My Hero My Love

My Hero My Love
Mulai cemburu



Stella bersiap untuk mandi . Dia akan berendam dengan banyak wewangian. Dan sudah setengah jam dia berendam. Usai berendam Stella langsung menuju walk in closet. Dia akan memilih baju tidur warna merah menyala yang terlihat seperti saringan kelapa bukan pakaian layak pakai. Dan tak lupa menyemprotkan wangi vanila di seluruh tubuhnya.


Setelah Shane masuk ke dalam mobil bersama Ernest...


"Shane, bagaimana kabarmu selama ini?" tanya Ernest yang mulai membuka topik pembicaraan.


"Hmm, tak ada yang berubah." jawab Shane singkat. Shane sedang fokus pada ponselnya, dia sedang mengontrol kerjaannya.


"Sejak kapan kau berhubungan dengan Stella?" karena tak ada pembicaraan lagi setelah Shane menjawab pertanyaan Ernest, jadi Ernest langsung bertanya kembali.


"Apa aku perlu menjawabnya Ernest?" Shane bukannya menjawab dia malah bertanya balik pada Ernest.


"Aku hanya ingin tau saja, tapi jika kau tak ingin menjawabnya tak masalah." Jawab Ernest dengan senyum yang di paksakan. Shane tak menjawab, dan kembali fokus pada ponselnya.


Sesampainya di perusahaan mereka langsung ke ruang meeting dan membahas masalah yang terjadi. Pembicaraan itu menghabiskan waktu hampir dua jam dan masalah yang terjadi akhirnya dapat di selesaikan. Dan Shane akan langsung pulang tapi Ernest memanggilnya.


"Kau akan pulang Shane? Boleh aku numpang mobilmu? Sopirku tak bisa jemput karena sedang mengantar mommy ke rumah sakit. Apartementku tak jauh dari sini." ucap Ernest dengan wajah memohonnya.


"Baiklah." Shane tak ada maksud lain dengan Ernest dia hanya profesional saja, tapi berbeda dengan tanggapan Ernest. Ernest merasa Shane masih memiliki perasaan padanya. Di pikiran Shane sekarang hanya ingin cepat pulang karena ada bidadari yang sedang menunggunya. Entah apa yang sedang bidadarinya lakukan sekarang.


Edy memberhentikan mobilnya di lobby Apartement.


"Terima kasih Shane. Kau ingin minum kopi?" basa basi Ernest. Ernest ingin membawa masuk Shane ke apartementnya. Dia ingin berlama-lama dengan Shane, agar Shane tak bersama Stella.


"Maaf, aku langsung pulang saja. Hari ini cukup lelah buatku." jawab Shane yang menolak secara halus. Dia tak akan menjadi orang bodoh dengan meninggalkan pekerjaan yang membangkitkan semangatnya di penthousenya.


***


Stella sedang asyik menonton tv dengan camilan yang di pegangnya. Dia menyelimuti dirinya agar tidak kedinginan. Tiba-tiba ada yang menutup mata Stella. Sontak Stella berdiri dan .... Stella menajamkan penciumannya.


"Handsome?" tanya Stella. Karena Stella mengingat betul parfum yang Shane gunakan.


"Kau menungguku honey?" Jawab Shane dan matanya otomatis langsung melihat ke arah lain yang membuat gairahnya meningkat tinggi.


"Oh my God, kau sexy sekali honey?" ucap Shane dan menarik Stella untuk mencium bibir manisnya.


"Stop it. Kau harus membersihkan tubuhmu dulu. Aku tak suka wangimu yang bercampur dengan wanita itu." ucap Stella dengan menyipitkan matanya.


"Kau cemburu honey?" tanya Shane yang sudah tersenyum geli. Senang sekali Shane jika melihat Stella cemburu.


"Tidak, siapa yang cemburu? Cepat sana mandi. Aku tidak suka." Stella memalingkan mukanya kesal. Shane yang melihatnya gemas, dia cubit hidungnya dan berlalu pergi.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤  


Jangan lupa follow ig othor ya ka.


IG_SHAKILABLUE