
"Aaaaahhhhhkkkkkkkk...." Reflek Stella berjongkok di bawah guyuran air shower.
"Apa yang kau lakukan Shane." teriak Stella yang masih meringkuk memeluk tubuhnya sendiri. Dan Shane langsung menutup pintu kamar mandi kembali.
Degup jantungnya sudah seperti orang kena serangan jantung. Dia baru ini melihat tubuh wanita telanjang di depannya. Apalagi itu adalah tubuh kekasihnya, yang ternyata memiliki tubuh bak gitar Spanyol. Dadanya yang besar sepertinya berukuran 38B, Waw benar-benar di luar Ekspektasi Shane. Karena Stella memang selalu menggunakan pakaiannya yang tak terlalu ketat hingga membentuk postur tubuhnya, ahkan di rumah sekalipun. Sehingga tak terlihat seperti apa isinya.
Shane bukannya sok suci, tapi memang dia tak pernah melihat tubuh polos seorang wanita. Ketika dia berkunjung di club memang banyak godaan-godaan seperti itu. Tapi mereka masih menggunakan pakaian dalamnya. Sehingga Shane tidak tau bahwa seindah itu milik wanitanya.
Shane masih berdiri di balik pintu mematung sambil mengelap keringatnya. Dia masih ingin mengontrol detak jantungnya yang sudah mau jatuh. Tak beda jauh dengan kondisi Stella yang berada di dalam kamar mandi. Dia kini malah terduduk di lantai dengan siraman air shower di atasnya. Dia diam dan memegang dadanya yang sudah tak karuan.
"Apa yang Handsome lakukan sih tadi? Kenapa tiba-tiba masuk kamar mandi?" gumam Stella bingung dengan tingkah Shane.
"Apa dia tergoda dengan tubuhku? Mungkin saja sih, siapa yang akan menokakku coba?" narsisnya sudah mulai keluar.
"Ah entahlah, yang mellihat tubuhku juga lelaki tampan seperti handsome. Aku tak masalah. Aku mandi saja. biarkan semuanya mengalir seperti air.." Stella berdiri dan sedikit menggoyangkan tubuhnya di bawah air.
Kurang dari setengah jam akhirnya Stella keluar dari kamaR mandi, dan ke walk in closet menggunakan baju santainya, kaos garis-garis merah dan dipadukan dengan bawahan rok flared skirt berwarna putih.
Dia keluar menuju dapur untuk membuat makan malam karena sudah sangat lapar. Dia melihat ke arah Shane yang hanya menggunakan kaos tanpa lengan dan celana pendek berwarna hitam dan memandang ke arahnya. Dengan baju itu Shane terlihat sangat macho dan membua Stella ingin meneteskan air liurnya. Stella membuat dirinya terlihat seperti tak terjadi apa-apa agar tak canggung, sedangkan Shane masih frustasi mengingat tubuh Stella yang sexy apalagi dengan guyuran air di bawah shower seperti tadi. Uuhhhh gagal fokuskan jadinya.
"Handsome, stop it. Aku geli." ucap Stella yang sudah tidak konsen.
"Handsomee.." agak berteriak Stella dan membalikkan badannya ke arah Shane.
Shane gemas dan langsung melahap bibir Stella yang sudah dua hari tak tersentuh bibirnya. Rindu sekali rasanya dengan bibir itu. Setelah puas, Shane mengecupi satu-satu setiap sudut di wajah Stella. Gairahnya sudah di ubun-ubun dan ingin sekali rasanya dia bergelut dengan tubuh indah itu. Setelah ini mungkin dirinya akan bermain solo di kamar mandi.
"I love you." ucap Stella dan mengecup pucuk hidung Shane yang mancung.
"Love you too honey." Shane mangacak rambut Stella dan berlalu ke kamar mandi untuk melakukan tugas negara.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE