My Hero My Love

My Hero My Love
Sarapan bersama tuan handsome



Stella terbangun setelah cukup puas menangis. Matanya sedikit bengkak. Dia bangun perlahan dan berjalan ke kamar mandi masih dengan tertatih-tatih. Baru Stella sadari kakinya sudah bengkak dan rasa nyerinya sangat terasa sekali.


Lama dirinya di kamar mandi karena sangat susah sekali untuk mandi dengan kaki satu. Kakinya yang satu lagi dia naikkan di atas closet agar tidak terkena air. Setengah jam berlalu dia keluar dengan menggunakan bathrobenya dan duduk di sofa ruang tv.


Perutnya sudah sangat lapar. Dan saat dia akan memesan makanan online, pintu kamarnya berbunyi. Mungkin room service pikirnya. Dia berdiri dan berjalan dengan berpegangan dinding. Dia membuka pintunya dan melihat tuan handsome berada di hadapannya.


"Tuan handsome? Ada yang bisa aku bantu?" tanya Stella yang masih berdiri di depan pintu.


"Aku membawakanmu sarapan. Apa kau tidak ijinkan aku masuk?" setelah bertanya Shane langsung masuk saja ke dalam kamar hotel Stella.


Shane meletakkan makannya di meja dan kembali ke tempat Stella, lalu menggendong Stella untuk duduk di sofa. Lalu dirinya ikut duduk dan menyiapkan sarapannya itu


"Tuan, apa kau memang seperti itu orangnya? Dan satu lagi, kenapa kau selalu terlihat tampan? Obat apa yang kau minum? Atau orang tuamu dulu membuatmu bagaimana?" tanya Stella keponya sudah keluar.


"Kau ingin membuat anak nona?" ucap Shane tersenyum mengejek. Stella terdiam sejenak. Dan tersenyum kembali.


"Aku tidak ingin membuat itu, karena jika aku membuatnya aku harus menikah. Sedangkan aku tak ingin menikah." Senyuman itu terlihat sangat di paksakan sehingga membuat Shane bertanya-tanya dengan jawaban uang baru saja dia ucapkan


"Makanlah." Shane tak ingin mengetahui lebih jauh tentangnya.


Stella memakan sarapannya dengan sangat lahap. Karena dia memang sangat lapar sejak dia bangun tadi. Shane memperhatikan Stella yang makan dengan lahap Biasnya wanita yang dia temua sangat menjaga table mannernya saat makan, apalagi di depan pria tampan sepertinya. Tapi Stella memang berbeda. Dia makan seperti tak ada orang di depannya. Sangat lahap. Dan Shane baru memperhatikan kalau mata Stella terlihat sedikit bengkak.


"Apa pekerjaanmu tuan handsome? " tanya Stella di sela-sela makannya.


"Aku bekerja di perusahaanku sendiri." jawab Shane datar.


"Oh iya kau pasti sangat kaya. Aku saja kemarin menaiki mobil lambo veneno rosadster keluaran terbaru." ucap Stella dengan suara yang penuh makanan dan mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Hmm.. What?" Shane terus saja melihat tingkah Stella yang sangat lucu menurutnya. Lama dia berpikir dan..


"Apa para pria tak bisa hidup tanpa s*** tuan?" tanyanya hati-hati.


"Ah tidak lupakan pertanyaanku." mata Stella mulai berkaca-kaca kembali.


Tak ada obrolan setelahnya, mereka menghabiskan sarapannya dalam diam. Setelahnya Shane membersihkan meja dan membuang tempat makanannya.


"Tuan handsome apa bisa kau mengajakku jalan-jalan? Besok aku sudah akan pulang. Dan mungkin ini perjalananku yang terakhir di Canada." ucapnya dengan senyjm yang di paksakan tapi masih terlihat cantik di wajahnya.


"Hmm,, aku akan membawamu keliling." jawabnya datar.


"Kau memang yang terbaik tuan handsome. Terima kasih. Aku akan bersiap kalau begitu." setidaknya Stella sudah kembali semangat.


Karena Stella kesusahan untuk berdiri, jadi Shane membantunya dan menggendongnya ke kamarnya. Stella sudah biasa dengan diamnya Shane. Tapi berada di gendongan Shane, Stella selalu merasa jantungnya sedikit geser. 😅


Padahal saat berada dekat Alfred saja dia biasa saja. Mungkin jiwa wanitanya sudah mulai keluar pikirnya. Dan harus maskulin yang di keluarkan Shane sungguh begitu menggoda. Ingin rasanya bergelayut di tubuhnya. Upss 🤭


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK, TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


Jangan lupa follow ig othor ya ka.


IG_SHAKILABLUE