
Shane hari ini sungguh sangat sibuk. Pekerjaannya benar-benar membuat dia tak ingat mengabari Stella sama sekali. Hingga pukul 11 malam baru dia menyudahi pekerjaannya yang tak kunjung selesai itu. Dia memutuskan untuk pulang saja. Di perjalanan dia pergunakan untuk istirahat sejenak.
Sesampainya di Apartement dia masuk dan tak melihat Stella di sana. Mungkin Stellanya sudah tidur di kamarnya pikirnya. Karena terlalu lelah dia langsung merebahkan tubuhnya di sofa dan langsung tertidur pulas. Sekitar pukul delapan pagi dia baru terbangun dan akan ke kamar mandi di kamar Stella.
Saat dia masuk kamar, dia masih tak melihat Stella. Hingga akhirnya setelah mandi dia membuka ponselnya karena ingin menanyakan di mana Stella berada. Dia membuka ponselnya dan banyak sekali panggilan masuk dari Stella sejak kemarin. Dia membuka pesan dari Stella satu persatu.
Kesal dia dengan dirinya sendiri, karena merasa bersalah sudah mengabaikan kekasih barunya itu. Dia menghubungi Stella tapi ponselnya tidak aktif. Yang ada di pikiran Shane mungkin ponselnya kehabisan baterai. Dia akan mampir saja ke kantornya nanti kalau seperti itu.
Selesai sarapan dia langsung berangkat menuju mobil dan sudah ada Edy yang menunggunya. Edy melajukan mobilnya ke kantor Stella setelah mendapat instruksi dari bossnya. Perjalanan hanya 20 menit dari Apartement Stella. Shane pun langsung menuju respsionis.
"Maaf apa ada yang bisa kami bantu tuan?" tanya resepsionis yang sudah salah tingkah karena melihat ketampanan Shane.
"Saya ingin bertemu dengan nona Stella." jawab Shane masih dengan wajah datarnya.
"Baik akan saya hubungi ruangan nona Stella." Resepsionis itupun menghubungi ruangan Stella dengan telpon penghubung.
"Maaf tuan Nona Stella belum datang, mungkin tidak masuk hari ini." ucap resepsionis.
"Baik terima kasih." wajah Shane langsung cemas. Dia melihat Edy dan Edy langsung ke tempatnya.
"Apa tadi pagi kau melihat Stella keluar dari Kamarnya?" tanyanya pada Edy.
"Saya belum bertemu dengan nona dari semalam tuan." Edy memang belum bertemu Stella sejak terakhir kemarin mereka berangkat ke kantor.
"Sepertinya Stella tidak pulang semalam, Karena tempat tidurnya masih tertata rapi, dan kamar mandinya tadi pagi masih kering. Coba kau periksa CCTV. Kenapa perasaanku jadi tidak enak?" Shane agak curiga, karena dia memang merasa agak aneh. Kamar mandi tadi pagi tak basah sama sekali. Apa yang sebenarnya sedang terjadi?
"Baik tuan." Edy langsung menghubungi pihak apartement.
Shane memang salah, karena larut dalam pekerjaannya dia sampai tak mempedulikan Stella. Tentu saja Stella marah. Dan sekarang dia tak tau dimana Stella.
***
Sesaat Stella terbangun dari tidurnya...
"Kau sudah bangun baby?" Robert menghampiri Stella dan mengecup bibirnya. Stella sudah tak punya tenaga untuk menghindar dari ciuman Robert.
"Aku ingin pulang Robert." ucap Stella lirih.
"Aku membawakanmu sarapan pagimu baby, kau terlihat agak pucat pagi ini. Lihatlah ini kesukaanmu." dia tak menghiraukan keinginan Stella untuk pulang.
Stella ingin ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dulu. Namun saat akan berdiri tiba-tiba...
Brakkk..
"Baby kau kenapa?" Stella pingsan karena kelelahan dua hari setelah kepulangannya dari Canada dia bekerja tak mengistirahatkan dengan baik, dan lagi dia tak makan seharian kemarin.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka
IG_SHAKILABLUE