
Stella sadar dirinya kurang tegas pada Robert. Seharusnya dia tak bermain-main dengan laki-laki ini. Robert termasuk orang yang berpengaruh di Swiss, bisnisnya di negara ini juga tidak main-main. Dan itu yang membuat Stella takut sekarang.
Tak lama mereka sampai di manssion Robert. manssion Robert ternyata sangat besar, membuat Stella terperanga melihatnya. Apalagi saat Robert membawanya masuk. Stella kembali takjub dengan interiornya yanv membuat manssion Robert semakin terlihat glamour. Lupa sudah Stella kalau dirinya sedang di bawa paksa Robert.
Robert yang melihat Stella kagum dengan manssionnya tersenyum. Ini uang dia suka dari Stella. Dia selalu membuat orang yang berada di dekatnya tersenyum.
"Kau suka baby?" tanya Robert dan memeluk Stella dari belakang. Stella jelas kaget dengan hal itu, dan dia baru sadar kalau tidak seharusnya dia kagum dengan apa yang terjadi sekarang. Seharusnya dia marah dengan Robert.
"Tidak, aku tidak suka. Rumah ini terlalu mewah." jawab Stella dan menjauhkan dirinya pada Robert.
"Kau akan tinggal di sini baby, jadi kau harus suka dengan manssion ini." ucapnya santai.
"Tidak. Aku mau pulang." saat Stella akan keluar pintu Robert menarik tangan Stella dan mengecup bibirnya kembali. Kesal Stella.
Belum lagi Robert memanggulnya masuk ke kamar dan menguncinya dari luar. Jelas saja Stella berteriak dan menggedor-gedor pintu kamar. Entah apa yanv ada di otak Robert saat ini.
"Robert keluarkan aku dari sini, kau sudah gila Robert. Robert keluarkan aku. Aku mau pulang." lama Stella berteriak sampai suaranya habis.
"Stella ayo berpikir, biasanya kau cerdas tak seperti ini." gumam Stella yang sudah mondar mandir di dalam kamar.
"Aarggggghh, apa yang harus aku lakukan?" teriaknya keras.
Tiba-tiba tanpa sengaja dia memegang kantong celananya yang ternyata ada ponselnya di sana. Dia lupa, saat menghubungi Shane ponselnya memang dia masukkan ke saku celana. Untungnya Robert tak mengetahui itu. Karena memang kemeja yang Stella gunakan sedikit panjang, jadi ponsel itu tertutup sempurna dalam celananya.
Lalu sapa yang harus dia hubungi kalau seperti ini. Stella memang tak terlalu punya banyak teman. Karena mereka suka iri dengan kemolekan tubuhnya yang banyak di sukai para pria. Dan Stella tak suka akan hal itu. Dia hanya butuh teman yang tulus meski hanya satu.
Stella memutar otaknya, dan dia teringat Cyntia teman kantornya sebelum dirinya bekerja di Aleron. Cyntia adalah teman seperjuangannya dulu. Tapi karena mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing jadi mereka jarang memberi kabar.
"Hallo, Cyntia?" tanya Stella.
"Hey Stella aku merindukanmu. Lama kita tak bertemu sayang.." teriak Cyntia.
"Bukan waktu untuk itu, sekarang tolong aku. Aku butuh bantuanmu untuk kabur dari Robert. Please cepatlah." mohon Stella.
"Robert boss maniakmu itu?" Cyntia tau dengan Robert yang suka pada Stella. Dulu awal-awal Stella bekerja di perusahaan Robert, dia suka cerita kalau bossnya it suka padanya.
"Iya cepatlah, aku berada di manssionnya saat ini. Aku akan mengirim lokasiku sekarang. Cepatlah! Aku akan tutup telponnya." bingung sekali Stella saat ini.
Kemana sebenarnya kekasihnya itu. Lemas sudah Stella, dan menjatuhkan dirinya ke tempat tidur. Dia tak sempat makan tadi. Karena pekerjaannya masih sangat banyak. Bahkan sarapannya yang tadi dia beli belum sempat dia makan. Karena kelelahan dan rasa laparnya yang membuat dirinya lemas, dia memutuskan untuk tidur saja sembari menunggu bantuan datang.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE