My Hero My Love

My Hero My Love
Bantuan Denize



Dan betapa terkejutnya Stella melihat isi surat itu.


Aku tau kau bekerja di Resort saat ini baby. Aku akan segera membawamu pergi. Kau milikku baby. Bersiap siaplah. Robert...


Stella dengan cepat menghubungi Shane. Sudah berkali-kali tapi masih tak ada respon sama sekali dari Shane. Dia mencoba menghubungi Edy. Saat Edy mengangkat panggilannya, Stella langsung menceritakan soal surat itu pada Edy.


"Edy di mana Shane? Aku ingin bicara padanya. Aku tak bisa menghubunginya." Stella sudah kebingungan di ruang kantornya, dia takut tiba-tiba Robert datang dan membawanya lagi seperti dulu.


"Tuan masih ada konferensi pers nona. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Edy.


"Cepat katakan pada Shane, Robert mengirimkanku surat dia tau kalau aku sekarang sedang bekerja di resort. Aku takut dia membawaku lagi Edy." semakin gusar Stella.


"Baik nona. Nona berada di mana saat ini? Saya akan mengirimkan anak buah saya untuk menjaga nona." Edy bingung, dia ingin memberi taukan perihal ini pada Shane tapi Shane masih berada di podium.


"Baiklah akan segera aku kirimkan alamatnya dan nama resortnya. Aku menunggumu Edy. Terima kasih."Jawab Stella dan menutup telponnya.


Stella sudah menyiapkan barang-barangnya, dia akan ijin pulang cepat dan sembari menunggu anak buah yang dikirimkan Edy padanya. Saat menuju ruangan bossnya. Stella melihat karyawan lain yang sedang heboh melihat berita di tv. Karena tingkat keingintahuannya yang tinggi Stella mengintip ada berita apa yang bikin heboh wanita-wanita itu.


Ternyata Stella melihat Shane berada di podium dan di temani seorang model cantik asal Negaranya. Yang menjadi fokus Stella adalah tangan si model yang menempel di lengan Shane. Dan Shane terlihat biasa saja dengan hal itu. Hancur sudah hati Stella. Pasalnya dia saja dengan Shane tak pernah berhubungan baik karena Shane yang selalu sibuk, dan ini Shane justru membawa wanita lain di tempat umum. Tiba-tiba saja air matanya menetes.


"Hey Stella kau kenapa?" tanya Denize yang melihat Stella menangis.


"Terus kenapa kau menangis?" Denize bingung, masalahnya Stella menangis dan terlihat benar-benar sedang bersedih.


"Ahh lupakan, aku akan ke ruangan boss dulu, aku akan ijin pulang cepat. Aku ada urusan mendadak." Stella mengalihkan pembicaraan dan menghapus air matanya.


Stella berlalu pergi dan langsung menuju ruangan bossnya. Dia memohon ijin dengan alasan ada kepentingan mendadak yang menyangkut hidupnya.


Stella melihat ponselnya yang sudah berdering sejak dia di ruangan bossnya. Dia melihat nomor yang tak dikenal di layar ponselnya. Stella tau itu pasti Robert. Semakin paniklah dirinya.


Yang ada di otak Stella sekarang adalah berita Shane dan surat dari Robert. Jelas itu membuat Stella frustasi. Dia akhirnya meminta bantuan pada Denize. Dia sudah terlalu lelah dengan hubungannya yang tidak jelas dengan Shane.


Stella meminta tolong pada Denize untuk membelikan tiket pesawat atas nama Denize dan akan minta antar ke bandara dengan mobil Denize. Meski bingung, Denize berusaha membantu permintaan Stella. Denize memang baru mengenal Stella, tapi Denize merasa Stella adalah orang yang baik.


Saat semuanya sudah siap Stella langsung bergegas menuju bandara. Perjalanan menuju bandara sekitar 2 jam dari resortnya. Saat mobil Denize keluar dari gerbang resort, tampak ada mobil Shane baru masuk resort.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤ 


Jangan lupa follow ig othor ya ka.


IG_SHAKILABLUE