My Hero My Love

My Hero My Love
Melihatnya



Hari ini Jake akan membawa El untuk acara pesta yang diadakan oleh relasinya. Ini adalah acara Tunangan anaknya. Sebenarnya Jake paling tidak suka acara seperti ini. Tapi berhubung relasinya ini adalah teman baik mendiang ayahnya, jadi mau tidak mau Jake harus datang. Jake paling tidak suka menjadi pusat perhatian. Apalagi sekarang istri sangat cemburuan sekali.


El sudah siap dengan dress warna salem dengan panjang selutut dan belahan dada rendah. Dandanannya yang selalu natural sungguh membuat dirinya nampak cantik. Dan terlihat seperti lebih muda dari usianya.



Saat Jake melihat ada bidadari yang sangat cantik tentu saja dia terpesona. Masih dengan mengenakan kemejanya yang belum terkancing Jake berdiri menyender terpesona memandangi sang istri.



El yang melihat jelas langsung menghampiri suaminya yang menggoda iman itu. Tato di tubuhnya memberi kesan sexy dan terlihat sangat tampan. Yah TAMPAN sekali suaminya itu. Dia cium bibir dan leher Jake. Dan turun ke puncak dada suaminya yang membuat suaminya menengadahkan kepala karena nikmat.


"Honey. Bisakah kita tidak pergi?" ucap Jake yang sudah menahan hasratnya. Sedangkan istrinya hanya tersenyum nakal menanggapi Jake yang hasratnya sudah di ubun-ubun.


"Kau benar-benar menguji ku honey. Liatlah betapa cantik dan sexynya istri Jake Alordi Graham. Oh Tuhan. Hentikan aku sekarang.." ucap Jake sekali lagi yang sudah tidak tahan untuk mencium bibir istrinya.


Cukup lama permainan bibir mereka, hingga Jake meneruskan aksinya karena masih tak ada penolakan dari istrinya. Wangi vanila yang berpadu dengan melati yang keluar dari harum istrinya membuat Jake terbius. Jake baru mengetahui bahwa istrinya sangat nakal. Pintar menggoda. Mungkin inilah sifat aslinya pikir Jake.


Jake masih terus menghabisi bibir istrinya jika El tidak menghentikannya.


"Sayang ayolah." ucap El sambil mendorong dada Jake yang terus saja menciumi bibirnya.


20 menit perjalanan dari manssion ke hotel The Ritz-Carlton tempat diadakannya acara. Jake turun dari mobil dengan menggandeng tangan El. Saat memasuki Aula semua tamu memandang ke arah dua sejoli itu.


Jake sudah biasa menghadapi hal seperti ini yang sudah pasti menjadi sorotan. Apalagi wajahnya yang sangat luar biasa tampan menarik perhatian para kaum hawa yang membuat El semakin mngeratkan gandengannya di tangan suaminya.


Para paparazi terus saja memotret Jake dengan wanita cantik yang disebelahnya. Sedangkan fokus Jake pada semua pria yang memandang kagum kepada istrinya. Rasanya ingin sekali mata semua lelaki yang melihat istrinya dia hunus dengan pedang kesayangannya itu.


Jake langsung menghampiri Tuan Mark pemilik acara ini. Dia mengobrol sebentar dan sedikit mengabaikan El. El yang mulai lapar mengedarkan pandangannya mencari tempat makanan berada. Saat El akan melepas tangan Jake El melihat sosok pria yang sedari tadi memandanginya dari jauh.


Seketika keringat dingin becucuran. Dia semakin mengeratkan pegangannya di tangan kekar Jake. Jake hanya melirik sebentar ke arah El dan kembali berbincang dengan Tuan Mark. Tiba-tiba El berlari keluar dengan sekuat tenaga. Dan membuat bingung semua orang. Termasuk Jake yang langsung mengejar El.


El sudah berlari cukup jauh dengan sepatu yang sudah dia tinggalkan di jalanan. Jake terus saja mengejar istrinya. Jake bingung apa sebenarnya yang terjadi pada istrinya itu. Ketika El sudah dekat Jake langsung menarik El dan El menghempaskan tangan Jake dengan kasar dan terus berusaha lari. Namun Jake bisa menangkapnya kembali.


Begitu Jake menangkapnya wajah istrinya terlihat menangis dalam diamnya namun dari wajahnya terlihat ketakutan yang mendalam. Jake langsung memeluk istri dengan sangat erat. Dia menepuk pelan punggung istri sembari mengecupi puncak kepala istrinya itu.