My Hero My Love

My Hero My Love
Vas bunga



Stella menikmati hari-harinya menjadi manager Killa. Tak banyak yang dia kerjakan. Hanya mengatur jadwal dan membantu Killa jika ada kerjaan. Shane sebenarnya ingin Stella di rumah saja. Tapi Stella tetap memaksa untuk membantu Killa, jadi ya Shane pasrah aja.


Yang penting Stella masih mengerjakan kewajibannya sebagai istri. Toh Stella juga tak pernah absen untuk minta jatahnya di ranjang, yang tentu Shane selalu bersemangat kalau soal yang satu ini. 🤭


Karena Stella sedang santai dan tak lagi ada kerjaan di butik. Stella berencana akan memberi surprise untuk Shane dengan membawakan makan siang buatannya yang dia masak di butik. Entah enak sekali Stella. Butik sudah seperti rumahnya sendiri.


By the way Stella adalah primadona di butik Killa selain Killa sendiri. Stella yang hamble dan memang parasnya yang cantik selalu menjadi tempat para karyawan berkumpul. Dia selalu membuat mereka tertawa.


Stella di antar sopirnya menuju kantor Shane. Di sepanjang perjalanan dia tersenyum saja. Entah apa saja yang ada di pikirannya. Bahagia rasanya punya Shane pikirnya.


Dua puluh menit perjalanan, Stella sudah sampai di kantor Shane. Dia akan langsung masuk ruangannya tanpa memberi tahukannya. Stella hari ini hanya menggunakan Sweater lengan panjang dengan celana jeans saja. Meski seperti itu Stella sudah sangat cantik. Justru terlihat lebih muda.




Saat lift sudah terbuka Stella di sambut sekretaris Shane.


"Siang nyonya Stella," ucap sekretaris Shane.


"Siang, Shane ada di dalam?" tanya Stella dengan senyum cantiknya.


"Maaf nyonya, Tuan sedang ada meeting di luar." jawabnya.


Lebih baik Stella kembali saja, dan makanannya biar dia yang makan pikirnya. Saat Stella dalam perjalanan kembali ke butik dia melihat ada mobil Shane berhenti di sebuah hotel dan Ernest keluar dari mobil itu. Entah dia akan berlari kemana tapi dia kembali dengan security dan security membopong Shane yang seperti sedang pingsan.


Stella tau Ernest pasti yang membuat suaminya seperti ini. Dia langsung memerintahkan sopirnya untuk berputar balik. Karena mereka berada di dua jalur, dan jarak untuk putar balik cukup jauh. Jantung Stella sudah berdegup dengan kencang. Dia takut Ernest sudah melakukan yang lebih jauh.


Saat sampai lobby, Stella langsung menuju resepsionis, dia menunjukkan foto Shane dan berkata suaminya sedang di culik di hotel itu. Resepsionis langsung memberikan kunci duplikat kepada Stella. Sampai di depan kamar, Stella langsung membuka pintu hotel dengan keras.


Brakk....


"Bastard...!!!" teriak Stella yang langsung menjambak rambut Ernest yang sudah di atas Shane. Dia tarik rambut Ernest hingga jatuh ke lantai. Stella melihat tubuh Shane sudah polos, sedang Ernest tinggal memakai pakaian bawahnya saja.


"Aku tak akan membiarkan kau hidup pela***." teriak Stella dan terus memukuli Ernest yang sudah berada di bawahnya.


Saat Stella sibuk memukul Ernest, tangannya menggapai vas bunga dan akan memukulkan ke kepala Stella. Namun Stella melihat dan dia mengambil kasar vas bunga itu dan memukulkan keras ke kepala Ernest. Darah segar langsung mengalir di kepalanya.


Tiba-tiba Stella sadar dan membuang vas bunga itu. Dia menangis dengan apa yang terjadi pada suaminya. Sakit sekali hatinya. Sakit. Meski itu bukan salah suaminya.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


Jangan lupa follow ig othor ya ka.


IG_SHAKILABLUE