My Hero My Love

My Hero My Love
Defribrilator



"Tangkap dia pak." ucap Killa dan Satpam dengan gesit mengejar Renald yang akan melarikan diri lewat dinding pembatas rumahnya. Satpam menarik kakinya dan saat berhasil jatuh satpam memukul bagian belakang lehernya agar dia tak berulah lagi.


Killa segera lari ke dalan villa dan menggunakan pakaiannya. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi ambulans. Dan juga daddynya. Sedang Alex masih berada di belakang villa di atas gazebo bersama satpam dan Renald yang sudah pingsan. Satpam ikat tangannya di tiang gazebo dan juga sudah menghubungi polisi untuk meringkus Renald. Killa pastikan Renald akan masuk ke dalam penjara karena pasal berlapis yang sudah di lakukannya.


Tak lama ambulans pun datang, Alex segera di larikan ke rumah sakit terdekat. Killa dengan setia menemaninya di dalam ambulans. Dia menangis melihat darah yang sudah memenuhi pakaian suaminya itu.


Sesampainya di rumah sakit Alex segera di bawa ke ruang ICU. Karena darah yang di keluarkan Alex sangat banyak sehingga membuatnya melemah. Sampai Alex harus menggunakan defribrilator untuk membantu merangsang agar detak jantung dan otot jantungnya kembali berfungsi dengan normal.


Killa sempat melihat saat Alex di pacu jantungnya dengan defribrilator dari jendela sebelum perawat menutup tirai ruang ICU. Dia menangis sejadi-jadinya melihat kondisi suaminya yang seperti itu. Daddy dan mommynya terlihat sedang berlari menuju ruang ICU dan mendapati Killa yang menangis.


"Sayang apa yang terjadi?" tanya El melihat putrinya yang terduduk di kursi tunggu sambil menarik-narik rambutnya. Killa takut jika sampai terjadi apa-apa dengan Alex. Meski masih dengan suara yang sesenggukan karena tangisnya, Killa menceritakan kronologi kejadiannya kepada mommy dan daddynya.


"Daddy akan pastikan pria itu akan berakhir di penjara." ucap Jake yang geram sekali putrinya di lecehkan. Belum lagi kondisi Alex yang seperti itu karena melindungi putrinya. Satu hal yang membuat Jake bahagia adalah Alex rela berkorban untuk Killanya.


Tiga puluh menit berlalu Alex di pindahkan ke ruang operasi setelah mendapat persetujuan Killa tentunya.


Dua jam sudah Alex di dalam ruang operasi, akhirnya pintu ruang operasi terbuka. Dan Killa segera mendatangi dokter yang baru keluar.


"Bagaimana kondisi suami saya dok?" tanya Killa yang masih mengeluarkan air matanya.


"Operasinya berjalan dengan lancar. Namun selama 24 jam kedepan masih dalam pengawasan kami.


"Terima kasih dok." Lega Killa mendengarnya. Setidaknya Alex sudah lebih baik kondisinya sekarang.


Alex di pindahkan ke ruang perawatan oleh perawat. Terlihat sekali wajah Alex yang pucat. Killa di temani El mommynya masuk ke ruang perawatan Alex. Sedang daddynya masih setia menghubungi Alvin di luar.


"Jangan menangis lagi sayang. Kau sudah aman sekarang. Alex juga sudah lebih baik. Hanya menunggu sampai dia sadar maka semuanya akan baik-baik saja hmm.." ucap El yang berdiri di belakang Killa sambil menepuk-nepuk pundaknya.


"Mom kapan Alex sadar?" tangan kiri Killa memegang tangan mommynya yang ada di pundaknya. Sedang tangan kanannya memegangi tangan Alex.


"Yang sabar sayang, Alex pasti akan segera sadar. Tenangkan pikiranmu. Dan jangan menangis lagi. Nanti jika Alex sadar dan melihat wajahmu yang sembab, Alex pasti sedih." Killa mendongakkan kepalanya melihat mommynya dan Mommynya mencium kening Killa.


Waktu sudah menunjukkan pukul satu malam. Daddy and mommynya bahkan sudah tidur di sofa. Sedang dirinya masih terjaga menunggu Alex sadar.


"Sayang bangunlah. Aku merindukanmu." saat ini Killa setengah membungkuk mencium kening suaminya. Tak terasa air matanya menetes tepat di kelopak mata Alex. Tiba-tiba ada pergerakan di bola matanya namun Killa masih belum menyadarinya.


"Ergghh.."


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


Jangan lupa follow ig othor ya ka.


IG_SHAKILABLUE