My Hero My Love

My Hero My Love
Permainan berakhir



Sebelum kejadian...


Blemm..


"Shiitttt....Sial apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba listrik padam?" umpat Martha.


Saat Martha membuka pakaiannya Shane langsung bangun dari ranjangnya dan memerintahkan Edy untuk mengerjakan pekerjaannya. Edi menyuruh semua pria yang sudah sedari tadi berada d kamar mandi untuk keluar. Dan sebelum keluar mereka semua di berikan minuman ang berisi obat perangsang.


Sedangkan pria yang bertugas sebagai pengganti Shane dibiarkan tak meminum minumannya, karena dia hanya boleh diam di ranjang dan menikmati permainan yang Martha berikan. Pria itu naik Ranjang dan pas ketika Martha sudah menyemprotkan parfum keseluruh tubuhnya.


"I'am coming baby.." teriak Martha.


Martha mulai bermain dan melancarkan aksinya. Pria itu hanya diam saja tak bergerak dan berusaha menahan desahannya dari kebrutalan Martha yang sangat liar di atasnya.


"Aahhh baby kau sungguh luar biasa." racau Martha.


"Disgusting.." ucap Shane dengan penuh penekanan.


klik..


***


Shane belum puas dengan Martha dia juga melakukan hal yang sama pada pria itu dan Shane memerintahkan Edy untuk merekam semua kejadian yang telah terjadi itu. Shane memang tak pernah membunuh seperti daddynya. Tapi sekali dia melakukan pembalasan, musuhnya akan lebih baik memilih mati dari pada hidup.


Setelah urusan selesai Shane langsung pulang menuju penthousenya. Dia lelah seharian ini, pekerjaan di kantornya selalu saja menumpuk. Sesampainya di penthouse Shane langsung tidur tanpa membersihkan dirinya.


Sore hari di Swiss...


"Kenapa sampai saat ini Alfred belum menghubungiku? Apa dia menunda keberangkatannya karena banyak pekerjaan di kantornya?" ucap Stella yang masih berada di kantor.


"Oh baiklah baby. Jika sampai besok kau tetap tak ada kabar, aku akan memberimu kejutan." ucap Stella semangat.


Stella pun beranjak pulang karena memang waktunya untuk jam pulang kantor. Sampainya di lobby kantor, Tuan Robert sang bos menghampiri Stella.


"Sudah mau pulang baby? Mau aku antarkan pulang?" ucap Robert yang berhenti di hadapan Stella. Robert memang suka dengan Stella, semua pegawai tau kalau Robert sudah beberapa kali menyatakan cintanya pada Stella. Tapi Stella menolaknya karena sudah punya Alfred, dan dia juga tidak suka sebenarnya dengan Robert yang selalu bermain wanita.


"Ah Pak Robert tau aja aku mau pulang. Aku boleh ikut?" Stella memang seperti itu orangnya, dia masa bodo dengan perasaan orang lain padanya selama itu hanya menguntungkan dirinya. Ingat HANYA menguntungkannya.


"Dengan senang hati baby." jawab Robert dan langsung memeluk pinggang Stella untuk masuk ke mobilnya. Tapi Stella mencoba menghindar dengan sopan dari tangan-tangan pria seperti itu.


"Terima kasih pak." ucap Stella dan masuk ke dalam mobil.


Ada saja kelakuan Robert di dalam mobil itu. Yang memegang tangan Stella dan belum lagi juga mencuri-curi ingin mencium bibir Stella. Kalau sudah seperti ini Stella pasti akan marah.


"Pak kalau seperti ini saya lebih baik turun saja pak. Turunkan saya di toko depan itu." ucap Stella yang sudah mulai kesal.


"Aku akan mengantarkanmu baby. Baiklah aku tak mengganggumu lagi." jawab Robert santai tapi tangan tetap saja memegangi tangan Stella.


Setengah jam perjalanan akhirnya sampai di Apartementnya. Stella langsung keluar dan berpamitan seadanya. Stella memang selalu mendapat perhatian dari banyak lelaki tak dia juga memilih siapa yang akan mendapat perhatiannya.


Karena hal ini juga Stella membentengi dirinya dengan belajar taekwondo dan dia sudah mengantongi sabuk hitam. Apalagi dia yang hidup sendiri tanpa ada yang akan membantunya kelak. Itu saja di pikirannya dia Harus menjadi wanita kuat.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK, TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


Jangan lupa follow ig othor ya ka.


IG_SHAKILABLUE