
"Mom apa yang terjadi mom?" tanya Shane saat sampai di depan ruang UGD. Masih dengan napasnya yang ngos-ngosan dia melihat mommynya yang sudah penuh darah di pakaiannya.
"Ah sayang kau sudah datang. Stella sudah melahirkan sayang di dalam mobil saat akan membawakanmu makan siang." ucap El dan El menceritakan semua kronologinya pada Shane.
"Oh God Stella... Seharusnya aku tak hadir meeting hari ini. Seharusnya aku ikut menemani Stella saja di rumah." menyesal Shane harus ke kantor hari ini. Sebenarnya Shane sudah sebulan tak masuk kantor. Dia hanya mengerjakan pekerjaannya dari rumah saja. Karena dia ingin menemani kehamilan Stella yang sudah besar. Tapi hari ini Tuan Thompson dari Jerman ingin langsung bertemu dengan Shane membahas bisnisnya itu. Jadi dengan terpaksa Shane datang menemui Tuan Thompson di perusahaan.
Terlihat perawat keluar dari ruang UGD, kemudian Shane dan El segera menghampiri perawat.
"Maaf dengan keluarga pasien?" tanya perawat yang baru saja keluar pada El dan Shane.
"Saya suaminya sus." jawab Shane.
"Nona kehilangan banyak darah. Stock yang kami siapkan untuknya masih kurang. Dan stock dari rumah sakit sudah kosong. Apa ada dari keluarga yang memiliki golongan darah O?" tanya perawat.
"Darah saya O sus ambil darah saya, saya daddynya." ucap Jake yang baru saja datang dari belakang El dan Shane.
"Baik, mari ikut saya tuan." jawab perawat dan mempersilahkan Jake untuk ikut dengannya.
"Oh God, thank you sayang." ucap El melihat suaminya yang siap mendonorkan darahnya untuk Stella.
"Thanks dad." Shane juga bersyukur, kedatangan daddynya bisa membantu. Dan di jawab senyum oleh Jake dan berlalu pergi.
Shane sungguh menyesal karena tak bisa mendampingi Stella di saat pentingnya. Moment yang seharusnya mereka lalui bersama justru Stella sendiri yang harus merasakannya sendiri. Kasian sekali istrinya itu.
Tak lama Jake kembali dengan tangan yang ada plester perban kecil di lekukan tangannya. El menghampiri suaminya dan langsung memeluknya.
"Terima kasih sayang." ucap El. Jake tersenyum dan membalas pelukan istrinya.
"Kau harus ganti pakaianmu dulu honey. Aku akan menyiapkannya." Jake melihat banyak sekali darah pada pakaian El. Dan di jawab dengan anggukan oleh El.
"No problem son."
Satu jam berlalu, dokter dan perawat terlihat keluar dari ruang UGD.
"Kondisi pasien sudah lebih baik, tinggal menunggu pasien sadar. Kami akan pindahkan pasien ke ruang perawatan." jelas dokter.
"Terima kasih dok." jawab Shane. Ada dua suster mendorong tempat tidur Stella dari dalam menuju ruang perawatan. Shane melihat wajah pucat istrinya yang masih belum sadar. Stellanya sudah berjuang sendiri untuk buah hatinya.
Di ruang perawatan..
Shane duduk di kursi yang dekat dengan tempat tidur istrinya dengan memegang tangan istrinya. Dan tangan yang satu lagi untuk mengelus wajah istrinya. Saat Shane mengelus mata Stella. Stella membuka matanya perlahan.
"Shane?" ucap Stella lirih.
"Honey maafkan aku. Aku tak ada saat kau membutuhkanku. Sorry." jawab Shane lembut dengan mencium tangan Stella. Dan di jawab kerlingan mata oleh Stella.
"Sayang kau sudah bangun?" tanya El yang sudah berdiri di samping Stella. Stella tersenyum melihat mommynya.
"Maaf permisi, ini bayinya nona." ucap perawat yang tiba-tiba masuk dan membawa seorang bayi kecil yang sudah di pakaikan pakaian. Dan menyerahkan pada Stella.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE