom." jawab Shane singkat. Dia setia memegang tangan Stella dan tak jarang dia cium punggung tangan Stella.


Jake mengisyaratkan pada El untuk keluar dari ruangan, dia ingin memberi ruang untuk anaknya bicara pada Stella. El mengerti maksud Jake dan dia membawa Killa bersama untuk keluar ruangan


Lama Shane terdiam dan hanya memandangi wajah pucat Stella. Dia sentuh alis matanya pelan dan dia sedikit berdiri mencium kening Stella.


"Kau tau honey? Saat pertama kali aku bertemu denganmu, di mana saat itu aku menabrakmu? Tanggapanku tentangmu yang pertama adalah kau seorang gadis yang cantik. Aku ingat semua tingkahmu yang menurutku agak konyol. Tapi karena kekonyolanmu itu kau selalu membuatku tersenyum. Aku merasa nyaman berada di dekatmu. Hidupku yang biasanya terkesan datar dan monoton berubah lebih hidup saat kau satu minggu tinggal bersama denganku di penthouse. Dan aku baru menyadari kalau aku menyukaimu saat kau mengirimkan aku pesan bahwa kau akan kembali ke Swiss. Emosiku saat itu benar-benar naik ingin rasanya menarikmu untuk tidak pergi. Aku tak ingin kehilangan orang yang membuatku merasa hidup dan nyaman." ucap Shane panjang lebar dan dia terdiam sejenak. Dia berucap sambil mengelus punggung tangan Stella.


"Saat kemarin kau terkena luka tembak,,, rasanya saat itu jantungku berhenti berdetak. Aku sungguh tak akan sanggup jika kau meninggalkanku. Dan saat ini melihatmu terbaring di sini, rasanya ingin aku saja yang menggantikanmu di posisimu sekarang. Bangunlah honey, kembalilah padaku. I really really love you. And always love you honey. Always. Please wake up." ucap Shane dan dia menangis menundukkan kepala bersandar di punggung tangan Stella.


Shane sudah tak bisa menahan tangisnya. Dia kini menangis. Dia sungguh sangat takut kehilangan Stella. Pikiran-pikiran buruk sudah menyelimuti pikirannya. Rasa sakit di punggung lengannya sama sekali tak dia hiraukan. Tiba-tiba tangan Stella bergerak. Shane tak menyadarinya karena Shane memegang tangan Stella sebelah kanan. Sedangkan yang bergerak adalah tangan Stella sebelah kiri. Sekali lagi Stella menggerakkan tangannya kembali.


"Shane.." dan kali ini ucapan Stella di dengar Shane, Shane menoleh dan melihat kearah Stella yang memandangnya.


"Oh God, thank you,,, thank you honey. Kau sudah sadar." Shane menciumi punggung tangan Stella dan kening Stella.


Shane langsung memencet tombol untuk memanggil perawat. Dalam hitungan menit perawat masuk ruangan. Sedangkan Jake, El dan Killa yang melihat ada perawat berlari masuk ke ruang Shane ikut masuk dan melihat ke arah Stella yang ternyata sudah sadar.


LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


Jangan lupa follow ig othor ya ka.


IG_SHAKILABLUE