
Mereka mengikuti perawat yang mendorong Killa menuju ruang rawat. Alex melihat wajah cantik istrinya. Istrinya yang selalu tersenyum, istrinya yang selalu manja itu yang Alex rindukan. Alex baru sadar. Ternyata belakangan sifat Killa yang semakin manja itu karena bawaan bayi yang dia kandung. Salah Alex adalah tidak peka dengan perubahan istrinya itu.
El duduk di samping Killa yang masih belum sadar. Dia menangis melihat kondisi anak perempuan satu-satunya itu. Shane dan Alex belum mereka beri kabar. Baru besok El dan Jake akan memberi kabar kepada kedua anaknya yang lain.
Karena sudah malam Alex menyuruh mommy dan daddynya pulang. Jake tampaknya sudah dalam mood yang lebih baik. Dia juga sudah menerima keadaan putrinya. Jake tau ini bukan kemauan Alex. Karena itu juga Jake mencoba berpikir kalau ini memang salah paham.
"Daddy dan mommy pulang dulu, jaga Killa baik-baik. Kita besok akan kembali ke sini." ucap Jake yang berpamitan pulang. Jake akan memberikan ruang untuk Alex dan Killa berdua.
"Aku akan menjaga Killa lebih baik dari kemarin dad. Terima kasih telah memaafkanku." jawab Alex dengan senyumnya. Jake pergi dia menepuk punggung Alex sebentar dan berlalu pergi.
Alex kembali duduk di samping Killa dia hanya ingin melihat wajah istrinya saja sekarang. Saat melihat wajah Killa yang pucat seperti itu. Ingin rasanya Alex yang berada di sana menggantikan Killa yang sakit.
"Maafkan aku honey, aku bersumpah tak ada sama sekali niat membohongimu. Bahkan untuk menyelingkuhi dirimu sekalipun. Aku sangat mencintaimu honey. Kau segalanya untukku, maafkan aku untuk segalanya honey." Alex meneteskan air matanya dan mencium punggung tangan Killa. Dia menundukkan kepalanha di atas tangan Killa. Dia tak kuat menahan emosinya karena dirinya bayi yang bahkan kedua orang tuanya tak tau akan kehadirannya justru harus meninggal.
Killa mulai membuka matanya pelan. Dia mendengar suara Alex yang memohon maaf padanya. Killa melihat Alex yang menundukkan kepalanya, tangan kirinya dia angkat pelan dan mengelus rambut tebal milik Alex. Alex sontak mendongakkan kepalanya dan melihat Killanya sudah sadar.
"Honey? Kau sudah sadar? Maafkan aku honey. Maafkan aku." Alex memeluk Killa dan menangis kembali.
Lama Alex memeluk Killa dan akhirnya dia melepas pelukannya pada Killa. Dia duduk kembali di kursinya.
"Dan maafkan aku karena membuat kita kehilangan bayi dalam kandunganmu." ucap Alex dengan hati-hati. Karena Alex tau Killa pasti terkejut.
"Maksdunya Lex?" ucap Killa yang seperti berbisik karena masih lemah.
"Kau.. kau keguguran honey. Seharusnya kita memiliki seorang bayi yang baru berusia 10 minggu dalam kandunganmu." Alex sangat-sangat hati-hati mengucapkannya pada Killa.
Setelah mendengat kalimat terakhir Alex. Seketika air matanya meleleh dan tangannya meraba perutnya yang sudah kosong. Dia menangis dalam diamnya dan menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit pada hatinya.
Alex dengan sigap memeluk Killa kembali. Dia naik ke ranjang pasien dan tidur di sebelah Killa. Dia menarik Killa dalam pelukannya. Tangisnya pecah di dada Alex. Alex hanya berusaha menenangkan hati Killa dengan memeluknya semakin erat dan menempelkan bibirnya di puncak kepala Killa lama. Sampai akhirnya Killa tertidur karena lelah menangis. Alex merasa teriris hatinya melihat Killanya seperti ini.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
JANGAN LUPA ya ka.
IG_SHAKILABLUE