
"Selamat malam tuan, bisa Anda ke rumah sakit sekarang?" ucap Edy pada Jake.
"Apa maksudmu Edy? Siapa yang sakit?" tanya Jake yang masih bingung. Masalahnya El dan Killa baik-baik saja. Shane juga baru menemuinya kemarin lusa.
"Tuan Shane dan nona Stella tertembak tuan." jawab Edy hati-hati.
"APA?" teriak Jake dan membuat El dan Killa yang berada di ruang makan terkejut.
Jake tak banyak tanya pada Edy. Biarkan nanti Edy yang langsung memberikan penjelasan padanya. Dia akan bergegas ke rumah sakit membawa Istri dan putrinya dulu ke rumah sakit. El yang mendapat kabar itu pingsan. Jake dengan cepat membawa El ke UGD. Killa menunggu El di UGD. Sementara Jake melihat kondisi Shane dan Stella yang masih berada di ruang operasi.
Sudah dua jam waktu terlewatkan tapi keduanya belum juga selesai di operasi. Jake menghampiri Edy yang sedang menunggu di depan ruang operasi. Edy menjelaskan kronologi kejadiannya pada Jake secara terperinci. Tak ada kata yang keluar dari mulut Jake. Jake justru tersenyum, karena itu artinya Stella sungguh sangat berarti bagi Shane. Itu point pentingnya. Anaknya sudah dewasa ternyata.
Tak lama pintu ruang operasi di buka dan satu dokter keluar. Jake dan Edy langsung mendekat pada dokter.
"Bagaimana kondisi anak-anak saya dok?" tanya Jake dengan wajah khawatirnya.
"Operasi tuan Shane berjalan lancar. Untung saja peluru hanya memgenai punggung lengannya saja." ucap dokter dan membuat Jake tersenyum lega.
"Tapi untuk nona Stella masih dalam proses operasi. Untuk kasus nona sepertinya lebih parah. Karena peluru mengenai arteri dekat bilik jantung sebelah kiri. Nona Stella sangat banyak mengeluarkan darah karena arteri yang sobek cukup besar. Sehingga para dokter butuh waktu lebih lama untuk melakukan operasi." jawab dokter kembali.
Tiga jam berlalu, Shane sudah di pindahkan me ruang perawatan. El dan Killa juga sedang menjaga Shane di ruang perawatan. Sedangkan Jake dan Edy masih setia menunggu di depan ruang operasi.
Lampu ruang opersi sudah berganti berwarna hijau, dan ada satu pearawat keluar dari ruang operasi. Dan di susul dokter di belakangnya.
"Bagaimana hasil operasinya dok?" tanya Jake.
"Luka tembak yang di alami nona cukup dalam. Dan mengenai pembuluh arterinya sehingga nona kehilangan banyak darah. Dan juga peluru itu dekat sekali dengan bilik jantung nona. Untuk sementara operasi berjalan dengan baik. Tapi nona masih dalam keadaan kritis. Kita akan terus pantau sampai 24jam. Jika nona sadar berarti nona lepas dari masa kritisnya. Tapi jika masih belum sadar, ada kemungkinan terjadi komplikasi. Kita doakan saja yang terbaik untuk nona Stella tuan." jelas dokter. Jake berharap Stella akan cepat sadar. Dan akan baik-baik saja.
"Baik terima kasih dokter." jawab Jake.
Stella di bawa keluar oleh perawat dari ruang operasi menuju ruang perawatan Shane. Ya, Jake menyiapkan satu kamar saja untuk Shane dan Stella. Agar lebih mudah di jangkau jika nanti anaknya sadar dan ingin melihat Stella. Jake hanya ingin yang terbaik untuk anaknya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE