
"I love you Alex." ucap Killa lembut dan berhasil membuat Alex mengerem mobilnya secara mendadak.
"Kau... Tadi kau bilang apa honey?" tanya Alex kembali. Dia tak percaya kala Killa akhirnya mengucapkan kalimat itu untuknya.
"I love you Alex." ucap Killa kembali. Dan tentu saja membuat Alex tersenyum bahagia dan langsung memeluknya dan mencium bibirnya.
"Ingat kata-katamu hari ini honey. Kau tak boleh menarik kembali kalimat itu." ucap Alex yang kini memegang wajah imut Killa. Cantik sekali kekasihnya itu. Jika Killa mau sudah Alex habisi Killa agar menjadi miliknya seutuhnya.
Alex mengantar Killa hanya sampai di luar butiknya saja dan dia melanjutkan perjalanannya menuju kantor. Alex senang dengan respon warga yang sangat baik mengenai bisnisnya itu. Hanya dalam waktu sehari saja, sudah ada 16 unit mobil yang mereka keluarkan. Padahal hanya baru satu hari buka. Semoga saja bisnisnya itu akan besar seperti yang ada di San Fransisco.
Setibanya Alex di kantor, dia sudah di suguhkan dengan pekerjaan yang begitu banyak. Pasti akan sampai malam pikirnya. Dan benar saja ternyata sampai pukul tujuh malam dia masih berada di kantor. Sedang Killa sudah menunggunya di butiknya.
Hingga pukul delapan Alex belum juga datang menjemput Killa. Sudah beberapa kali juga Killa menghubungi Alex tapi belum ada jawaban. Mungkin sedang sibuk dengan kantor barunya. Itu yang ada di pikiran Killa. Akhirnya Killa memutuskan untuk pulang dengan supirnya. Baru kali ini Alex absen tak menjemput Killa. Dan itu membuat Killa sedikit kecewa.
Sampai pukul sebelas malam ketika Killa sudah siap tidur pun masih tak ada kabar dari Alex. Padahal Killa sudah biasa kalau sebelum tidur dia selalu mendengar rayuan-rayuan receh dari Alex, tapi malam ini tak ada. Kesal Killa.
Pagi harinya saat Killa bangun, yang dia liat pertama kali adalah ponselnya. Tapi ternyata nihil. Alex masih juga belum menghubunginya. Awas saja kalau dia menghubungi Killa, Killa tak akan mengangkatnya saja. Biarkan Alex merasakan kalau Killa kesal dengannya.
Saat turun Killa sudah melihat Alex duduk di sofa bawah dengan Jake yang sedang membaca koran. Killa mencoba cuek padanya dan tak ingin menyapa Alex. Dia lebih memilih pergi ke dapur menemui mommynya yang seperti biasa selalu menyiapkan sarapan paginya.
"Kau tak menemui Alex sayang?" tanya El yang melihat Killa memeluk pinggangnya dari belakang.
"Aku kesal dengan Alex mom." jawab Killa dengan wajah cemberutnya.
"Dari semalam dia tak membalas pesanku mom. Bahkan tadi malam dia tak menjemputku pulang." jelas Killa yang masih menyandarkan kepalanya di ceruk leher El.
"Wajar dong sayang, Kantornya kan baru kemarin pertama buka. Jadi pekerjaannya jelas menumpuk sayang." jelas El memberikan pengertian kepada anaknya itu.
"Tapi sepulang kantor kan bisa langsung membalas pesanku mom." jawab Killa yang masih kesal.
"Sayang, mungkin saja karena terlalu malam jadi Alex tak ingin mengganggumu istirahat. Buktinya sekarang dia sudah datang." El menghadap Killa yang masih saja cemberut.
Saat sarapan pagi Killa hanya diam saja dan tersenyum sesekali menanggapi Alex. Alex tau ini jelas karena dia tak menghubungi Killa seharian kemarin. Harus extra ni menghadapi Killa kalau seperti ini.
Ketika di dalam mobil Alex menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan menghadap Killa yang diam saja menghadap jendela.
"Kau masih marah padaku honey?" tanya Alex yang sudah memegang kedua tangan Killa.
"Maafkan aku honey. kemarin pekerjaanku benar-benar menumpuk dan ketika aku menyelesaikan pekerjaanku ternyata sudah larut malam, aku hanya tak ingin membangunkan tidurmu saja honey."
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE