
“Please Jake maafkan aku,” masih dengan posisi yang sama Thom memohon ampunan pada Jake.
“Apa kau ingin mencoba bermain dengan sahabatku yang lain Thom?” ucap Jake yang tak menerima permintaan
Thomas.
“No. Please Jake. I am sorry.” Jawab Thom.
"Aku bahkan belum menyetubuhi wanitamu Jake, please maafkan aku," ucap Thom yang mulai bangun namun tak
bisa karena terhalang ikatan kursi yang ada di belakang tubuhnya.
Uupppsss...
Murkalah Jake dengan kalimat terakhir Thom.
Jake langsung menengadahkan tangannya untuk meminta sesuatu dari Alvin. Alvin yang tau maksud dari tangan Jake segera menekan tombol yang ada di belakang tembok Jake. dan dengan cepat menyerahkan pada Jake.
Ternyata sebilah pedang yang biasa dia kenakan untuk mencincang tubuh musuh-musuhnya. Jake menarik sarungnya dan emberikan pada Alvin. Tak membuang-buang waktu Jake langsung mengibaskan pedangnya pada leher Thom dan seketika ke****nya menggelinding ke lantai. Tak sampai situ\, Jake dengan ganasnya memotong-motong tu***nya hingga menjadi 10 bagian.
Setelah puas Jake langsung pergi dan membersihkan jejak darah yang menempel di tubuh dan pakaiannya.
Flashback selesai...
***
Setibanya di Manssion Jake tak melihat semua keluarganya termasuk 2 sahabatnya mungkin tidur pikir Jake, jadi Jake langsung masuk kamarnya. Sebelum ke kamar mandi dai mengecup singkat bibir istrinya lalu menuju kamar mandi.
Jake keluar dari kamar mandi dan mencium kembali bibir istrinya dan begitu juga dengan seluruh wajahnya tanpa terkecuali.
"Honey tunggu sebentar yah, Aku akan sedikit berkemas untuk menyiapkan keberangkatan kita besok." ucap Jake.
Jake sendiri yang menyiapkan persiapan untuk besok, hanya 2 stel pakaian saja. Karena Jake akan membeli pakaian dan kebutuhan lainnya di sana saja. Selesai beberes, Jake mengecheck pekerjaannya sebentar. Selama Perjalanannya nanti ke New Jersey Alvin tak ikut dengannya. Karena Louise tak membolehkannya, lagi pula Alvin harus mengurus perusahaannya di sini dengan orang-orang kepercayaannya. Namun di sana Jake tetap membawa asistennya yang lain untuk membantu kebutuhan Jake dan El di sana.
Jake tak pernah pergi sendiri, kemanapun dia berada selalu di temani dengan asisten dan para bodyguardnya. Apalagi dia adalah seorang mafia dan orang yang berpengaruh.
Setelah pekerjaannya beres Jake duduk memandangi putri tidurnya. Jake kembali menciumi wajah cantik El. Kenapa semakin hari istrinya itu semakin cantik. Llau Jake ikut tidur menemani istrinya dan memeluknya dari samping.
“Honey, apa dalam tidurmu aku selalu hadir? Apa kau selingkuh di dalam mimpimu? Awas aja kalau kau lakukan itu. Aku akan membunuh pria yang hadir di mimpimu itu.” Ucap Jake sembari memeluk istrinya dengan mata terpejam.
"Ingat hanya aku lelakimu, Jake. Kau milikku honey." ucap Jake kembali dan membuka sedikit matanya.
"Cepatlah sadar Honey, aku membutuhkanmu, mommy, Louise kita semua merindukanmu." itu ucapan yang selalu Jake katakan pada El sebelum dirinya tidur.
"I love you," ucap Jake sembari mencium kembali bibir istrinya.
Tak berapa lama setelahnya Jake tertidur.
Disaat itu El menggerakkan sedikit jarinya dan tersenyum kecil. Ini adalah kedua kalinya ada pergerakkan pada El setelah tadi pagi dia tersenyum. Mungkinkah El akan segera sadar??