My Hero My Love

My Hero My Love
Kado terindah di hari ulang tahunku



Seminggu sudah Jake berada di New Jersey. Dia bahagia karena selama seminggu ini dia benar-benar fokus menemani El dan mentreatment El sendiri.


Pagi-pagi Jake sudah terbangun dan membuka matanya. Hal pertama yang sangat Jake suka saat bangun pagi adalah memandangi wajah cantik istrinya. Jake memberi morning kissnya pada sang istri.


"Selamat pagi honey, tidurmu nyenyak hari ini?" tanya Jake.


"Honey hari ini adalah ulang tahunku, kau tak ingin memberiku kado honey?" tanya Jake sekali lagi.


Hari ini adalah ulang tahun Jake. Semalam Rose dan Louise sudah mengucapkan ucapan selamat padanya lewat video call. Louise tak bisa datang karena dia sibuk dengan ujian semesternya. Louise saat ini sedang menempuh S2-nya. Dan Louise mengangbarkan bahwa dirinya akan menikah dengan Alvin setelah ujian semesternya selesai. Berita itu membuat Jake bahagia sekaligus kado yang diberikan adiknya.


Jake masih tetap memandangi wajah istrinya. Dia tak ingin beranjak pergi dari ranjangnya. Jake masih belum menyadari bahwa El saat ini sedang memegang tangannya.


Dan saat Jake akan beranjak menuju kamar mandi, Jake berhenti dan membuka selimutnya. Dia melihat tangan El memegang tangannya sangat erat. Betapa terkejutnya Jake melihat hal itu. Tanpa pikir panjang Jake langsung menghujani wajah istrinya dengan ciuman dan berakhir di pipi.


El sedikit demi sedikit membuka matanya dan memanggil nama Jake.


"Ja..Jake..." ucap El terbata-bata.


Jake yang tadinya sibuk mencium istrinya langsung melihat hal yang tidak di sangka-sangka olehnya. Jake melihat El membuka matanya dan memanggil namanya. Jake masih diam membisu. Dia terdiam mungkin ini hanya firasatnya saja. Namun El memanggil namanya lagi.


"Jake..." ucap El sekali lagi.


Jake yang mendengar panggilan El sekali lagi langsung meneteskan air matanya dan memeluk El dalam diamnya.


Jake langsung menelpon dokter kenalan Reno untuk datang ke penthousenya. Tak lama kemudian bel pun berbunyi dan Jake dengan cepat membuka pintu dan membawa dokter ke kamarnya.


"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Jake. El tertidur kembali saat kali kedua dirinya memanggil nama Jake.


"Kondisi Nona sudah pulih tuan, dia sudah sadar dari komanya. Tapi tubuhnya masih lemah dan butuh perawatan intensif. Saya menyarankanagar untuk sementara ada yang menemani nona di sini, saya akan memilih perawat terbaik untuk menjaga nona selama pemulihan." ucap Dokter menyarankan.


"Apapun lakukan yang terbaik untuk istri saya dok." jawab Jake.


"Baik, kalau begitu saya pamit dulu tuan." pamit dokter dan beranjak berdiri.


"Silahkan dok. Terima kasih." ucap Jake yang mengantar dokter hingga pintu kamarnya.


"Terima kasih Tuhan.. Kau memberiku kado terindah di ulang tahunku kali ini, Thanks God," ucap Jake yang penuh kata syukur.


"Terima kasih honey karena kau mau berjuang untuk hidupmu. Aku akan selalu menjagamu seumur hidupku honey. I love you." ucap Jake pada El yang masih belum sadar.


Siang harinya setelah makan siang Jake kembali ke kamarnya dan menemani El dengan menggenggam erat tangan kanan El. Sedangkan tangan kanan Jake memegang ponselnya untuk mengecheck pekerjaannya dari email yang masuk dari Alvin. Jake sudah mendatangkan perawat di penthousenya yang akan berjaga untuk El.


Dokter dan perawat sudah melepas semua selang dan alat-alat bantu hidupnya dari tubuh El.


Tak lama tangan El bergerak di tangan kiri Jake dan itu membuat Jake menoleh dan meletakkan ponselnya di atas nakas.