
Sesaat setelah Kyara meninggalkan kantor Kean, Anzel datang setelah memaksa Kalan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, mau tidak mau Kalan pun menceritakannya. Dengan keadaan emosi Anzel mendatangi kantor Kean untuk bertanya langsung pada Kean tentang yang Kalan katakan padanya.
Brak
pintu di buka kasar oleh Anzel membuat Kean dan Christian langsung menoleh ke arah pintu dan tanpa di duga Anzel berjalan mendekati Kean dan...
bugh
bugh
bugh
Tiga bogem mentah Anzel layangkan di wajah Kean, Saat dirinya masih terkejut dengan kedatangan Anzel tiba-tiba ia mendapat serangan mendadak membuat Kean tak bisa melawan atau pun menahan Anzel, Christian yang berdiri di sana pun sama terkejutnya, ia membeku di tempatnya sejenak, kemudian berlari menahan Anzel yang ingin melayangkan bogem mentah lagi pada bossnya.
" Lepasin gue gak? orang ini emang perlu di kasih pelajaran supaya gak nyakitin hati cewek lagi. " sentak Anzel yang kesal karena Christian menahannya.
" Selesai kan dengan kepala dingin, kamu bisa membicarakan ini dengan Kean secara baik-baik. " Christian berbicara sambil menahan Anzel, ia takut bocah itu akan kembali mengamuk seperti tadi.
Kean mencoba berdiri karena pukulan Anzel membuatnya jatuh tersungkur ke lantai, Pukulan yang sangat kencang untuk ukuran seorang bocah menurut Kean, bahkan sampai membuat wajah tampan nya memar dan sudut bibirnya mengeluarkan darah, Sungguh Anzel mengeluarkan semua tenaga dalamnya untuk memukul wajah Kean, sepertinya Anzel punya dendam di masa lalu, pikir Kean.
Setelah Kean bangkit dan duduk di sofa, Anzel pun duduk di hadapannya dengan tatapan tajam dan penuh amarah. " Ceritakan semuanya siapa wanita itu? "
Kean menghela napas, ia menceritakan semua tentang Karin, hanya tentang Karin bukan wanita yang lainnya, karena ia takut kalau Anzel mengetahui betapa playboynya dia, Anzel akan memberitahukan semua nya pada Razel dan Kimmy sudah di pastikan hubungan nya dengan Kyara akan terancam berpisah.
" Yakin di jebak? " tanya Anzel sinis.
" Kamu juga pernah kan di jebak saat sama Tiana dulu, bedanya Tiana gak berhasil menjebakmu tapi Karin berhasil menjebak ku. Dia hanya mantan kekasih yang tak Terima aku memutuskannya, Aku akan membuktikan padamu kalau itu bukan anakku. " Kata Kean dengan sangat yakin
" Aku tunggu pembuktianmu, kalau sampai itu anakmu jangan berharap untuk bisa bertemu dengan Kyara lagi. " setelah mengucapkan itu Anzel langsung bangkit dari duduknya dan meninggalkan ruangan Kean begitu saja.
.
**********
Sepulang dari kantor Kean langsung kembali ke apartemen, sungguh hari yang sangat melelahkan untuknya, pikirannya kacau. Ia berharap masalahnya cepat selesai untuk itu ia meminta Christian untuk mengawasi Karin jangan sampai wanita itu membuat masalah lagi, karena ia tak berniat untuk menemui Karin lagi meski wanita itu memaksa menemuinya saat ini.
Baru saja Kean mendudukkan bokongnya di sofa tiba-tiba ada tamu yang datang, sungguh sangat malas ia rasakan untuk beranjak dari sofa padahal saat ini ia hanya ingin menyendiri, tak ingin di ganggu.
" Mama... "
" Kean muka kamu kenapa? kamu lagi make up untuk Halloween kah? " tanya Mama Hera asal. Benar- benar tamu yang sangat tidak di harapkan Kean. Apalagi sang Mama datang bersama adiknya yang selalu membuat Kean kesal. Sudah pasti sang Mama dan Mona akan banyak bertanya dan Kean tidak mungkin menceritakan yang terjadi siang ini di kantor.
" Mama bisa gak, jangan sembarangan kalau bicara. Gak lihat nih muka Kean babak belur abis di pukul. " kesal Kean, suasana hatinya semakin buruk karena kedatangan sang Mama dan Mona .
" Bikin sakit hati cewek mana bang? sampe di pukulin begitu? " tanya Mona sarkas.
" Kamu bikin Kyara sakit hati Kean? " Hera bertanya sambil melotot membuat Kean menelan salivanya dengan susah payah.
" Eng-Engga Ma, Mona aja tuh asal bicara. ini tuh karena salah paham sama temen aja, Ma. " percayalah Mamanya lebih menakutkan dari Anzel, ia takut kalau Mama nya tau, justru Mama nya lah yang akan menjadi garda terdepan untuk memisahkannya dari Kyara karena sedari awal Mama nya tak menyetujui hubungan Kean dengan Kyara karena takut Kean akan menyakiti hati Kyara, jangan sampai Mama nya berpikir bahwa ia tak pantas untuk Kyara.
" Bagus lah kalau begitu, jangan sampai kamu menyakiti Kyara, jangan bikin Mama malu kalau ga mau Mama coret dari kartu keluarga. "
" Betul tuh tante, kalau macem-macem coret aja. Biar nanti masukin Chris aja di KK yang baru. " ucap Mona menimpali.
" Enak aja, nanti yang kebagian warisan Christian dong, aku gak dapat sama sekali." celetuk Kean. Adiknya itu memang suka asal bicara, sepertinya dia sangat ingin menendang Kean dari keluarga nya sendiri, pikir Kean.
plak
" Warisan lagi yang kamu bicarakan. Papa dan Mama mu masih hidup Kean. Kamu ingin orang tuamu cepat mati, Hah? " Entah lah anak kurang ajar itu sepertinya sangat takut tak kebagian warisan ia sangat sering bertanya perihal warisan yang akan dia Terima nanti, benar-benar isi kepala nya hanya wanita dan uang, pikir Hera.
" Tau abang ih, otak nya warisan mulu. Tapi nanti Mona sama Chris bagi dikit ya bang warisannya. " sahut Mona antusias.
" Enak saja, itu milikku sepenuhnya. Minta warisan pada Papamu, kenapa harus minta pada orang tuaku. Cukup mereka kau akui sebagai orangtuamu tapi tidak dengan harta mereka Mona. "kesal Kean. Sedari kecil Mona lebih dekat dengan Hera dan Haris, cukup orangtuanya yang di ambil Mona tapi tidak dengan hartanya juga, pikir Kean.
" Dasar anak durjana, kalian berdua sama saja. " Hera menggelengkan kepalanya melihat kelakuan dua anak di depannya itu.
" Bagaimana rencana lamaranmu, Ke? tanya Hera dengan mode serius.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Aku akan membatalkan acara lamaranku, Ma. "