
"Oh God.... " Shane menjambak rambutnya frustasi, bisa-bisanya moment itu pas sekali dan Stella pasti salah paham padanya. Denize yang melihat Shane frustasi merasa ada kesalahpahaman di sini. Karena tak terlihat kepura-puraan di wajah Shane.
"Jika kau ingin mencarinya cepatlah, dia menuju Bandara Internasional Zurich. Aku tidak tau apa yang terjadi, tapi sepertinya Stella sedang ketakutan dan dia memintaku untuk memesankan tiket ke New york. Dia ingin pergi ke temannya di sana." jelas Denize.
"Terima kasih nona." Shane berlalu pergi dan akan mengejar Stella ke bandara.
Seperti teriris rasanya hati Shane, setelah mendengar perkataan Denize soal Stella yang lebih memilih pergi meninggalkannya. Dia memang salah. Sangat salah. Stellanya pasti sudah sangat kecewa padanya. Tapi Shane masih ingin mencoba untuk memperbaikinya. Dia sangat mencintai Stella. Dia tak ingin kehilangannya.
Entah berapa kali umpatan yang di ucapnya dalam mobil. Edy sampai bingung harus berbuat apa. Dia tau kalau bossnya itu tergila-gila dengan pekerjaan. Dia juga tau kalau bossnya sangat mencintai wanita ini. Selama dia bekerja tak pernah dia melihat bossnya mau tinggal satu atap bersama seorang wanita.
Setibanya di Bandara Zurich Shane langsung melihat jadwal keberangkatan ke New York yang ternyata sudah lepas landas 5 menit yang lalu. Shane tak menyerah dia akan terus mencari Stella. Dia mengitari bandara namun tak terlihat keberadaan Stella. Edy juga membantu berkeliling bandara tapi masih belum menemukan kekasih bossnya itu. Shane sempat meneteskan air matanya karena sudah menyia-nyiakan cinta yang sangat berharga baginya. Edy mengerti kesedihan bossnya, maka dari itu dia akan mencari di mana Stella tinggal nanti ketika di New York. Namun saat mereka akan keluar bandara..
"Shane?" Shane terdiam saat melihat Stella ada di depannya.
Ternyata Stella ketinggalan pesawat, perjalanannya terhambat karena di tengah jalan ban mobilnya bocor. Dan itu menguntungkan bagi Shane. Shane langsung berhambur memeluk Stella. Dia kecupi semua wajah Stella dan lama memandang wajah cantiknya.
"I'm sorry honey, i'm sorry." Stella melihat wajah Shane yang terlihat sendu dan ada buliran air mata di pipinya.
Jika Stella menerima permintaan maafnya apakah salah? Yang Stella tau dirinya masih ingin bersama Shane, dia juga masih mencintai Shane. Mungkin dia akan memberi kesempatan sekali lagi untuk Shane memperbaiki hubungan mereka.
Stella mulai membalas pelukan Shane, dia akan memberi satu kali lagi kesempatan untuk Shane berubah. Shane yang merasa permohonan maafnya di terima, segera melepas pelukannya dan melihat wajah Stella sekali lagi. Stellanya tersenyum. Dan itu membuat Shane bahagia.
"Thank you honey, I love you." Stella hanya diam dan tersenyum melihat Shane. Sedangkan Shane kembali memeluk Stella.
Karena proyeknya ini sudah selesai dia kerjakan, jadi Shane akan kembali pulang ke negaranya, biar sisa pekerjaannya akan di urus asistennya yang ada di Swiss. Edy dengan cepat membeli tiket menuju Canada. Untuk barang-barang Shane dan Stella akan di tinggal saja di apartementnya dan akan di urus oleh asistennya. Biar Edy yang akan menyiapkan semua baran-barang keperluan Stella.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE