
Bossnya itu adalah Shane. Shane memang sedang berhubungan dengan Martha. Sejak menjalankan bisnisnya, Shane memang sering datang ke acara pesta kantor. Dan mereka berkenalan di sana. Shane awalnya hanya menganggap Martha dalah wanita yang enak di ajak berbicara. Karena kegigihan Martha yang terus mencoba mendekatkan dirinya pada Shane, akhirnya Shane mencoba menerima Martha sebagai kekasihnya.
Shane memang sering sekali bertemu Martha di club malam milik teman Shane. Shane sering ke club malam hanya sekedar menghilangkan penatnya setelah seharian bekerja. Dia tak pernah bermain wanita meskipun teman-temannya selalu menawarkan wanita-wanita yang aduhai.
Tapi Shane tak tau apa saja yang di lakukan Martha. Bagi Shane itu adalah privasi Martha. Dan dia menghargai itu. Namun sekarang dia baru tau apa saja yang di lakukan Martha terpampang jelas di matanya. Baru saja kekasihnya itu sedang melakukan adegan panas dengan pria lain, dan entah hanya pada pria itu saja atau tidak.
Meski Shane tidak terlalu ambil pusing jika hubungannya dengan Martha gagal, tapi penghianatan itu yang tidak bisa dia terima. Dia akan membalas apa yang telah Martha lakukan padanya.
Kedua anak Jake memang menuruni sifat daddynya yang suka sekali jika menyelesaikan masalah harus sampai akar-akarnya. Karena jika tidak seperti itu jelas pada akhirnya pasti ada yang menderita. Itu prinsip daddynya dulu. Itu juga karena pengalaman yang mengajarkan Jake tentang prinsipnya itu.
Dan Shane masih sangat mengingat wajah pria yang berhubungan dengan Martha tadi. Dia hanya seorang manager pemasaran di perusahaan Shane. Jelas itu sangat mudah bagi Shane.
Keesokan harinya saat Shane sibuk dengan kerjaan di kantor, Sekretarisnya mengabarkan bahwa Martha ingin bertemu dengannya. Dan Shane membiarkannya masuk. Shane sangat memang tidak pernah mengijinkan Martha ke kantornya sebelum bertanya terlebih dulu padanya. Karena memang Shane adalah penggila kerja. Jadi ketika di kantor dia hanya akan bekerja.
Tak butuh waktu lama Martha tiba di lantai 59 dan langsung masuk ke ruangan Shane.
"Hey baby, aku merindukanmu. Maaf aku ke sini tanpa memberitahukannya padamu dulu. Maafkan aku." ucap Martha manja dan langsung duduk di pangkuan Shane dan mencium bibirnya.
"Terima kasih baby. Baby aku ingin mengajakmu ke club. Temanku yang dafi Australia datang menemuiku, dan aku ingin memperkenalkan dirimu padanya. mau yah? Please..." sambil melingkarkan tangannya di tangan Shane Martha terus menciumi bibir Shane.
"Hmm, baiklah. Aku akan selesaikan pejerjaanku terlebih dulu." jawab Shane yang masih menahan emosinya. Dia ingin tau permainan seperti apa yang ingin dia berikan padanya.
Shane harus extra sabar untuk menerima permainan Martha nanti. Tangan sudah gatal ingin membalaskan penghianatan yang di berikan padanya.
Setengah jam berlalu Shane dan Martha bersiap untuk berangkat ke club. Setibanya di club Martha membawa Shane masuk ke ruang VVIP yang sudah dia pesan. Ketika keduanya masuk Shane melihat sudah ada beberapa teman Martha dan salah satunya pria menjijikkan itu.
Saat Shane masuk, beberapa wanita yang ada di sana langsung terpana dengan ketampanan Shane dan semuanya segera merapikan dandanannya yang sedikit berantakan karena kelakuan mereka dengan pasangan masing-masing. Shane hanya menanggapinya hanya dengan muka tanpa ekspresinya saja.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK, TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE