
Akhirnya Jake mulai membuka seluruh baju El dan bathrobe yang dia kenakan. Dia mulai menciumi bibir El yang sudah lama dia ingin lakukan. Sepertinya ini akan menjadi kebiasaan baru Jake. Bertubi-tubi dia hajar bibir istrinya. Setelah puas dia mulai turun ke leher El dan berakhir di dada El. Jake memandangi lama tubuh polos istrinya yang begitu indah.
Meski tanpa El dalam keadaan sadar, setelah melihat tubuh El yang begitu indahnya membuat malam Jake kali ini sangat bergairah. Jake sangat menikmati tubuh Ela hingga tak dia sisakan jejak yang menempel semua di tubuh El.
Bahagia? Ya. Tentu saja Jake bahagia. Bagaiman tidak, inilah yang di tunggu sebagaimana mestinya pengantin baru. Sangat menikmati! Jelas. Jake dari awal Jake sangat mendambakan istrinya. Dalam moment seperti ini tentu saja El menikmatinya. Hanya saja rasa itu tersamarkan karena El dalam keadaan tak sadar.
Jake menyadari saat masuk permainan intinya. aistrinya ini memang masih bersegel. Setelah sekian kejadian yang El alami. Itu aalah satu hal yang dapat Jake syukuri. Elnya masih dapat menjaga miliknya dari orang-orang yang tak bertanggung jawab.
"Maafkan keegoisanku honey, aku hanya ingin kau bangun dan sadar dari tidur panjangmu bahwa aku sangat membutuhkan kehadiranmu dalam hidupku. Please bangunlah." ucap Jake dengan air matanya yang sudah keluar.
"Maaf jika aku melakukan ini sekarang. Mungkin dengan cara ini kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu." ucap Jake kembali.
Tak terlalu lama Jake melakukannya. Setelah dia melepaskan benihnya pada El dia sudahi permainan tunggalnya. Sebelum tidur Jake mencium kembali bibir istrinya dan membawa El dalam pelukannya.
"Terima kasih sayang, percayalah aku sangat mencintaimu." ucap Jake sebelum akhirnya dia tertidur.
***
Keesokan harinya Jake mulai melakukan rutinitas barunya. Sebelum bangun dari ranjangnya Jake mencium bibir sang istri baru memandikan El dan memakaikan pakaiannya.
Tok...Tok...
"Kak, boleh masuk?" teriak Louise dari luar kamar.
"Masuk saja." jawab Jake.
"Waahhhhh kakak iparku cantik sekali. Sudah mandi yah? Ahhh iri deh, kakak ipar punya suami yang sweet banget." ucap Louise sambil memeluk kakak iparnya.
"Uhhh gemess, cantik banget sih kak istrimu ini." ucap Louise sambil mencubiti pipi El.
Jake yang melihatnya hanya geleng-geleng dengan tingkah adiknya itu. Saat tak ada yang melihat, El sedikit tersenyum samar.
"Sayangnya mommy cantik sekalii, sini duduk sebelah mommy," ucap Rose sambil memeluk El yang sedang duduk di kursi rodanya.
Meskipun El hanya bisa makan dengan cairan-cairan medis, tapi tetap keluarga Rose selalu mengajak El untuk makan di meja dan melakukan aktivitas lainnya. El juga masih menggunakan alat-alat penunjang hidupnya.
"Kalian akan berangkat kapan?" tanya Rose pada Jake dan 2 sahabatnya yang ikut sarapan pagi.
"Besok pagi mom," jawab Jake.
"Iya mom, mommy dan Louise tak ingin ikut kita?" ucap Reno.
"Tidak sayang, Mommy di sini saja menemani Louise." jawab Rose
Reno dan Marcel menganggap Rose adalah keluarganya. Jadi mereka memanggil Rose dengan sebutan mommy.
"Kau yakin tak ingin ikut kami Louise? takut banget jauh dari Alvin." goda Marcel.
"Mom, kak Marcel mom." ucap Louise mencari perlindungan.
Rose hanya menggelangkan kepala.
"Kalian berdua rencana kapan untuk mencari istri hmm? Berhentilah bermain wanita." tanya Rose pada Reno dan Marcel.
"Tuuhhh dengerin kata Mommy, Perempuan itu gag suka di mainin, makanya gag ada yang mau kan yang serius sama kak Marcel dan kak Reno." ucap Louise sambil menjulurkan lidahnya.
Lalu keduanya tertawa dengan ucapan Louise,
JANGAN LUPA KOMENT LIKE FAVORIT HADIAHNYA.
TERIMA KASIH KAKAK 🥰🥰