
Pesan Shane masih belum terkirim karena Stella mematikan ponselnya. Shane langsung larut kembali pada kerjaannya. Dia ingin menyelesaikan kerjaannya dengan cepat. Agar besok keberangkatannya tidak harus di tunda. Meeting di luar lerja bersama relasinya yang seharusnya di lakukam nesok dia ajukan malam ini.
Tepat pukul 7 malam, Shane bertemu relasinya itu di Restoran tengah kota. Shane sedikit terkejut karena anak dari relasinya itu adalah gadis yang dulu pernah dia sukai. Tapi itu hanya cinta monyet.
Mereka membicarakan kerja sama yang akan dilakukan bulan depan. Ernest meminta no ponsel Shane untuk melancarkan komunikasi kerja samanya. Dan tentu saja untuk bertanya kabar Shane. Sebenarnya cinta Shane dulu terbalas karena Ernest juga suka padanya, Hanya saja saat itu dia harus pergi karen ayahnya pindah tugas ke luar negeri.
Tapi bagi Shane Ernest hanyalah cinta monyet di masa lalunya saja. Tidak lebih. Sedangkan daddy Ernest melihat bahwa Ernest sedang curi-curi pqndang pada Shane. Tentu saja dia akan mendekatkan anaknya kepada sang Billionare seperti Shane.
Siapa yang tak ingin berbesanan dengan orang yang berpengaruh seperti daddy Shane. Jake saat ini menduduki sebagai orang kayag ke 5. Dan jika anaknya Ernest bisa menggaet Shane tentu saja dia bisa berbisnis di mana saja. Dan namanya juga akan di kenal orang.
Saat Shane akan pergi, Ernest menahannya.
"Boleh aku berkunjung ke rumahmu lain waktu?" tanya Ernest.
"Maaf, tapi aku tak suka membawa wanita ke penthouse ku." jawab Shane.
"Kalau aku ke kantormu bagaimana?" Ernest tak patah semangat untuk mencoba berhungan kembali dengan Shane.
"Hmm, no problem." Shane tak ingin menolak Ernest apalagi sekarang dia dan daddynya ada kerja sama bisnis.
"Terima kasih." Ernest mengeluarkan senyum termanisnya.
Shane berlalu pergi, dia harus mempersiapkan untuk keberangkatan dirinya besok. Masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan. Sedangkan untuk keperluannya dia memyerahkan semuanya pada Edy. Dia hanya tinggal berangkat saja.
Saat di perjalanan menuju penthouse, tiba-tiba Shane mengingat gombalan-gombalan Stella. Saat Stella mengganggunya. Saat Stella memanggilnya dengan sebutan tuan handsome. Ada senyum di wajahnya. Dan Edy melihat hal itu. Dia ikut tersenyum, akhirnya bossnya menemukan wanita yang baik.
Sampai Stella datang. Edy merasa Stella adalah orang yang baik, meski tingkahnya genit pada bossnya. Tapi itu murni sifatnya bukan hanya untuk sekedar mendekati Shane. Edy berharap ada jodoh antara keduanya.
Shane melihat kembali ponselnya, tapi pesannya masih belum terkirim. Mungkin belum sampai pikirnya. Nanti saja dia akan check kembali. Dia ingin cepat sampai dan menyelesaikan pekerjaannya di penthouse.
***
Stella baru saja sampai di Bandar Internasional Zurich, dan langsung memesan taxi untuk segera ke apartementnya. Stella tinggal di apartement minimalis yang tak terlalu besar. Dia menata rapi semua furniture hingga terlihat nyaman.
Di dalam taxi dia menghidupkan ponselnya dan banyak pesan masuk. Ada satu nama yang membuat dia tersenyum. Tuan handsomenya membalas pesannya. Dia membuka dan kaget dengan isi pesannya. Tuan handsome akan menyusulnya ke Swiss.
"Ah benarkah ini? Ah tidak mungkinkan dia akan menyusulku ke sini, pasti hanya bercanda. Buat apa juga dia ke sini, kita kan tak ada hubungan. Kecuali memang tuan handsome menyadari betapa susahnya jika tak melihat wajah cantikku. Apa bisa begitu?" dia tak ambil pusing dan langsung ingin memastikan pesan itu benar atau tidak.
"Tidak di angkat telponku, apa tuan handsome sudah tidur yah? Coba sekali lagi ah." dia tak menyadari tingkahnya yang heboh di dalam taxi sudah membuat supir taxi tersenyum. Untung saja cantik. Kalau tidak sudah di turuni mungkin. Hahaha 😅
"Ahhh di angkat." ucapnya yang sudah di dengar Shane di seberang telpon. Dan membuat Shane tersenyum kembali sejak seharian dia merindukan tingkahnya. Ya Shane merindukan Stella.
**JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lula follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE