My enemy My husband

My enemy My husband
S2 Pamit



Makan malam yang seharusnya sangat hangat dengan obrolan ringan dan canda tawa, tidak berlaku di kediaman Kyara, saat ini yang terjadi justru suasana makan malam yang sangat mencekam karena tiga bocah tengik itu selalu menatap Kean dengan tatapan permusuhan membuat Kean sangat sulit menelan makanannya. Mereka bertiga benar-benar seperti CCTV yang selalu mengawasinya, bahkan saat Kean hendak memegang tangan Kyara, deheman dan sindiran terus saja di layangkan oleh tiga bocah tengik itu.


Razel dan kimmy hanya bisa menghembuskan napas pelan melihat tingkah Anzel, Kalan dan juga Dean. Ada rasa tak enak hati karena Kean menjadi tidak nyaman dengan situasi macam ini tapi Razel dan Kimmy tau mereka semua melakukan semua itu karena sangat menyayangi dan ingin melindungi Kyara, Makanya mereka selalu bersikap seperti itu setiap ada pria yang mendekati Kyara.


Setelah selesai makan malam yang cukup menegangkan itu, Kean meminta ijin pada Razel dan Kimmy untuk menjalin hubungan dengan Kyara, untuk saat ini ia ingin saling mengenal Kyara lebih dulu dengan mengikat gadis itu menjadi kekasihnya. Ingin sekali sebenarnya ia langsung melamar Kyara tapi orang tua nya belum setuju karena mereka khawatir Kean akan menyakiti Kyara nantinya, padahal tanpa orang tuanya tau Kean sudah jatuh sejatuh jatuhnya pada pesona Kyara.


" Om, serahkan semua sama Kyara. Kalau memang Kyara menerima niat baik kamu Om dan tante setuju saja Kean. " jawab Daddy Razel. Razel tak mempermasalahkan umur mereka yang terpaut cukup jauh, yang penting Kean baik dan Kyara bahagia, untuk ia dan sang istri tak masalah.


" Kyara gimana? mau gak jadi pacar Kean? " goda Kimmy dengan senyum di wajah cantiknya yang masih terlihat awet muda.


Menyatakan cinta dan meminta nya menjadi pacar Kean di depan orang tuanya sungguh membuat Kyara sangat malu, bahkan wajahnya sampai merona. Ah Kean sangat suka dengan wajah itu.


Kyara tak bisa menjawab karena rasa malunya, dia hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju menjadi kekasih Kean.


Pesona Kean memang tak terbantahkan, Kyara pun bingung kenapa bisa ia mengangguk begitu saja, seolah terhipnotis oleh pria tampan dihadapannya itu, baru beberapa kali bertemu kenapa bisa ia mau saja menjadi kekasih Kean, apa dia tidak dianggap terlalu gampangan, pikir Kyara, Ah masa bodoh yang jelas saat ini ia ingin mengenal Kean lebih dalam, pria yang membuat nya penasaran, pria yang mengambil ciuman pertama nya, pria yang sangat cepat membuat ia berdebar setiap kali melihatnya.


" Kakak yakin mau menerima om itu? tunjuk Dean pada Kean." Gak bisa kah kakak tunggu aku? sebentar lagi usia ku 17tahun kak. " pinta Dean dengan wajah memelas, ia tak peduli meski harus bicara seperti ini dihadapan Daddy dan juga Mommy Kyara.


Kyara menghela napas pelan, sangat sulit untuk Kyara menggoyahkan Dean agar berhenti menyukainya. Dean terlalu terobsesi padanya.


" Aku menganggapmu adik sejak dulu, De. sama seperti Anzel, aku gak punya perasaan lebih padamu." jelas Kyara dengan lembut. Ia berharap dengan adanya Kean saat ini membuat Dean bisa melepaskan obsesinya.


" Setidaknya beri aku satu kali kesempatan beri aku 1 bulan untuk meluluhkan hatimu kak. Kalau aku tak berhasil kakak boleh memutuskan meninggalkanku dan bersama Om itu. Bahkan Kakak baru mengenalnya tapi kakak mau memberinya kesempatan, ijinkan aku juga untuk melakukan itu. " ucap Dean dengan tatapan memohon, ia masih mencoba merayu Kyara saat ini, Walaupun Kean sedari tadi menatap tajam padanya.


sungguh bocah tengik keras kepala, bisa bisanya ia terang terangan menginginkan gadis yang sudah jadi kekasihku, bahkan berani bicara seperti itu didepan orang tua Kyara. Besar juga nyalinya. batin Kean.


