
Tak lama tiga perawat mendorong ranjang pasien El untuk di pindahkan ke ruang perawatan. Jake melihat wajah pucat istrinya, dia merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada El. Seharusnya dia yang berbaring di sana. Dia memandangi lama wajah teduh istrinya dengan mengelus punggung tangannya dan sesekali dia cium.
Sesaat kemudian El mulai membuka matanya pelan dan memanggil namanya.
"Jake..." ucap El pelan.
"Kau sudah bangun honey? I'am sorry." Jake menunduknya wajahnya. Dia tak berani memandang wajah istrinya.
"Aku tak bisa melindungimu honey. Maafkan aku." ucap Jake kembali dan meneteskan air matanya.
"Hey.. ini bukan salahmu sayang. Ini memang sudah jalan takdirku." ucap El pelan, dia memegang rahang Jake agar melihat ke arahnya. Tubuhnya masih lemah. Jadi masih tak banyak gerakan yang bisa dia lakukan.
"Jika kau tidak bersamaku tidak mungkin hal-hal buruk menimpamu berkali-kali honey. Maafkan aku." ucap Jake sekali lagi.
Lama mereka saling pandang, entah isyarat apa yang mereka saling berikan dalam pandangan mereka itu. Yang jelas membuat El ikut menangis.
"Ini bukan salahmu honey. Kau tau betapa bahagianya aku menjadi istrimu? Kau telah memberi kehidupan padaku, kau kebahagiaanku. Apalagi kau sudah memberiku kado terindah dalam hidupku. Bayi ini adalah ..." saat El mengelus perutnya, dia melihat perutnya yang sudah rata. Kemana bayi-bayinya?
"Jake di mana Bayiku?" ucap El bingung dan sedikit berteriak.
"Hey.. hey... tenang honey, anak kita sudah lahir mereka ada di ruang perawatan." jawab Jake berhati-hati. Jake hanya takut El shock mengetahui perihal ini.
"Bayi kita sudah lahir? Tapi ini belum waktunya Jake." tanya El.
"Kau sempat pendarahan honey, jadi dokter memutuskan untuk mengambil bayi-bayi kita agar mereka selamat." El hanya diam mendengar penjelasan Jake. Namun air matanya terus saja mengalir. Setelah seperkian detik terlihat kembali senyumnya yang Jake paling suka.
"Maafkan aku, I love you too." Jake memeluk El dan menghapus air matanya yang terjatuh.
"Jake kebahagiaanku saat ini sudah lengkap, aku tak menginginkan apa-apa lagi. Aku hanya meminta tetaplah menjadi Jake milik Elizabeth. Hmm?" ucap El lirih dalam pelukan suaminya.
"Aku akan selalu menjadi milikmu honey, selamanya." keduanya semakin mengeratkan pelukan masing-masing.
Jake salah jika berpikir dirinya adalah penyebab penderitaan istrinya. Karena kebahagiaan istrinya hidup bahagia bersama dengannya. Jake sungguh sangat bersyukur mendapatkan istri seperti El.
El ingin melihat bayi-bayinya. Dan Jake dengan sigap menggendong istrinya dan membawanya untuk duduk di kursi roda yang sudah disediakan. Kemudian membawa istrinya ke ruang perawatan bayi. Jake sudah memberi kabar Rose, dan dia dalam perjalanan ke rumah sakit. Awalnya Rose terkejut dengan kejadian yang di alami anak-anaknya. Namun setelah mendengar Bayi El telah lahir dengan selamat membuat hatinya lega dan ingin segera melihat cucu-cucunya.
El dan Jake hanya bisa melihat bayinya dari luar untuk sementara. El menangis melihat bayi-bayi kecilnya. Mereka terlihat sangat kecil dan masih sangat merah. Walau demikian dia tetap bersyukur Tuhan telah memberikan keluarga yang lengkap untuknya sekarang.
El memandangi lama wajah-wajah bayinya yang sangat tampan dan cantik itu. Dirinya tak kuasa menahan tangisnya. Jake memeluk El sangat erat dan mencium puncak kepala istrinya itu.
"Kalian yang kuat ya sayang, mommy and daddy akan melakukan yang terbaik untuk kalian bertiga. Terima kasih juga telah hadir dalam hidup mommy. We love you baby." batin El.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK, TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE