
"Kakak ipar kau belum bangun?" teriak Louise dari luar pintu kamar dan langsung masuk, namun dia tak menemukan El di sana.
"Kau di dalam kakak ipar?" tanya Louise dan mengetuk kamar mandi.
"Ya, tunggu sebentar." jawab El dan segera mencuci mukanya.
Louise menunggu El di sofa dengan membawa kotak di tangannya. Tak lama El keluar dari kamar mandi.
"Hey kau kenapa kakak ipar? Wajahmu pucat?" tanya Louise dan menghampiri El.
"Perutku sedikit sakit tadi, tapi sekarang sudah lebih baik." jawab El dengan senyum yang dipaksakan.
"Ah begitu, pasti kakak tidak menjagamu dengan benar. Awas saja dia nanti." gumam Louise yang kesal dengan sang kakak.
"Ayo kak kita keluar, aku ingin mengajakmu keluar. Dan pakailah pakaian ini kau pasti akan sangat cantik dengan pakaian yang aku siapkan untukmu." Louise pun memberi kotak yang dia bawanya.
"Maaf aku hanya ingin istirahat Louise." El menolak ajakan Louise dengan hati-hati.
"Ayolah kakak ipar hanya sebentar saja. Setelahnya akan aku bawa ke restoran yang paling enak disini." masih dengan ke kekehannya Louise memohon dengan mata kucingnya. Kalau sudah seperti ini El tidak mungkin menolak.
"Baiklah aku akan bersiap. Tapi kenapa aku harus menggunakan pakaian ini?" tanya El yang sudah membuka kotak yang di beri Louise.
"Karena kita juga akan ke tempat yang indah." Louise mendorong El ke kamar mandi untuk segera berganti pakaian. Dan dia menunggu di sofa.
Tak lama El keluar, Louise yang melihatnya tampak takjub. Sungguh gaun itu pas sekali di tubuh kakak iparnya. Hanya perlu polesan sedikit saja sudah pasti kakak iparnya ini akan semakin cantik. El menggunakan gaun panjang menjuntai menyentuh lantai berwarna putih gading, dengan tangan puff dan leher sedikit terbuka. Dibagian bawahnya penuh dengan berlian. Entah dirinya akan ikut Louise ke mana.
Setelah Louise memoles wajahnya, Louise langsung menarik El untuk segera keluar dari kamarnya. El mencari keberadaan Jake, tapi di bawah Jake juga tidak terlihat batang hidungnya. Louise membawa El menuju arah taman belakang. Suasana rumah saat itu sangat sepi, bahkan El belum melihat pelayan yang biasanya berlalu lalang di setiap sudut manssion rumahnya.
Ketika akan mendekati taman El berhenti.
"SURPRISEEE..." teriak Louise.
El melihat pria tampan menggunakan tuxedo berwarna senada dengan dirinya yang berdiri di tengah-tengah taman yang sudah di sulap menjadi taman yang di penuhi bunga dan di tangannya memegang buket bunga mawar putih.
Ya, pria yang berdiri itu adalah Jake suaminya.
Tak terasa air matanya menetes. El melangkah perlahan menuju suaminya. El berjalan di jalan setapak yang mengarah menuju Jake. Louise masih setia menemani El menuju kakaknya. Kurang dari satu meter El berhenti dan Louise melepas gandengan tangannya dan duduk di sebelah Alvin dan mommynya.
Jake datang mendekat dan menengadahkan tangannya yang di sambut dengan El. Jake membawa El ketempatnya dia berdiri tadi dan menghadapkan El di hadapannya.
"Maafkan aku honey karena belum merayakan pernikahan kita. Hari ini aku mengundang semua orang untuk mengenalkanmu pada dunia bahwa Elizabeth Dominic adalah istri dari Jake alordi Graham. Sekaligus aku ingin secara resmi melamarmu." Jake berhenti sejenak dan meneruskan kata-katanya.
"El aku tak punya apapun untuk aku berikan padamu. Aku hanya bisa memberimu keluarga dan cinta. Aku sudah menunggu saat ini untuk waktu yang lama. Untuk mengatakan ini, aku butuh banyak waktu. Mempertimbangkan segala hal yang mungkin terjadi. Bermunajat pada Tuhan untuk menentukan pilihan yang paling tepat. Berkali-kali ku tanya pada hatiku sendiri. Sudah tepatkah pilihanku? Dan berkali-kali pula jawabanku tetap sama, itu kau. Kau adalah alasanku tersenyum. Kau adalah semangatku mencapai kesuksesan. Segala yang kulakukan adalah tentangmu. Kau mungkin memegang tanganku untuk sementara waktu, tetapi kau memegang hatiku selamanya. Maukah kau mewujudkannya dengan menemaniku seumur hidupmu El?" dengan tegas Jake berucap.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK, TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE