
Seusai sarapan Jake dan yang lain nampak bersiap diri. El senantiasa menemani dan menyiapkan semua keperluan suaminya. Mereka akan berangkat bersama, Jake akan mengantarkan mereka ke mall dekat kantor Jake. Sesampainya di lobby mall Jake mencium istrinya.
"Ingat, setiap 1 jam sekali kau harus menghubungiku honey." peringatan Jake pada El.
"Siap boss." jawab El dengan senyum manisnya yang menunjukkan lesung pipinya yang dalam. Jake gemas dan mencium kembali bibir El dan puncak kepala El lalu dia pergi.
"Lihatlah kakak ipar, betapa obsesinya kakak padamu. Tapi honey bunny ku juga." ucap Louise dan melihat Alvin sambil memonyongkan bibirnya minta di cium. Alvin yang melihatnya tersenyum malu-malu dan mencium bibir tipis istrinya.
"Oh so sweeeettt." goda El.
"Sini El kau bergandengan dengan mommy saja, biarkan dua pengantin baru itu berdua." ucap Rose menggandeng El dan berjalan meninggalkan Louise dan Alvin. Keduanya tersenyum dan memasuki mall.
"Hei mom, kakak ipar wait me..." teriak Louise yang sedikit berlari dan tangannya tetap menggandeng Alvin.
El sangat senang karena hari ini dia diperbolehkan untuk jalan-jalan walaupun hanya berjalan ke mall saja. Sudah lama dia di kurung di manssionnya karena masa pemulihannya dan obsesinya Jake padanya.
Sejam lebih mereka berkeliling mall dan sudah memegang beberapa tas belanjaan. Dan tentu saja tas belanjaan mereka Alvin dan 2 bodyguardnya yang membawa. El lupa memberikan kabar pada Jake. Jake yang merasa sudah hampir 2 jam tak mendengar kabar El segera menghubunginya.
Dua kali panggilan Jake tak dapat jawaban, lalu saat akan menghubungi El kembali. El menghubunginya dan langsung di jawab oleh Jake.
"Hallo sayang, maaf aku lupa menghubungimu, aku juga baru keluar dari kamar mandi makanya tak mendengar telpon darimu." ucap El.
"Huh kau ini, Aku sangat khawatir honey. Sebentar lagi akan jam makan siang. Aku akan menjemput kalian untuk makan siang bersama. Wait me." jawab Jake.
"Baik sayangkuh, muaahh.." ucap El dengan memberi kiss bye nya.
"Mom kau pulanglah bersama Louise. Aku akan mengajak El ke kantor dan Alvin ada pekerjaan di kantor jadi dia ikut denganku." ucap Jake.
"Tak masalah sayang," jawab Rose dengan senyumnya.
"Jangan tebar pesona yah honey bunny ku..." ucap Louise pada Alvin yang hanya di balas senyuman olehnya. Sedangkan yang lain hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Louise yang manja pada suaminya.
***
15 menit perjalanan menuju kantor, Jake langsung menggandeng El menuju ruangannya yang di ikuti Alvin berjalan di belakangnya. Pegawai yang tak mengetahui pernikahan sang boss jelas melakukan gosip dan memasang mata dan telinga mereka untuk mencari tau siapa wanita cantik yang bersama bossnya.
Pasalnya bossnya ini anti dengan yang namanya wanita. Bahkan sampai ada gosip yang mengatakan bahwa bossnya adalah Gay. Dan yang paling penting bossnya ini terkenal dengan sikap cuek dan dinginnya. Jadi pegawai yang melihat Jake membawa seorang wanita seperti saat ini jelas menjadi topik utama kantor.
Jake yang tak sengaja melihat ke arah yang berlawanan dengan tempatnya berjalan. tampak dari meja Reseptionis telihat Agnes yang melihat ke arahnya. Jake yang melihatnya menarik El untuk cepat memasuki lift dan Jake memberi isyarat mata pada Alvin untuk membereskan Agnes. Karena jarak yang cukup jauh sehingga teriakkan Agnes tak terdengar oleh El. Jake hanya tidak ingin salah paham kembali dengan hubungannya dengan Agnes.
Saat di dalam lift Jake menarik pinggang ramping El dan menciumnya pelan.
"Sayang ini tempat umum," ucap El yang tersenyum malu dengan tingkah suaminya itu.
"Tempat umum ini milikku dan milikmu honey." Jawab Jake dengan entengnya.
"Aku hanya selalu ingin menempel seperti ini padamu honey" ucap Jake dan El memukul pelan dada bidang Jake.
Setelah lift terbuka Jake langsung membawa El ke ruangannya. Di perusahaan hanya Alvin dan Sekretarisnya Della yang tau bahwa bossnya sudah menikah dengan El. Jadi ketika berpapasan tadi Della tak kaget dengan apa yang di lakukan bossnya.