Mungkin kalau tidak ada orang tua Kyara ingin sekali Kean menghadiahkan bogem mentah pada Dean agar bocah itu sadar diri, pikir Kean.


" Aku sudah memutuskan menerima bang Kean, De. Aku gak mau menyakitinya dengan memberimu kesempatan, itu sama saja aku tidak menghargai perasaan nya." Kyara masih mencoba bicara baik-baik pada Dean meski ada rasa kesal dengan keras kepalanya Dean.


Kimmy dan Razel hanya bisa saling tatap, mereka tak menyangka Dean putra dari sahabatnya benar-benar menyukai Kyara. Tatapan Dean sangat serius dalam mengutarakan isi hatinya. Ada rasa kecewa dan sedih di raut wajahnya saat lagi-lagi Kyara menolaknya, mungkin ini adalah patah hati terhebat Dean di masa remajanya.


" Maafkan aku, Dean. Kamu akan mendapatkan gadis lain yang lebih segalanya dari aku."


" Aku gak yakin ada lagi yang seperti kamu, kak. " Dean berlalu setelah mengatakannya. Dia lebih memilih ke kamar Anzel yang sedari tadi beranjak lebih dulu karena ingin menelpon Violetta.


Razel juga beranjak dari duduknya mengajak Kean ke ruang kerjanya karena ada masalah pekerjaan yang ingin mereka bahas. Sementara Kimmy memutuskan untuk berlalu ke dapur membuat kopi untuk sang suami dan juga Kean.


Kalan yang sedari tadi diam pun akhirnya mulai bicara saat mereka kini tinggal berdua.


" Kamu yakin untuk menjadi kekasihnya, Ky? Aku gak mau dia mempermainkanmu. " ucap Kalan kesal. Kalan tak habis pikir kenapa Kyara bisa secepat itu menyukai Kean.


" Sangat yakin Kal, dia mempermainkan ku atau tidak itu bukan urusanmu, biar itu menjadi urusanku. Kita juga tidak bisa bersama bukan? untuk apa kamu menghalangiku Kalan." ketus Kyara yang sudah sangat lelah dengan tingkah Kalan dan Dean.


Terlambat!! dulu saat dia ingin, Kalan lebih memilih memendam dengan alasan tak ingin menyakiti adiknya, kenapa sekarang di saat dia sudah menerima Kean, Kalan berbicara seperti ini. Pikir Kyara.


" Aku gak mau merusak hubungan kalian, dengan aku menerima kamu, Dean akan merasa lebih sakit daripada melihat aku bersama Kean." jelas Kyara.


Dean dan Anzel keluar dari kamar, disusul Kean yang juga baru saja keluar dari ruang kerja Daddy Razel.


" Pulang yuuk Kal. " ajak Dean. Ia tak ingin lebih lama berada di sana, sungguh sakit hatinya harus melihat Kyara dengan Pria lain.


Kalan hanya menganggukkan kepalanya dan mereka pamit untuk pulang lebih dulu.


Kean pun pamit pada Kyara dan juga pada Daddy dan Mommy nya.


" Om dan tante Terima kasih makan malamnya. Kean pamit pulang dulu." ucap Kean sambil mencium punggung tangan Razel dan Kimmy bergantian.


" Hati-hati ya Kean, salam untuk Mama dan Papa mu. " ucap Daddy Razel.


" Aku pulang ya, Ra. " Kean tersenyum menatap Kyara ingin sekali ia mencium gadis itu kalau saja tak ada orang tuanya saat ini. Kyara hanya mengangguk sambil tersenyum.


.


.


.


.


.


.


Sama Anzel gak pamit ?? gak sopan!!!


.


.


.


...****************...


Lah dia yang tadi menggebu gak setuju sama bang ke, sekarang bang ke gak pamit dia kesel, iri aja loe zel gak enak ya diabaikan calon kakak ipar πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