
Stella menangis di dalam kamarnya, dia bingung harus melakukan apa. Ponselnya pasti sudah di temukan Robert. Sedangkan dirinya masih lemah untuk bisa kabur dari sana.
Tak lama Robert masuk dengan membawa makanan. Seketika tangisnya berhenti. Dia mencium aroma makanan yang menggugah selera perutnya. Tapi karena itu Robert yang memberinya dia akan berpura-pura tak peduli dengan Robert yang membawa makanan.
"Makanlah baby, perutmu belun terisi sama sekali." ucap Robert dan mengelus pipi Stella. Stella jelas menghindar dari tangan Robert.
"Aku tidak lapar." kenapa perutnya tak mau berkompromi sih.
"Aku tau kau sangat lapar. Makan dulu kalau tidak kau selamanya akan aku kurung di kamar ini baby." Robert meletakkan baki makannannya di kasur.
"Oh God, kenapa perut ku tak bisa di kontrol. Ah biarlah, lagian aku perlu makan untuk kabur dari sini bukan?" batin Stella.
Karena perutnya yang sangat lapar, Stella dengan tidak tau malunya makan dengan lahap. Setelah perutnya terisi penuh dia mulai berpikir kembali bagaimana cara kabur dari Robert. Tapi dia tak menemukan ide apapun. Otaknya buntu.
"Kau sudah selesai makan baby?" Robert masuk kamar dan duduk di sofa dekat Stella.
"Robert kenapa harus aku?" tanya Stella.
"Tak ada alasan, aku hanya menyukaimu saja." jawabnya santai.
"Aku bahkan sudah berkali-kali menolakmu, aku sudah punya pacar Robert." jelas Stella. Kali ini dia mencoba untuk membuat Robert berbicara. Tapi tak ada jawaban dari Robert.
"Kita tidur saja, aku mengantuk." Robert menarik tangan Stella untuk tidur.
"Wait, kita akan tidur bersama? Are you kidding me?" Stella menghempaskan tangan Robert.
"Kita akan menjadi suami istri cepat atau lambat, ayo kita tidur." Robert menarik kembali tangan Stella. Dan kini cukup kuat.
"Kau benar-benar GILA Robert." Robert malah lebih kasar padanya.
"Aku membencimu Robert, Sudah aku katakan aku sudah punya pacar, Dan aku TIDAK menyukaimu." jelas Stella penuh penekanan.
"Mana pacarmu? Hingga saat ini tak menghubungimu. Apa kau sebut dia pacar?" Robert tersenyum mengejek.
"Dia akan menemukanku," jawab Stella yang agak ragu.
"Tinggalkan dia, kau milikku.." Robert mengecup bibir Stella lagi dan setelahnya dia tidur di sebelah Stella. Stella jelas menjauh dan dia pergi menuju sofa
"Untung saja kau tampan, Tapi jika kau melakukan macam-macam padaku aku akan membunuhmu Robert." ucap batin Stella kesal.
Saat Robert tertidur, Stella mendengar ada suara tembakan di luar sana. Meski suaranya samar tapi itu benar suara tembakan.
Di gerbang Villa...
Edy sudah berhasil menemukan di mana Robert membawa Stella. Dengan bantuan koneksi Shane yang kuat dia mengecheck semua CCTV jalanan kota Swiss.
Begitu sampai, Shane memerintahkan kepada anak buahnya untuk langsung menerobos gerbang villa dan para anak buahnya menghajar habis para penjaga. Shane tidak ingin ada pertumpahan darah. Karena ada wanitanya di sini. Dia hanya takut terjadi apa-apa dengan Stella. Shane juga tak akan membunuh jika itu masih bisa di kendalikan olehnya Shane tak seperti daddy dan adiknya Ariel.
Ketika di pintu utama Shane di bantu Edy mendobrak pintu hingga terbuka. Saat pintu terbuka Shane di suguhkan dengan pistol yang mengarah ke kepala Stella oleh Robert.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE