My Hero My Love

My Hero My Love
Membuat keputusan



Saat di dalam mobil Jake hanya memeluk El, tak ada pembicaraan di anta keduanya. El terlihat masih menangis dalam diamnya. Tapi Jake terus menghapus air matanya yang keluar tak tau diri itu. Jake semakin mengeratkan pelukannya.


Setibanya di manssion, Jake menggendong El dan menidurkan El di ranjangnya. Dia mengambil waslap dan baskom berisi air hangat untuk membersihkan kaki istrinya yang kotor akibat tadi berlari tanpa sepatunya. Banyak goresan disana namun tetap tak membuat El sakit.


Setelah itu Jake membersihkan dirinya sebentar dan ikut bergabung dengan El di ranjang dan membawa El ke dalam pelukannya dan memeluknya erat. El justru semakin menangis sesenggukan di pelukan Jake.


Akhirnya setengah jam berlalu El sudah terlihat lebih tenang.


"Honey kau belum makan sayang, aku ambilkan makan dulu ya?" ucap Jake dengan suara lembutnya. El hanya menjawab dengan gelengan.


"Aku bawakan ke sini ya?" ucap Jake sekali lagi. Tapi El menahannya.


"Jangan tinggalkan aku." El masuk kembali kepelukan suaminya dan mengeratkan pelukannya lebih dalam


"Aku selalu disini honey, tenanglah hmm?" Jake menepuk kembali punggung El agar istrinya merasa nyaman.


"Aku melihatnya Jake. Aku takut dia kembali melakukan perbuatannya padaku. Atau justru akan membunuhku." ucap El.


"Siapa maksudmu honey?" tanya Jake yang memegang dagu El untuk melihat ke arahnya.


"Dia yang menjualku Jake. Aku takut." jawab El yang mulai menangis kembali.


Jake mengerti siapa yang di maksud El. Itu berarti Eros berada di Canada saat ini. Itu akan membahayakan istrinya jika El berada di luar sana. Jake akan mengambil tindakan kalau seperti itu. Oh iya, Jake belum menceritakan pada El bahwa kematian ibunya adalah perbuatan Eros. Jake hanya tidak ingin El kembali trauma. Biarkan masa lalu akan menjadi masa lalu.


Tapi jika sampai Eros menyentuh istrinya. Jake tak akan tanggung-tanggung untuk menghabisinya dengan sekali tebasan saja atau mungkin akan membuat Eros mati segan hidup tak mau. Jake dulu memang tidak membereskan Eros karena berpikir biarkan El yang akan menentukan nasib Eros. Tapi ternyata dia salah.


Jake bukan tidak tau apa yang dilakukan Eros. Jake mempekerjaan mata-matanya untuk memantau apa saja yang di lakukannya. Eros bahkan selalu berbuat curang untuk mendapatkan proyek-proyeknya. Dan menyingkarkan siapa saja yang melawannya.


Setelah El tertidur Jake bangun dan menghubungi Alvin.


"Alvin kau tau kan apa yang harus kau lakukan pada Eros? Lakukan secepatnya dan jangan berikan kabar baik padaku." ucap Jake.


"Baik tuan," jawab Alvin dan menutup telponnya.


Keesokan harinya Jake bangun terlebih dulu dan mencium bibir istrinya.


"Honey wake up." bisik Jake di telinga El. El mulai membuka matanya dan memandang wajah tampan suaminya.


"I love you honey." bisik Jake kembali.


"I love you too." jawab Jake dan membuat Jake bahagia.


"Hari ini kita akan ke pantai. Ayo bersiaplah." Jake akan membawa El jalan-jalan agar pikirannya teralihkan.


"Mandikan aku." ucap El manja.


"Of course honey. Dengan senang hati." jawab Jake dengan senyum nakalnya. Tentu saja Jake menyambut permintaan istrinya dengan sangat senang.


Jake tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang datang padanya. Drama kolosal panas tentu saja dia lakukan di dalam kamar mandi. Entah sampai berapa ronde di dalam sana. Yang jelas sudah lebih dari satu jam mereka berada di kamar mandi. Biasalah pengantin baru.