
"I love you..." ucap Alex yang masih memandang Killa dari jarak yang dekat. Killa tak menjawab pernyataan cinta Alex dia hanya membalasnya dengan ciuman singkat yang dia daratkan di bibir Alex.
"Apa pacar-pacarmu tak ada yang akan menghajarku jika mereka tau kau menyatakan kalimat itu padaku?" tanya Killa masih dengan nada lembut.
"Aku hanya bermain-main dengan mereka saja, tak ada yang serius kecuali denganmu." jawab Alex tegas. Tak ada jawaban dari Killa dia hanya tersenyum mendengar jawaban Alex. Hanya ada sedikit dari perkataan Alex yang membuat hatinya bergerak.
Killa tak ingin menanggapi pernyataan cinta Alex dengan serius. Karena dia tau kalau Alex adalah seorang playboy. Dia hanya takut akan kecewa. Killa akan menjalani hubungannya dengan Alex seperti air mengalir saja, dan sebatas mana aliran itu akan berhenti dan bertahan nantinya.
Tak ada obrolan lain setelah itu. Akhirnya Alex mengantarkan Killa pulang ke mansionnya. Seperti biasa Alex selalu memberikan kiss bye nya sebelum berpisah. Ada senyum di bibir Killa saat kepergian Alex. Entah seperti apa posisi Alex di hatinya sekarang. Yang dia tau Alex adalah lelaki pertama yang selalu membuatnya nyaman itu saja untuk saat ini.
Karena begitu banyak pekerjaan hari ini, dia ingin berendam air hangat sebelum tidur. Tak lupa dengan peralatan lengkapnya yaitu ponsel dan makanan ringan yang selalu menemaninya saat berendam.
Killa menikmati berendamnya dengan mendengarkan lagu dan memakan Churros yang dia siram dengan madu. Tiba-tiba ponselnya berdering dan lagi-lagi itu panggilan video dari Alex. Selalu saja pas ketika Alex menghubungi Killa saat dia berada di kamar mandi. Apa jangan-jangan kamar mandinya itu ada CCTV? Meresahkan sekali pikir Killa.
"Hai Lex.." ucap Killa lembut yang sudah menekan tombol hijau di ponselnya.
"Oh honey, sepertinya aku akan selalu menghubungimu ketika kau sudah berada di rumah seperti ini." ucap Alex yang membuat Killa tertawa pelan. Killa menggelung rambut panjangnya ke atas, sehingga leher jenjangnya yang di padukan dengan kulit putihnya sungguh membuat jiwa Alex memanggil sisi lelakinya.
"Kamu mau?" Killa tak menghiraukan ucapan Alex, dia lebih memilih menawarkan churrosnya pada Alex.
"Kau sedang apa?" tanya Killa yang masih menampilkan senyum cantik di wajahnya.
"Aku sedang melihat bidadariku berendam dengan makan churros." goda Alex.
Sepanjang obrolan telpon mereka, Alex selalu saja menggoda Killa dengan rayuan-rayuan recehnya. Killa benar-benar terhibur denga keberadaan Alex bersamanya. Lucu sekali Alex itu.
Obrolan mereka berlangsung lama, Killa membiarkan ponselnya masih tersambung dengan Alex saat dia membersihkan dirinya dan Killa meletakkan ponselnya di meja rias kamar mandi, sehingga hanya langit-langit kamar mandi Killa yang terlihat. Tidak tau sekali Killa itu jika Alex harus menahan hasratnya saat ini.
Setelah selesai dia dengan cepat menggunakan pakaian tidurnya yang hanay bermodel pakaian dengan tali spaggheti tipis dan sedikit melihatkan dada mulusnya. Uhhh,, semakin panaslah Alex di buat Killa. Si adik sudah merongrong ingin di keluarkan dari penutupnya.
Sampai pukul dua malam akhirnya Killa memutus panggilannya. Pipinya sampai lelah karena selalu tertawa dengan kalimat-kalimat rayun yang di ucapkan Alex padanya. Dan sekarang dia ingin tidur nyenyak. Karena besok adalah hari yang panjang untuknya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE