
" Sekarang hanya tinggal kita berdua bukan? " Kean berjalan mendekati Kyara yang baru saja menutup pintu apartemen setelah kepergian Tiana.
Dengan cepat Kean melingkarkan tangannya pada pinggang Kyara agar gadis itu tak bisa lari darinya.
" Ka-mu mau apa? jangan macam-macam atau aku akan teriak." Kyara panik, ia ketakutan dengan posisi mereka saat ini.
" Mau minta imbalan karena telah menolong adikmu. " kata Kean sambil menarik tipis sudut bibirnya. Sungguh sebenarnya posisi seperti ini membuatnya tersiksa, ingin sekali ia menerkam gadis kecil di hadapannya ini, pikir Kean.
" Imbalan apa?" Pria ini tidak tulus rupanya, Bisa - bisa nya meminta imbalan karena menolong orang, pikir Kyara. Rasanya ia ingin menarik kembali kekagumannya pada pria di hadapannya ini.
" Jadilah kekasihku, Ra. Aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu. " Kean menatap mata Kyara dengan tatapan seriusnya. Sungguh bisa Kyara lihat sebuah kesungguhan dari mata Kean.
Apa ini serius? tapi bagaimana bisa pria ini memintanya menjadi kekasihnya sementara mereka tidak saling dekat sebelumnya hanya bertemu dua kali secara tidak sengaja, pikir Kyara. Benarkah pria ini orang baik? itulah yang sedang Kyara pikirkan saat ini, sungguh ia di buat dilema.
Lama menunggu tak ada jawaban juga dari bibir Kyara membuat Kean yang kesabarannya seperti selembar tisue langsung menarik tengkuk Kyara tanpa aba-aba ia mendaratkan bibir nya pada bibir ranum Kyara secara perlahan.
Tak mendapat penolakan, membuat Kean melu*mat bibir Kyara yang terasa sangat manis. Kyara yang seakan terhipnotis oleh pesona pria tampan itu refleks memejamkan matanya, bahkan tangannya ia kalung kan di leher Kean. Kyara yang sejak dulu ingin merasakan sebuah ciuman langsung terbuai oleh lembutnya bibir Kean, ia yang baru pertama kali berciuman berusaha membalas mengikuti nalurinya, susah mengimbangi Kean yang sebenarnya sudah sangat pro player dengan urusan seperti ini.
Kean melepaskan tautan bibirnya saat di rasa Kyara kehabisan napas, keduanya saling menatap penuh arti dengan napas yang masih tersengal.
" Pulang yuuk, aku takut kelamaan di sini. Nanti malah terjadi hal-hal yang di inginkan . " ucap Kean sambil terkekeh. Sungguh sulit, saat ini ia sedang berusaha keras menahan hasratnya, ia yang memulai, ia juga yang kewalahan.
Bisa- bisanya pria di hadapannya ini berkata begitu, pikir Kyara. Sungguh aneh berciuman dengan pria yang baru dua kali ia temui. itu adalah hal tergila yang pernah ia lakukan dalam hidupnya.
" Ada juga hal - hal yang tidak diinginkan, kamu aja itu mah yang pengen. " cibir Kyara. Kean hanya tertawa mendengar ucapan Kyara.
Mereka meninggalkan apartemen Tiana dengan tangan saling menggenggam. Belum ada kepastian untuk hubungan mereka. Untuk saat ini biarlah seperti ini dulu, pikir Kyara. Ia juga masih belum bisa menjawab pernyataan cinta Kean.
Kyara pulang dengan mengendarai mobilnya, sementara Kean mengendarai motor Anzel yang tadi Anzel bawa saat datang ke apartemen Tiana tapi ditinggalkan oleh Anzel saat kejadian tak terduga menimpanya. Kean mengikuti mobil Kyara dari belakang, sementara didalam mobil Kyara terus saja memikirkan perkataan Kean dan kejadian romantis yang mereka lewati tadi.
Bohong kalau ia tak terpesona dengan Kean, tapi ia belum terlalu mengenal pria itu, jadi hatinya belum yakin untuk menjalin hubungan dengan Kean.
Tak terasa mereka sudah sampai di kediaman Kyara. Gadis itu terus menatap Kean yang sedang melepas helmnya dan turun dari motor Ducati kesayangan Anzel. Gagah dan tampan itulah yang ada dipikiran Kyara, bahkan motor itu lebih cocok dikendarai oleh Kean dari pada sang adik, pikir Kyara.
" Besok kuliah jam berapa? " pertanyaan Kean membuyarkan lamunan Kyara yang sedang terbayang ciuman mereka tadi, ah sungguh malu rasanya saat ini.
" Aku gak ada kelas besok." Kyara menjawab dengan wajah yang memerah membuat Kean tersenyum, sungguh menggemaskan saat sedang malu-malu seperti ini, pikir Kean.
" Mana ponselmu? " Kyara menyerahkan ponselnya pada Kean. " Aku sudah menyimpan nomermu, dan normerku sudah ku simpan di ponsel mu. Aku pulang dulu, nanti aku akan menghubungi mu. "
" Gak mau masuk ke dalam dulu? " tanya Kyara lembut, hal itu sontak membuat hati Kean berbunga-bunga, ingin sekali dia masuk tapi ia harus mampir kerumah orang tuanya lebih dulu.
" Lain kali ya, besok saja kita bertemu. Aku harus kerumah mama dulu sekarang. " Kean mendaratkan ciuman di kening Kyara yang membuat hati Kyara menghangat mendapat perlakuan manis seperti itu dari Kean.
" Hati - hati dan terima kasih untuk hari ini. " Kean hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum manis.
Aneh dan gila memang, baru dua kali bertemu Kyara sudah jatuh ke dalam pesona si tua bangka Kean secepat itu, benar-benar pro player, pikir Christian. Ia yang melihat hal itu pun di buat bingung, semudah dan secepat itu mereka menjadi dekat, seperti dua orang yang sudah lama saling mengenal dan menjalin kasih. Christian yang sedari tadi hanya menunggu di dalam mobil, terus memperhatikan interaksi keduanya, setelah mengantar Anzel ia tidak turun sama sekali, karena merasa asing dengan rumah Anzel jadi dia memutuskan menunggu Kean di dalam mobil saja.
Kean langsung melangkahkan kakinya menuju mobil nya yang tak jauh dari tempat ia memarkirkan motor Anzel, tapi langkahnya terhenti saat tangan nya sudah memegang gagang pintu mobil, Kean berbalik dan menatap Kyara
" Jangan mencoba mengganti nama yang aku simpan di ponselmu ! " teriak Kean dengan nada mengancam.
Kyara yang di buat penasaran langsung melihat ponselnya, ia membelalakkan matanya saat melihat nama itu di ponselnya abang sayang
Kean terkekeh melihat ekspresi Kyara dari dalam mobilnya.
Christian mulai melajukan mobilnya sambil melirik sekilas kearah boss nya. Kean sedang tersenyum manis sambil melihat layar ponselnya, sebuah nama yang ia simpan di dalam ponselnya dengan sebutan calon masa depan
Tak pernah ia sangka, di usia yang sudah 32 tahun ia justru jatuh cinta pada gadis muda yang sama sekali bukan tipenya yang seorang playboy. ia menggelengkan kepala, merasa lucu sendiri dengan sikapnya saat ini.
.
.
dasar tua bangka, kalau sudah jatuh cinta seperti orang gila, senyum-senyum sendiri.
-christian-
.
.
...****************...