
Stella sudah selesai bersiap, dia hanya menggunakan dress selutut motif bunga, dia tampak cantik hanya dengan dandanan yang sederhana seperti itu. Shane sempat merasa detak jantungnya sedikit lebih cepat saat melihat Stella keluar dari kamar. Dan dengan aroma vanila di tubuhnya seakan membuat nyaman orang yang berada dekat dengannya.
Shane sendiri hanya menggunkan kaos biru lengan pendek yang jasnya sudah dia lepas dengan kacamata yang bertengger di sana membuat tuan handsome ini semakin tampan. Terlihat fresh jika melihatnya.
Shane menggendong Stella menuju lobby hotel dan menunggu parkir vallet membawa mobilnya. Stella tak bosan-bosannya memandangi tuan handsomenya itu. Senyumnya membuat jantung Stella seakan runtuh. Ah tampan sekali.
Shane hanya mengajak berkeliling saja dengan menuju tempat-tempat indah di Canada. Stella merasa suasana hatinya lebih baik sekarang. Dia adalah tipe wanita yang tertutup. Selalu memendam masalahnya sendiri. Sehingga yang orang tau dirinya tak pernah punya masalah. Bahagia saja.
Karena waktunya makan siang, Shane berhenti di sebuah restoran ternama di Canada. Restoran kesukaan El mommy. Daging asap. Hingga saat ini keluarga besarnya selalu menyempatkan diri untuk berkumpuldan makan di sana 2x dalam sebulan.
Louise dan Alvin juga selalu ikut hadir bersama anak gadisnya yang berusia 26 tahun. Sikap Louise yang selalu meramaikan suasana membuat keluarga besar selalu bahagia. Sedangkan Jake masih saja bucin dengan istrinya El. Kejadian di masa lalu membuat Jake selalu ingin memberikan kasih sayang yang berlimpah pada El. Dia hanya tidak ingin Elnya kekurangan kasih sayang.
Rose sudah meninggal 5 tahun yang lalu. Dan itu membuat El merasa sangat kehilangan. Rose adalah sesosok ibu baru yang membuat dirinya memiliki orang tua kembali. Rose tak pernah membeda-bedakan Louise dan El. Dan itu membuatnya sempat drop di awal meninggalnya Rose.
"Uwaaahhh.. ini enak sekali tuan handsome." teriaknya dengan mulut yang penuh makanan.
"Kau bisa tambah jika mau." tanya Shane yang tersenyum melihat tingkah Stella.
"Tentu saja aku akan menambah makanan ku tuan. Tapi aku ingin memakannya di rumah saja. Jadi tolong di bungkus yah. Aku tidak ingin menyia-nyiakan tawaran tuan handsome. Apalagi tuan handsome sampai memaksa seperti itu." tidak ada yang memaksa Stella. Shane tersenyum mwndengar ocehan gila Stella. Dan senyumnya sukses membuat Stella lumer.. Ambyar wes.. 😅
Acara makan selesai, dan Stella sudah merasa perutnya akan meletus. Dan rasa kantuk mulai datang menghampirinya. Sebelum mengantarkan pulang Shane membawa Stella melewati CN Tower. Dan membuat perjalanan terakhir Stella di tutup dengan bahagia. Setidaknya dia membuat kenangan indah dan berkenalan dengan pria tampan seperti Shane.
Tak terasa Stella sudah tertidur. Saat Shane akan membangunkan Stella dari tidurnya, dia melihat wajah Stella yang terlihat sendu dalam tidurnya dan tiba-tiba air mata menetes di pipi Stella. Shane yang melihatnya merasa tak tega untuk membangunkannya. Seperti itukah sakitnya sampai dia menangis dalam tidurnya.
"Sudah sedalam apa cintamu pada pria brengsek itu Stella?" batin Shane.
Shane turun perlahan dan menggendong Stella menuju kamar hotelnya. Dia menidurkan Stella di ranjangnya. Dia keluar kamar, dan membuka ponselnya untuk mengecheck sebentar kerjaannya lewat email yang terhubung langsung dengan akses kantor.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK, TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE