
Ketika di pintu utama Shane di bantu Edy mendobrak pintu hingga terbuka. Saat pintu terbuka Shane di suguhkan dengan pistol yang mengarah ke kepala Stella oleh Robert.
"Buang pistol kalian," ucap Robert yang sudah menodongkan pistolnya ke kepala Stella
Sebelum kejadian...
"Sepertinya ada suara tembakan?" gumam Stella dan berdiri melihat ke arah jendela.
"Iya benar itu suara tembakan," Stella masih mencari dari mana suara berasal. Tiba-tiba ada suara dari belakang Stella.
"Apa yang kau lakukan Robert?" ucap Stella meringis, karena Robert sudah memegang pistolnya.
"Siapa pacarmu?" Stella bingung dengan pertanyaan Robert.
"Apa hubungannya pistol itu dengan pacarku?" tanyanya dan sedikit menjauhi Robert.
"Cepat katakan siapa pacarmu, hah?" Robert mulai geram dan mengarahkan pistolnya ke arah Stella.
Jelas Stella kaget dan terjatuh di lantai. Apa hubungan pacarnya dengan pistol yang di pegang Robert? Apalagi mereka sedang berada jauh dari kota. Apa itu Shane memang Shane? Apa Shane menemukannya? Apa dia akan bebas dari laki-laki ini?
"Aku tidak tau siapa dia Robert. Robert tolong letakkan dulu pistolmu Robert." Stella semakin takut karena Robert teoa mengarahkan pistol ke depan wajahnya.
"Jangan bermain dengan ku Stella. Kalau tidak besi panas ini akan bersarang di kepalamu." ucap Robert dan berdiri melihat ke arah jendela.
"Ak..aku benar tidak tau. Tolong jauhkan benda itu Ronert. Please." permohonan Stella sama sekali tak di gubrinya.
"Ikut aku, cepat berdiri." teriak Robert sambil menarik tangan Stella kasar.
Stella sampai menangis di buatnya. Masalahnya itu bukan senjata main-mainan. Itu senjata yang sekali di tembakan akan membuat darh keluar dari tubuhnya dan bisa mati. Lemas sudah Stella dengan apa yang terjadi. Dia tak menyangka bossnya Robert sampai terobsesi seperti ini pada dirinya.
Andai waktu bisa berputar, dia akan memilih tidak bekerja saja. Dari pada nyawa taruhannya. Tapi kalau sudah seperti inj apa uang harus di lakukan? Nasi sudah menjadi bubur.
"Kau akan menjadi jaminan untukku hidup, atau kita berdua yang akan mati." ucapnya dan terus menarik tangab Stella hingga berhenti di bawah tangga, tepat berhadaoan dengan pintu keluar.
Glek....
"Apa aku akan mati seperti ini Tuhan? Aku masih perawan. Oh God... Shane saja hanya baru mencium bibirku," batin Stella.
Apa hubungannya sih Stell??
Tambah deraslah tangis Stella, dia takut hidupnya hanya spai sini saja. Sedangkan dirinya masih muda dan belum menikah. Bahkan dia baru saja merasa bahagia lagi
Tak lama dari arah lua terdengar suara dobrakan. Dan saat terbuka Stella kaget, karena yang ada di depannya adalah Shane. Ya benar itu Shanenya, Shane yang membuatnya kesal kemarin.
"Buang pistol kalian," ucap Robert yang sudah menodongkan pistolnya ke kepala Stella.
Shane melihat ke arah kekasihnya yang sudah berantakan itu. Dia menangis di sana. Sedangkan dirinya baru datang menyelamatkannya. Ya Tuhan situasi seperti apa ini?
"Baik, akan kami turuti. Tapi biarkan dia pergi terlebih dulu." Shane memohon.
"Kau pikir aku bodoh hah?" ucap Robert meninggi.
"Buat anak buahmu mundur dan pergi dari sini. Atau aku tembakan sekarang ke kepalanya." Robert semakin menekan pistolnya ke kepala Stella.
Stella hanya bisa diam dan air matanya terus saja mengalir. Ini bukan film James bond, tapi kenapa dirinya sekarang seperti sedang shooting? Bisa ikutan gila Stella.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE