
" Lebay banget sih, ga ada panggilan lain apa selain itu? Oppa lagi, oppa tuh pasangan nya oma." Cibir Razel.
" Ka Razel tuh ga ngerti romantis ya, pantes aja kimmy lebih milih ka Brian. Jangan kan dipanggil sayang, ngomong sama kimmy aja nyebut nya
'gue elo'. Sindir Tia.
" Ooohh jadi loe punya saingan makanya kimmy pengen udahan sama hubungan palsu kalian?" Ucap juna di sela gelak tawanya.
" Pantes aja galau banget, muka ampe kusut gitu." Timpal dikta sambil terkekeh.
Razel bangkit dari duduk nya meninggalkan mereka semua yang sedang mengejeknya
" Berisik loe semua."
" Kim mau balik bareng ga?" Tanya Razel saat berpapasan dengan kimmy diparkiran.
" Aku mau pulang bareng Tia ka, aku masih ada urusan di cafe , aku udah janji mau kesana bareng sama Tia" Tolak kimmy.
Saat Razel dan kimmy sedang berbicara, Tia dan juna tiba-tiba menghampiri mereka.
" Dari mana aja sih loe Ti, gue nyariin tau ga." Oceh kimmy pada Tia yang kini tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya.
" Gue abis nemuin oppa juna dulu kim. Marah-marah mulu sih, pantes jomblo." Ucap Tia yang langsung mendapat cubitan di lengannya.
" Jadi gimana berangkat nya? Tanya juna. Yang langsung menghentikkan perdebatan antara kimmy dan Tia
" Yaudah oppa kita berangkat berdua aja naik motor. biar romantis." Ucap Tia dengan manja.
" Dasar bucin, gue sengaja jemput loe biar loe ga bawa mobil kekampus jadi kita bisa berangkat bareng ke cafe nya, eh sekarang loe malah pindah haluan pengen naik motor sama si junet." Balas kimmy
" Ih kimmy oppa juna namanya bagus - bagus malah di bilang junet." Protes Tia yang tak rela oppa yang baru beberapa minggu ia kencani namanya di plesetkan oleh kimmy.
Razel dan juna hanya bisa menggelengkan kepala mereka mendengar perdebatan antara dua orang sahabat yang sama-sama tak mau mengalah itu.
" Yaudah gini aja, kim kamu berangkat bareng aku aja gimana? Biar nanti mobil kamu di bawa dikta." Saran Razel
Hah? Ga salah denger gue dia nyebut apa? Aku? Kamu? Ke sambet setan dari mana dia . batin kimmy.
" Loe enak romantis sama pacar sendiri, lah gue masa sama pacar orang. " Sindir kimmy
" Yaudah kita berangkat sekarang, nanti keburu sore malah macet." Sahut Razel yang mengalihkan pembicaraan kimmy, ia tak ingin membahas hubungan nya dengan sherlin.
" Akhirnya kelar juga ya kim." Kata Tia tersenyum puas melihat cafe sudah rapi dan sesuai yang diinginkan Brian.
" Ga sabar gue nunggu nih cafe buka." Ucap kimmy menimpali.
" Lagian kalian mau aja di suruh bantuin si Brian. Kaya ga punya orang lain aja yang bisa dimintain tolong, ngapain coba malah ngeribetin kalian dengan hal kaya gni." Oceh Razel
" Itu karena kita sahabat ka, jadi kita harus saling bantu." Jawab Tia
" Eh tapi ga tau juga ya kalo kimmy, sahabat atau bukan." Tambahnya lagi.
Ucapan Tia membuat telinga Razel serasa panas mendengarnya.
" Loe kenapa zel, jadi merah gitu tuh muka." Juna ikut mengejeknya , membuat Razel menatap nya dengan tatapan membunuh.
" Emang kapan cafe ini dibuka?" Tanya Razel tak menanggapi ejekan juna.
" Dua Minggu lagi ka Brian akan kesini untuk grand opening nya." Jawab Tia.
" Loe mau dateng zel?" Tanya juna yang dijawab gelengan kepala oleh Razel.
" Ka Razel yakin ga datang? Beneran mau ngebiarin kimmy ketemu ka Brian?" Ucap Tia mengompori Razel sambil berbisik.
Razel menghela napas berat memikirkan ucapan Tia yang ada benarnya, tapi dia tak ingin melihat kebersamaan Brian dan juga kimmy, ia tak tau lagi harus bagaimana karena ia tak berhak melarang mereka bersama.
" Lagian gue juga belum tentu di undang kan ke acara grand opening nya, gue juga males sih ketemu Brian." Ketus Razel.
" Lagian kenapa ga berdamai aja si sama ka Brie. Kalian kan pernah jadi sahabat dulu, kenapa harus jadi musuh." Sahut kimmy.
" aku ga pernah ya cari masalah atau pun mutusin persahabatan aku sama Brian, tapi dia sendirilah yang memutuskan hubungan persahabatan nya sama aku." Jawab Razel.
...****************...