
"Hy nona, wait. Ini kartu namaku. Boleh aku tau namamu?" tanyanya lagi dan melihat ke arah Killa.
"Good boy, aku tau kau melihat Killa dari tadi. Tapi tak semudah itu kau merayunya. Kau cukup tampan tuan tapi tak setampan Shaneku.." batin Stella tersenyum nakal.
"Killa." jawab Killa singkat.
"Maaf kami permisi dulu lex. Bye." ucap Stella dan menarik tangan Killa untuk menjauh. Stella menarik Killa ke toko underwear. Lalu dia tertawa keras di sana. Killa hanya bingung kenapa Stella tertawa seperti itu.
"Dia menyukaimu sayang. Lihatlah wajahnya ketika aku menggagalkan nya untuk berkenalan denganmu." ucap Stella dan tentu saja pernyataan Stella itu membuat pipi Killa memerah. Stella yang melihatnya langsung mencubit pipi Killa yang merah. Gemas sekali Stella melihatnya.
Setelah puas berbelanja, Killa akan mengajak Stella mampir ke kantor Shane. Hanya 15 menit perjalanan dari mall ke kantor Shane. Sesampainya di kantor, Killa langsung menuju ruangan Shane di lantai paling atas. Saat lift terbuka sekretaris Shane berdiri dan tersenyum pada Killa dan mempersilahkan Killa masuk.
"Selamat Sore tuan Adolf." sapa Killa dengan senyum cantik. Adolf adalah Sekretaris Shane. Usianya sudah 41 tahun. Tapi badannya tetap terlihat kekar.
"Sore Nona muda." jawab Adolf dan membungkukkan kepalanya.
Saat membuka pintu Killa melihat kakaknya dengan Ernest sedang berbincang dan Ernest yang tersenyum bahagia. Entah apa yang di bahas.
Killa mengenal Ernest karena dia adalah teman sekelas Ernest. Killa tidak terlalu suka dengannya karena Killa menganggap Ernest adalah gadis yang sombong. Sedangkan Stella yang melihat kekasihnya tersenyum dengan wanita lain, merasa sedikit cemburu. Tapi dia mencoba menepisnya, mungkin hanya rekan kerja pikir Stella.
"Kau sedang ada tamu kak?" tanya Killa dan melihat ke arah Ernest. Shane hanya mengangguk dan asyik memeluk Stella. Killa tidak akan menampakkan rasa tidak sukanya pada Ernest. Karena Killa memang bukan tipe seperti itu. Dia tetap tersenyum menyambut Ernest.
"Hey Killa apa kabar?" tanya Ernest dengan basa basinya dan mengulurkan tangannya pada Killa.
"Yah, i'm good. Ada perlu dengan kakak nest?" tanya Killa lembut, dan di jawab dengan anggukan oleh Ernest.
"Honey kenalkan dia Ernest. Kami sedang ada kerja sama bisnis. Ernest kenalkan dia tunanganku." ucap Shane dengan tangan yang masih memeluk bahu Stella. Stella menoleh kearah Shane dan Shane tersenyum melihatnya. Oh tampan sekali kekasihnya itu. Dan tunangan? Sejak kapan? Ernest yang mendengarnya tersenyum kecut.
Karena merasa canggung Ernest pamit undur diri. Sebenarnya tadi juga mereka sudah menyelesaikan obrolan bisnisnya. Hanya saja Ernest masih ingin berlama-lama dengan Shane hingga akhirnya Killa dan Stella datang.
Selama Killa di ruangan Shane, Killa merasa seperti melihat drama telenovela saja. Bucin sekali kakaknya itu. Padahal sebelum mengenal Stella, tak pernah Killa melihat sifat Shane yang seperti itu. Tapi dia bahagia karena pilihan kakaknya tepat. Stella wanita baik meski perkataannya blak-blakan. Dan Killa suka itu.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE