
Stella pergi tak mempedulikan teriakkan maaf Alfred, begitu juga Shane dia langsung pergi. Dia melihat Stella yang berjalan tertatih dan masih menangis di depannya. Entah kenapa Shane berjalan mendekat ke arah Stella dan mengendong Stella pergi dari sana. Stella hanya diam saja di gendongan Shane, dia membenamkan kepalanya ke dada Shane. Tak seperti saat pertemuannya tadi, gadis itu lebih banyak diam tapi tak menangis lagi. Shane membawa Stella ke mobilnya dan entah akan membawa dia ke mana.
"Antarkan aku ke hotel saat kita ketemu tadi saja, Aku tinggal di sana." ucap Stella. Shane hanya diam saja tak menjawab. Setelah itu tak ada perbincangan apapun di dalam mobil.
Shane ternyata berhenti di depan rumah sakit, dia akan mengobati kaki Stella akibat tabrakan tadi. Shane menggendong Stella masuk ke ruang UGD dan sudah ada dokter jaga di sana. Shane keluar dan menunggu Stella dengan setia di depan ruang UGD. Dia memikirkan betapa sakit hatinya gadis itu saat melihat perselingkuhan di depan matanya.
Tak lama dokter keluar. Dan Shane segera berdiri dan bertanya kondisi Stella.
"Bagaimana kondisi kakinya dok?" tanya Shane.
"Nona hanya perlu mengistirahat kakinya dan jangan banyak bergerak dulu. Karena otot kakinya tegang dan itu yang menyebabkan kakinya bengkak. Cukup diistirahatkan sekitar satu minggu saja. Dan sudah saya suntikkan obat nyeri pada kakinya." ucap dokter menjelaskan.
"Terima kasih dok." jawab Shane.
Shane masuk menemui Stella. Pandangannya menerawang jauh entah kemana. Dia bahkan tak merasakan kakinya yang sudah bengkak sedari tadi. Untung saja dokter sudah menyuntikkan obat nyeri pada kakinya.
"Kau ingin pulang sekarang nona?" tanya Shane yang membuyarkan lamunan Stella.
"Panggil Stella okey," tegasnya dan mengedipkan matanya.
"Bolehkah tuan handsome mengantarkan aku pulang?" ucap Stella dengan senyumnya yang sudah kembali. Shane cukup senang dengan reaksi Stella yang tidak terlalu terpuruk dengan kejadian yang baru saja dialaminya.
Shane yang biasanya irit bicara bahkan di depan Martha sekalipun, berbeda saat dia bicara dengan Stella gadis yang baru dia temui. Bicaranya lancar saja seperti air yang mengalir.
Shane mengantarkan Stella sampai masuk ke kamar hotelnya, dia menidurkan Stella di ranjangnya.
"Terima kasih tuan handsome, maaf aku tidak bisa menjamumu. Dan kau tak perlu membantuku besok. Aku bisa menjaga diriku sendiri dan mungkin aku lusa akan kembali ke Swiss. Jadi terima kasih atas pertolongannya." ucap Stella dan mengedipkan matanya pada Shane. Shane hanya diam saja dan pamit pergi meninggalkan Stella di kamar hotelnya sendiri.
"Huhh, apa memang harus seperti ini jalan hidupku Tuhan?" keluh Stella. Dia mulai menangis tapi tak bersuara.
Setelah keluar dari kamar hotel Stella, Shane check in di sebelah kamar milik Stella. Dia akan tidur di sana malam ini. Hotel itu milik Jake daddynya. Jadi bebas saja dia memilih kamar. Dia memilih beristirahat di sana karena memang sudah lelah dan sangat mengantuk setelah seharian bekerja.
"Edy aku ingin kau batalkan semua kerja sama Martha. Buat dia tak lagi mendapatkan pekerjaan. Hal yang sama juga harus kau lakukan pada si brengsek Alfred." ucap Shane dan langsung menutup telponnya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK, TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE