
"Bagaimana bisa terjadi? Saat pembelian tanah apa tidak di periksa dengan baaik? pihak mana yang melakukan pembelian tanah? Aku tidak suka cara kerjanya. Beli saja sahamnya. Ingat itu Edy." bentak Shane dan menutup panggilannya. Gagal sudah rencana Shane yang akan melamar Stella.
"Ada masalah handsome?" tanya Stella.
"Maaf honey, aku tak bisa menemanimu lagi. Ada sedikit masalah di kantor. Apa kau tak masalah jika kau pulang sendiri bersama sopir honey?" ucap Shane lembut. Ada kekecewaan di raut wajah Shane. Lamaran yang dia rencanakan gagal malam ini. Itu sangat membuat Shane kesal sekali.
"Aku tak masalah handsome. Yang penting selesaikan pekerjaanmu dengan cepat, dan aku akan memberimu malam panas seperti yang kita lakukan kemarin malam." ucap Stella dengan mengerlingkan matanya dan sambil menggigit bibirnya sexy. Sungguh cobaan ini bagi Shane.
"Aku akan menyelesaikan pekerjaan ku cepat honey. Dan aku akan menagihnya." jawab Shane dengan antusiasnya. Jelas Shane akan menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat. Karena godaan di rumahnya sudah memanggil-manggil dirinya jika terlalu lama. Dan Shane tak akan menyia-nyiakan itu.
"Baiklah, aku akan pergi. Edy sudah menunggu di depan bersama sopir yang akan mengantarmu pulang." belum sempat Shane mencium Stella...
"Shane kau sudah di hubungi pihak perusahaan? Kita harus ke sana Shane." ucap Ernest yang baru keluar dari restoran dan langsung menghampiri Shane.
"Iya aku akan ke perusahaan sekarang." jawab Shane datar.
"Bolehkah aku ikut bersamamu ke perusahaan Shane?" tanya Ernest, dan sukses membuat wajah Stella seketika berubah buruk. Masalahnya Stella tidak suka dengan Ernest yang terlihat mencari perhatian pada Shane.
"Hmm.." jawab Shane singkat. Dia tak ambil pusing toh mereka tak berdua di mobil, ada Edy juga yang akan membawa mobil bersama mereka.
"Aku pergi dulu honey." ucap Shane dengan tangan mengelus pipi Stella dan mencium bibirnya lembut.
"Aku akan pulang cepat." jawab Shane dengan senyumnya dan berlalu pergi. Ernest tersenyum saat ini dia akan pergi bersama Shane.
"Tak akan kubiarkan kau mengambil Shane dariku jelek. Aku tau kau menyukainya. Aku pastikan Shane tak akan melirikmu. Heh.." gumam Stella yang sudah kesal dengan tingkah kegatalan Ernest pada Shanenya.
Stella berjalan masuk mobilnya yang sudah ada sopir untuk mengantarnya pulang.
"Aku menemukanmu baby. Jangan harap kali ini aku akan gagal. Kau akan selamanya menjadi milikku." ucap pria di dalam mobil.
Stella sampai penthouse sekitar pukul tujuh malam. Karena masih sore dia akan menghabiskan waktu dengan menonton tv sambil menunggu Shane pulang. Kali ini dia akan menyiapkan dirinya dan akan menggunakan baju tidur yang sudah di siapkan Shane yang katanya kurang bahan itu. Dia akan membuat Shane tergila-gila dengannya. Sebenarnya juga karena perbuatan Shane semalam sudah membuat dirinya ketagihan. Begitu nikmatnya yang dirasakannya semalam.
Stella bersiap untuk mandi. Dia akan berendam dengan banyak wewangian. Dan sudah setengah jam dia berendam. Usai berendam Stella langsung menuju walk in closet. dia akan memilih baju tidur warna merah menyala yang terlihat seperti saringan kelapa bukan baju yang layak pakai. Dan tak lupa menyemprotkan wangi vanila di seluruh tubuhnya.
**JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤ **
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE