
Stella terbangun di tengah malam karena merasa tidurnya kurang nyaman. Dia melihat selimut di tubuhnya dan tuan handsomenya yang tidur di dekatnya dengan posisi duduk. Dia bangun dan duduk memandangi wajah tampan Shane yang sedang tertidur. Dia menyentuh alis Shane yang tebal dengan tangannya dan turun menyentuh hidungnya yang mancung.
"Andai saja aku bertemu denganmu lebih dulu, mungkin aku tidak akan merasa sakit seperti sekarang tuan. Apa nasibku memang seperti ini? Orang tuaku membuangku, dan percintaanku juga hancur. Bagaimana masa depanku nanti?." Stella meneteskan air matanya di saat Shane membuka matanya.
Mereka saling memandang dalam diam. Tiba-tiba Shane mengecup bibir Stella, meski sedetik sudah membuat hati keduanya bergemuruh. Stella mengerjapkan matanya kaget dengan apa yang di lakukan Shane. Tapi dia tidak marah hanya diam saja memandangi ketampanan Shane. Lalu Shane menghapus air matanya pelan.
"Kau milikku sekarang nona, kau akan bahagia jika bersamaku. Aku tidak akan menghancurkan suatu hubungan yang di bangun atas dasar cinta. Jika kau bersamaku kau juga akan memiliki keluarga yang lengkap. Orang tuaku pasti akan sangat sayang padamu." ini kalimat panjang yang pertama Stella dengar dari mulut Shane.
"Bolehkah aku egois untuk memiliki kebahagiaan seperti itu Shane?" baru ini Stella memanggil langsung nama Shane. Shane tersenyum dan menganggukkan kepala.
Lalu Shane mencium kembali bibir Stella, dan kali ini agak lama. Stella tak kuasa menahan air matanya yang terjatuh saat mereka berciuman.
"Jangan menangis lagi okey? Kau memilikiku sekarang," ucap Shane dan mencium hidung mancung Stella. Stella tersenyum dan memeluk erat tubuh bidang Shane. Shane dengan senang hati membalas pelukan Stella dan mencium puncak kepalanya. Mereka berpelukan lama di sofa hingga tertidur. Stella nyaman sekali dengan posisinya saat ini. Dia merasa ada yang melindunginya.
Meski Stella menerima Shane tapi entahlah jika Shane serius ingin ke jenjang pernikahan apakah Stella siap? Mengingat dirinya berasal dari keluarga broken home.
Keesokan paginya Shane bangun terlebih dulu. Dia melihat Stella tidur nyenyak dalam pelukannya. Shane mengusap pipi dan bibir Stella.
"Ini akan menjadi candu untukku." batin Shane melihat ke arah bibir merah Stella.
"Morning handsome." Senyum mengembang di mulut Stella. Dia baru kali ini merasakan bangun pagi dalam pelukan seorang pria. Dan itu terasa nyaman sekali.
"Morning kiss honey," uh.. sudah main panggil honey aja ni si Shane. Tentu saja dengan senang hati Stella mencium bibir kekasih barunya itu.
"Bagian ini akan jadi hobi baruku." Shane menikmati paginya dengan berlama-lama di bibir Stella.
Setalah lama menikmati manisnya madu, keduanya segera bersiap untuk bekerja. Shane akan ke perusahaannya. Mereka akan berangkat menggunakan mobil masing-masing dan mereka akan sarapan pagi di kantornya saja. Karena terlalu lama mereka merasakan manisnya madu tadi, jadi sampai melewatkan waktu sarapan paginya.
Sepanjang perjalanan menuju kantor, Stella tak henti-hentinya tersenyum. Seandainya saja dia tidak datang ke Canada mungkin dia masih terpenjara dalam permainan cinta Alfred. Tapi Tuhan telah membuka matanya dan dia bertemu dengan Kekasih barunya itu. Kata orang "ada pelangi setelah hujan".
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE