
Liburan mereka pun berakhir, Sherlin pun sudah kembali ke negara S. Sebenarnya Brian sangat berat melepas sang kekasih apalagi mereka baru saja mulai berkencan, sudah pasti rindu akan memenuhi hari-harinya nanti.
" Oma! " teriak Kimmy saat memasuki kediaman orang tuanya, Kimmy mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah, tapi kediaman orang tuanya tampak sangat sepi.
" Kak, Oma sama mama kemana ya?" Tanya kimmy pada sang suami.
" Aku gak tau sayang, coba aku telepon mama dulu. Kamu coba tanya bik sum."
Kimmy mencari bik sum, yang sudah pasti saat ini sedang berada di halaman belakang mengurus tanaman-tanaman Oma.
" Bik sum! " panggil Kimmy .
" Eh non Kimmy sudah pulang dari Bali? Kok Ibu sama Oma gak bilang bibik ya, tau gitu bibik bisa buatkan makanan buat non Kimmy dan Juga tuan
Razel.
" gak apa-apa bik, aku emang sengaja gak bilang, rencananya tadi pulang dari Bali mau nginep di sini, tapi Kok mama sama oma gak ada ya bik, pada kemana sih?"
" Loh ga bilang sama Non kimmy?" Kimmy menggelengkan kepalanya. " Ibu lagi menemani Oma menjenguk cucu temannya yang baru aja melahirkan." jelas bik sumi.
" Ooohh gitu, yaudah kalau gitu aku kekamar dulu deh! Bik nanti malam masakin Kimmy teriyaki ya."
" Siap non, laksanakan!"
Kimmy menghampiri Razel yang masih mencoba menghubungi sang ibu mertua yang sedari tadi belum menjawab panggilannya.
" Kak, Oma sama mama lagi pergi. kita ke kamar aja yuuk ! aku cape mau istirahat."
" Yaudah, ayo sayang!" Ucap Razel sambil merangkul bahu sang istri.
********
Malam hari pun tiba, Kimmy dan Razel makan malam bersama oma , mama dan papa Kimmy sambil menceritakan bulan madu mereka sekaligus liburan bersama para sahabat laknat Kimmy dan Razel. Setelah selesai makan malam Kimmy dan Oma memutuskan menonton drama Korea kesukaan mereka.
Sampai waktu tengah malam Kimmy yang mulai mengantuk akhirnya memilih untuk tidur duluan meninggalkan sang Oma yang masih asik melihat Oppa pujaan hatinya yaitu song Joongki.
" Kim, besok temani oma nonton Vicenza lagi ya? ucap oma saat Kimmy bangun dari duduknya.
Sontak membuat Kimmy menepuk jidatnya sendiri.
" Namanya vincenzo oma, bukan vicenza. itu mah peralatan masak Oma." ucap Kimmy tampak sewot.
" Sama aja, hampir sama kan namanya."
" Bodo amat, terserah Oma!" Kimmy berlalu meninggalkan sang oma yang malah terkekeh melihat kekesalan sang cucu yang minim akhlak itu.
Sebelum tidur Kimmy melakukan kegiatan yang menyenangkan dulu bersama sang suami, hingga dua jam lamanya, padahal matanya sudah sangat berat tapi karena sentuhan sang suami yang begitu memabukkan membuatnya tak bisa menolak dan malah membuat gairahnya semakin berkobar.
Baru tidur selama 1 jam tiba-tiba Kimmy terbangun merasakan perutnya yang sangat lapar. Ia ragu antara membangunkan suaminya atau tidak, Kimmy berusaha memejamkan matanya lagi tapi tetap tak bisa tidur sampai dengan terpaksa ia membangunkan Razel.
" Kak bangun, aku lapar " ucap Kimmy sambil menggoyangkan lengan sang suami.
" Emang ini jam berapa?" tanya Razel yang masih memejamkan matanya.
" udah waktunya sarapan ya yang? ko aku ngerasa baru aja tidur ya." Ucap Razel yang akhirnya bangun dari tidurnya dan mengubah posisinya menjadi duduk di atas ranjang.
" Belum kak, ini masih jam 3." sahut Kimmy santai.
" Ya ampun yang pantesan mata aku masih berasa berat banget, ternyata masih gelap? kamu lapar? mau makan apa? atau mau dimakan lagi kaya tadi? Kata Razel menaik turunkan alisnya.
" Ih kamu tuh isi otaknya itu terus, aku serius lapar kak, mau makan nasi goreng."
" Yaudah minta bik sum atau mba atiek aja, atau kamu mau pesan online aja sayang?" tanya Razel.
" Jangan bilang kamu suruh aku bikin nasi goreng?" tanya Razel yang sudah mulai was-was
" Engga kak, makanya kalau aku lagi ngomong dengerin dulu!" kesal Kimmy. " Aku mau nya Juna yang masakain nasi goreng Kak."
Seketika mata Razel membulat mendengarkan permintaan konyol sang istri.
" Juna kan gak bisa masak Yang, kamu ngadi-ngadi aja deh, masih enakkan masakan bibik, atau tukang nasi goreng dari pada masakan si Junet, dia masak mie instan aja gak enak sayang, apalagi nasi goreng." oceh Razel panjang lebar.
" Tapi aku cuma mau Juna yang masak kak, Yaudah kalau kamu gak mau nurutin maunya aku, mending kamu tidur di kamar sebelah aja sana." Kimmy langsung merebahkan badannya membelakangi sang suami yang sedang terduduk di tepi ranjang sambil bersandar.
" Bukan gitu sayang, ini kan udah malam Juna pasti lagi tidur kecapean abis enak-enak kaya kita, udah gitu aku juga takut kalau masakannya gak enak nanti malah bikin kamu jadi sakit." Razel masih mencoba memberi pengertian pada sang istri yang tengah merajuk.
Ia melihat bahu istrinya yang bergetar menandakan wanita tercintanya sedang menangis, Razel langsung memeluk istrinya dari belakang dan berbisik di telinganya " Yaudah aku telepon Juna dulu ya, aku suruh kesini. Kamu jangan nangis lagi, aku gak suka liatnya yang."
Kimmy langsung berbalik menghadap sang suami dengan wajah bahagianya mendengar sang suami akan menuruti permintaannya .
" Beneran sayang?" tanya kimmy dengan nada manja
" Iya beneran yang, yaudah aku telepon dulu ya."
tut..... tut...... tut......
satu.....dua....tiga.....setelah lama menunggu akhirnya panggilan tersebut diangkat oleh sang pemilik ponsel.
" Ada apa si zel, ganggu banget! loe ga punya jam ya? Dasar bos gak ada akhlak. ganggu istirahat orang aja." Kesal Juna saat menjawab panggilan dari Razel, ia yang baru saja satu jam lalu memejamkan mata harus di ganggu dengan suara telepon dari sang bos yang nol adab itu.
" Ke rumah mertua gue sekarang, penting banget ini menyangkut istri gue, yang perut nya lg gak enak dia gak bisa tidur.buruan ! " titah Razel.
" Yaudah gue kesana sekarang." Juna mematikan sambungan teleponnya.
" Kenapa oppa?" tanya Tia yang sedari tadi hanya mendengarkan percakapan sang suami dan juga suami sahabatnya.
"Kimmy, yeobo . kayanya sakit perutnya sampai gak bisa tidur, jadi aku disuruh ke sana." jelas Juna.
" Yaudah yuuk, aku ikut ya oppa." ucap Tia beranjak dari ranjang sambil menarik tangan Juna.
Bukannya beranjak dari duduknya Juna justru menahan tangan Tia." Tunggu dulu ."
" Kenapa lagi oppa? Kan kita harus ke rumah Kimmy sekarang.
" Pake dulu bajunya yeobo, masa mau telan..jang gitu." Juna terkekeh melihat Tia yang panik langsung beranjak dari ranjang tanpa mengenakan pakaiannya.
" Ya ampun aku sampai lupa oppa saking paniknya. Kamu sih ngajakin telan.. jang terus."
Setelah memakai pakaian masing-masing, Juna dan Tia bergegas ke kediaman Kimmy.
" Lama banget sih loe." keluh Razel yang sedari tadi gelisah menunggu kedatangan Juna di ruang tamu.
" Yaelah Zel cuma 30menit, lama apanya sih." celetuk Juna.
" Kimmy mana kak? dia kenapa? perut nya sakit?? Tia mencecar Razel dengan berbagai pertanyaan.
" Kimmy ada di meja makan."kata Razel santai sambil berjalan menuju meja makan.
Juna dan Tia saling pandang dengan raut wajah yang sama-sama bingung , mereka pikir Kimmy sakit dan sedang berapa di kamar, tapi kenapa malah berada di meja makan.
" Kimchi loe kenapa?" Tanya Tia menghampiri sang sahabat yang sedang duduk dengan wajah cemberut di meja makan.
" Gue mau di masakin nasi goreng sama Junet, perut gue laper banget sampai gak bisa tidur."
...****************...