
"Shane? Shane tolong maafkan aku Shane. Aku tak sadar dengan apa yang aku lakukan kemarin Shane, please i'm sorry." mohon Ernest yang bangun dari tempatnya duduk dan berdiri menuju Shane berada. Shane sama sekali tak menghiraukan permohonan maaf Ernest. Dia justru memanggil anak buahnya untuk menyingkirkan Ernest darinya.
"Jauhkan dia dariku." ucap Shane tegas pada anak buahnya.
"Edy bawa hadiahnya masuk." ucap Shane kembali. Dan Edy memerintahkan anak buahnya untuk membawa masuk hadiah untuk Ernest yang sudah di siapkan Shane.
Ada lima orang berperawakan besar dengan paras yang biasa saja masuk ruangan. Edy memberikan satu persatu minuman pada mereka. Minuman itu sudah Edy campurkan dengan obat perangsang. Ernest yang sepertinya paham apa maksud hadiah dari Shane langsung kembali memohon ampunan.
"Shane aku mohon ampuni aku, maafkan aku Shane. Aku akan pergi jauh darimu dan Stella. Aku janji tak akan datang lagi ke hadapan kalian." teriak Ernest dengan tangisnya yang masih di pegang anak buah Shane.
"Apa aku mengijinkanmu saat itu hmm?" tanya Shane santai dan berlalu pergi. Edy memberi isyarat pada anak buahnya untuk pergi dan membiarkan ke lima orang itu menikmati makan paginya hingga puas.
Kelima pria itu sudah merasakan effect obatnya. Satu persatu mereka mendatangi Ernest. Dengan sekali gerakan pakaian Ernest robek seketika. Ernest berteriak dan tangisnya semakin keras. Mereka menggunakan Ernest secara bergantian. Ernest juga di paksa untuk memuaskan mereka.
Karena pengaruh kuat dari obat perangsang, mereka melakukannya hingga seharian penuh. Bahkan saat Ernest sudah tidur karena kelelahan mereka masih menghinggapi tubuh Ernest dengan liar. Entah sudah berapa kali mereka mengahabisi Ernest. Mereka benar-benar menikmati tubuh Ernest yang putih hingga sekarang sudah penuh dengan warna yang di timbulkan mereka, lebam karena cengkraman di sudut-sudut tertentu serta kissmark yang sudah memenuhi tubuh Ernest.
Apakah Shane kejam? Ya dia akan kejam pada mereka yang sudah menyakiti orang tercintanya. Dia memang tidak seperti ayahnya Jake yang langsung membunuh tanpa ampun. Dia hanya memberikan siksaan sebelum musuhnya menyerah untuk hidupnya. Itu saja.
***
"Honey, kau kemana saja seharian ini? Bisa-bisanya kau meninggalkanku sendiri?" ucap Shane yang sedang merajuk. Pasalnya sejak pagi tadi Stella sudah keluar dengan mommy dan Killa untuk Shopping buat kebutuhan si baby.
"Aku membeli keperluan si kecil sayang." jawab Stella yang tertawa dengan sikap manjanya Shane. Lucu sekali pikirnya.
"Lain kali ajak aku saja, apa kau sudah tak sayang lagi padaku? Aku suamimu kau ingat itu." Shane sungguh merajuk kali ini, dia memalingkan kepalanya dari Stella. Bahkan bibirnya saja sudah hampir jatuh karena wajahnya yang cemberut. Sampai tertawa Stella melihatnya. Gemas sekali suaminya itu.
"Oh acian suami kecil mommy. Sini mommy peyuk.." ucap Stella dengan suara yang di buat seperti anak kecil. Shane menoleh dan langsung memeluk istrinya. Dia mendusel-dusel wajahnya di dada Stella. Dan makin membuat Stella tertawa karena geli.
Stella di prediksi akan mempunyai bayi laki-laki. Dan itu membuat Jake dan Shane senang. Karena penerus pertamanya adalah laki-laki. Sebenarnya Stella menginginkan anak kembar seperti mommynya. Yah mungkin Setelah Stella melahirkan buah hatinya yang pertama ini dia akan bekerja keras lagi untuk membuat perutnya bisa memiliki si kembar.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE