
"Tuan handsome.. Aku kangen. Tuan handsome kangen aku juga yah?" narsisnya mulai keluar.
"Kau sudah sampai?" rasa lelahnya tiba-tiba hilang setelah mendengar suara Stella.
"Kau benar rindu padaku? Aku juga merindukanmu Stella." batin Shane.
"Masih di dalam taxi. Oh iya, tuan handsome bener akan menyusulku ke sini?" tanyanya semangat. Shane terus saja tersenyum.
"Iya kebetulan ada beberapa kerjaan yang harus aku selesaikan di perusahaanku di Swiss." Shane tak ingin jujur kalau dirinya ke sana merindukan Stella. Yah walau memang ada beberapa kerjaan yang harus dia selesaikan di sana.
"Asyikk, aku menunggumu tuan.. Aku akan membawamu ke apartemenku. Aku akan menjamumu. Aahhhh aku rindu senyummu tuan handsome ku." teriaknya yang membuat Shane tersenyum lebar. Tak bisa di pungkiri dirinya bahagia ketika Stella menyebutnya sebagai kepemilikannya.
"Bawa aku keliling Swiss, aku butuh refreshing." ucap Shane ngasal.
"Oh tentu saja tuan handsome, Aku akan membuatmu puas. Aku juga akan menjamumu dengan sedikit HOT," tawanya membuat Shane ikut tertawa. Tapi tetap terlihat cool.
"Aku akan menagihnya." Shane tersenyum nakal di seberang telpon.
"Ok siap,, Da tuan handsome. Muach..muachh.." Stella menciumi ponselnya lalu menutup panggilanya. Dia bahagia memiliki tuan handsome yang mengerti dirinya. Dia menyadari Shanelah yang membuatnya bahagia di saat dirinya sedang terpuruk.
Sedangkan Shane yang sudah di kamarnya mengingat salam cium dari Stella tadi. Senyum itu tak lepas dari wajahnya. Mungkin Shane sudah mulai menyukai Stella, Hanya saja dia masih belum menyadarinya.
Tak lama ponselnya berbunyi, dan ternyata itu mommynya El.
"Ya mom?" sapa Shane dengan lembut.
"Sayang mommy kangen, kapan kau menjenguk mommy? Apa kau sudah tak sayang lagi dengan mommy?" Shane memang sudah hampir dua minggu tak mengunjungi manssion daddynya.
"Baiklah mom, besok pagi aku akan mampir ke sana sebelum berangkat ke Swiss." ucap Shane menenangkan mommynya.
"Akan aku bawakan untuk mommyku sayang." jawab Shane dengan senyum tampannya.
"Really? You promise baby? Akan mommy tagih ketika kau pulang. Ingat itu." El bahagia sekali Shane berkata seperti itu.
"Yes mom, doakan aku. I love you. Salamkan juga untuk daddy." Shane menutup telponnya.
"Sayang sepertinya anak kita sedang jatuh cinta." ucap El pada suaminya.
"Apa yang kalian bicarakan honey?" Jake baru saja keluar dari kamar mandi.
"Dia akan membawakan kita calon mantu." jawab El bersemangat.
"Kau menggodaku sayang." El tersenyum nakal dan mulai mencium dada Jake yang hanya menggunakan bathrobe dan di ikat seadanya.
"Kau yang selalu menggodaku honey. Padahal baru saja kita membahas anak kita. Tapi malah kita yang akan menjadi pengantin sepertinya." Jake tertawa dan langsung mencium bibir El mesra dan segera membawa El ke ranjangnya.
Jake mencium habis wajah El. Dan cukup lama Jake mendiamkan bibirnya di bibir El, Dia bermain di dalam mulut El dan turun ke leher. El mulai mendesah saat Jake sudah membuka baju tidurnya yang sexy dan berhenti di buah dadanya. Jake memberi kissmark yang cukup banyak. Dia eksplor semua tubuh istrinya tanpa sisa. Dan berakhir ke permainan inti. Yah tau lah ya kelanjutannya. 🤭
Meski Jake dan El sudah berumur, Jake masih saja tampan seperti dulu begitu juga dengan El. Jake selalu menjaga tubuhnya dengan berolahraga. Terkadang El juga sering dia ajak untuk olahraga. Karena itu akan membuat mereka terlihat lebih awet muda. Keduanya lebih terlihat 10 tahun lebih muda dari usianya.
Mereka sangat menjaga keharmonisan rumah tangganya dengan baik. Semakin tua mereka semakin lengket. Kuncinya adalah saling terbuka dan saling mengisi kekurangan masing-masing. Bahkan hubungan ranjang mereka tak pernah pudar. Justru semakin panas saja. Dan itu yang membuat mereka tambah mesra di usia lanjutnya itu.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lula follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE