My Hero My Love

My Hero My Love
Tak akan menunda lagi



Shane tak berlama-lama di kamar mandi, Selesai dari kamar mandi Shane menuju ruang tv untuk menagih janjinya pada Stella. Shane mengambil remote tv dan mematikannya. Stella bingung dengan Shane? Apa dirinya tidak boleh menonton tv pikirnya.


Setelah mematika tv, Shane menarik tangan Stella dan masuk ke kamarnya, Oh kalau seperti ini Stella paham maksudnya apa. Shane masih menarik Stella hingga membawanya ke tempat tidurnya.


"Aku sedang menagih janjiku honey." ucap Shane dan mencium bibir Stella.


"Aku siap untukmu handsome." jawab Stella dengan senyum menggoda.


Shane tak lagi menunggu, dia langsung melahap bibir Stella. Lidahnya mulai bermain di rongga mulut Stella. Dia sapu bersih semua rongga mulutnya hingga tak tersisa. Sedang Stella hanya membalas ciuman Shane dengan mengikuti irama yang di lakukan Shane dalam mulutnya


Shane turun ke leher dan lagi-lagi memberi kissmark yang begitu banyak. Bahkan Shane menggigit daun telinga Stella hingga Stella berteriak nikmat. Dan tanganya sudah mulai menelusup ke dalam baju tidur Stella.


Dia lihat sejenak lekukan itu dari luar. Ternyata Stellanya memiliki postur tubuh yang sexy sekali. Pakaian yang menurut Stella seperti saringan kelapa itu justru membuat Shane sungguh tergoda. Apalagi warnanya yang merah menyala, semakin membuat Shane bergairah malam ini.


Shane menyingkap kain tipis yang menutupi perut Stella ke atas, dia ciumi perut Stella dan tak lupa memberi kissmark juga di sana. Tangannya tak dia biarkan menganggur. Dia menurunkan kain tipis yang menutupi dua gunung kembarnya dan terlihatlah betapa padat dan mangkalnya gunung itu.


Shane lagi-lagi menghabisi dua gunung Stella hingga membuat Stella teriak keras. Tapi suara teriakan Stella justru seperti mendesah di telinga Shane, dan itu membuatnya semakin semangat. Terus saja Shane permainkan gunung kembarnya hingga akhirnya Stella seperti menggelinjang hebat.


Sepertinya Stella sudah merasakan nikmatnya sekali pikir Shane. Karena merasa masih belum ada penolakan dari Stella. Shane terus membuat tangannya sibuk hingga berhenti di luar kain yang menutupi area sensitif Stella.


Shane juga menghabisi bagian bawah Stella dengan indra pengecapnya. Hingga Stella tersadar ini sudah di luar batas.


"Stop Shane. hhh.. aku sudah tak kuat. Kita berhenti di sini ya handsome. Aku tak mau lebih menginginkanmu nanti." ucap Stella yang masih menstabilkan napasnya. Perbuatan Shane sungguh menbuat Stella ketagihan. Dia sangat-sangat menikmati perlakuan Shane pada tubuhnya tadi.


"Baiklah Honey, aku tak akan memaksamu." jawab Shane dan menyudahi aksi liarnya di bawah sana.


Shane kembali mencium bibir Stella. Dia akan kembali bermain solo nanti di kamar mandi. Tapi sebelumnya Shane ingin menikmati kembali bibir manis Stella. Dia mencium bibir itu lama dan kembali menelusuri rongga mulut Stella hingga Stella kembali ngos ngosan di buatnya.


Shane menyelesaikan ciumannya dan dia segera masuk dalam kamar mandi. Dia akan bermain solo dulu. Jika dia tak bermain solo kepalanya pasti akan pusing. Mungkin akan beberapa kali lagi dia akan bermain solo, sampai dia menikahi Stella.


Sepertinya Shane tak akan menundanya lebih lama. Setelah melamar Stella dia akan membahas pernikahannya dengan keluarganya. Dia tak ingin lagi bermain solo. Dia ingin menikmati tubuh indah istrinya.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


Jangan lupa follow ig othor ya ka.


IG_SHAKILABLUE