
brakkkkk
Astaga Kean, apa yang kamu lakukan
Saat keduanya tengah asik berciuman, Tiba-tiba suara pintu yang di buka kasar mengagetkan keduanya , sontak keduanya menoleh ke arah pintu.
Kean benar-benar lupa mengunci pintu ruangannya. Ia tau inj jam makan siang pasti didepan ruangannya tidak ada Christian, karena kalau asistennya itu ada, dia pasti sudah memberitahunya perihal kedatangan orang tuanya.
" Mama, papa. Kenapa ada di sini tanpa memberitahuku? " Kean mencoba bersikap biasa saja tapi tidak dengan Kyara yang sedang menahan malu, ia hanya bisa menunduk tanpa berani menatap kedua orang tua Kean, rasanya ia ingin lari saat ini juga, perutnya yang lapar mendadak kenyang karena malu. Kesan pertamanya sangat buruk, pikir Kyara.
" Kamu sedang apa tadi? " tanya Hera dengan tatapan tajam ke arah Kean sambil duduk bersama sang suami di hadapan putranya.
" Mama kan punya mata, bisa lihat kan aku sedang mencium kekasih ku, kenapa juga mama tidak mengetuk pintu, tidak sopan. " keluh Kean pada Hera dengan santai tanpa beban. Kyara semakin malu di buatnya, kenapa harus dipertegas, pikir Kyara. ia hanya menunduk sambil meremas jari-jarinya sendiri.
Mama Hera tak menanggapi ocehan gila anaknya itu, ia sibuk menatap seorang gadis yang terus menunduk, mungkin ia takut dan malu, pikir Hera.
" Kamu siapa? apa kamu pacar Kean? " tanya Hera dengan lembut agar gadis dihadapannya tidak merasa terintimidasi olehnya. "
Perlahan Kyara mengangkat wajahnya yang sudah merah merona dan mata nya membola menatap Hera. " Tante kan?.... "
" Iya tante teman arisan Mommy kamu. Tante mama nya Kean si playboy cap kaki tiga itu . " sindir Hera pada sang putra yang terlihat merengut kesal.
" Kenapa cap kaki tiga? memang aku minuman? kaki ku kan cuma dua? " pertanyaan unfaedah itu keluar dari mulut Kean.
Papa Haris menghela napas pelan.
" Ia cap kaki tiga, lihat saja setiap ada wanita cantik langkah mu sangat cepat untuk mendekatinya."
" Sudah diam, kenapa jadi kalian yang ribut." gerutu Hera kesal, padahal dia yang memulai bicara seperti itu sehingga Kean bertanya, tapi kenapa kini malah dia yang marah, pikir Haris.
" Kamu berkencan dengan playboy ini Kyara? kamu yakin? usiamu bahkan masih muda. Apa kamu siap menjadi istri Kean? Bagaimana kalau kamu jadi janda di usia muda. Mama gak bisa membayangkan nanti. " cecar Mama Hera.
" Astaga mama menyumpahi aku mati atau bagaimana? aku benar-benar bukan anak kalian sepertinya ." Tega sekali mama nya berkata seperti itu, pikir Kean.
" Harusnya kau sadar diri, Ke. Kyara gak pantas jadi istrimu, Masa dia harus bersanding dengan tua bangka sepertimu yang sebentar lagi akan expired, mana playboy lagi. " celetuk Mama Hera membuat Kyara langsung menatap tajam ke arah Kean.
" Mama kenapa membuka keburukkan ku di masa lalu, nanti Kyara salah paham. Aku sudah tak seperti itu lagi. Aku ini playboy menuju tobat. " Kean menoleh ke arah Kyara dengan menampilkan deretan gigi putihnya berharap sang kekasih tak merajuk setelah ini.
" Itu kenyataannya Kean, Kyara harus tau seperti apa dirimu sebelum dia menyesal. " sarkas sekali ucapan mama nya, pikir Kean. Ia takut Kyara akan berubah pikiran mendengar ocehan sang mama yang sudah benar-benar membuka aibnya. Masa iya aku harus menjadi jomblo setelah pacaran kurang dari 24 jam, batin Kean.
" Aku ingin menikah dengan Kyara, aku serius kali ini, aku benar-benar jatuh cinta padanya Ma. mungkin dulu aku playboy tapi itu semua ku lakukan karena hanya ingin mencari wanita yang tepat untuk menjadi pendamping ku, Ma. " kata Kean dengan tatapan penuh kesungguhan.
Kyara tersentuh mendengarnya, Meskipun Kean playboy dan pandai bermain kata tapi kali ini kata cinta yang keluar dari mulut Kean dan keseriusannya pada Kyara itu adalah nyata ia benar-benar jatuh cinta sedalam itu pada Kyara sehingga tak ada keraguan untuk menjadikan Kyara istrinya secepatnya.
" Sayang, jangan percaya ucapan siapapun termasuk mama, dia hanya ingin membuat ku buruk di matamu. padahal aku tidak seperti papa yang dulu suka celup sana sini." Kean berucap sambil memegang erat tangan Kyara, sungguh ia takut Kyara meninggalkannya.
plak
bantal sofa mendarat tepat di wajah tampan Kean. " Anak kurang ajar, kenapa membahas masa lalu papa yang buruk di depan anak rekan bisnis kita. Mulut mu seperti tidak pernah sekolah, Ke. " kesal Haris. Sungguh malu ia rasanya, Kean selalu membahas itu apabila terpojok, seolah-olah Kean ingin mengatakan bahwa papanya lebih buruk dari dirinya. padahal mereka berdua jelas sama buruknya.
" Mulutku ini sekolah lah,Pa. Masa iya tubuhku sekolah tapi mulutku, aku tinggal di rumah. Mana bisa begitu. " sahut Kean.
Kyara hanya bisa tersenyum mendengarkan perdebatan tiga orang dihadapannya itu, Keluarga Kean sangat lucu menurut Kyara, walaupun keluarga Kean agak aneh, tapi sepertinya Kyara harus membiasakan diri dengan situasi macam ini, pikirnya.
Papa dan mama Kean hanya bisa menghela napas sambil memijat pelipis mereka, kepala Hera dan Haris mendadak pusing setelah bertemu Kean.
" Sayang kamu pulang aja, kelamaan di sini nanti otak kamu terkontaminasi oleh ucapan mama dan papa." Aku akan mengantarmu, ayo. kita makan siang di luar saja." bisik Kean.
" Gak usah Bang, Aku pulang sendiri aja. Kan ada orang tua kamu, masa ditinggal." kata Kyara yang tak enak hati dengan orang tua Kean.
( salah sendiri belum makan main nyosor aja, udah ga tahan !! tuh Kyara ampe ga berselera karena udah malu lama lama berada disitu)
" Aku mau bertemu Vio dulu, nanti makan siang sama Vio aja bang. "jawab Kyara yang memang ingin menengahi pertengkaran adiknya dengan Violetta. Bukan ingin ikut campur tapi sepertinya kalau mereka berdua sama-sama keras kepala masalah ini akan berlarut-larut, pikir Kyara.
" Baiklah, diantar sama christian ya, nanti aku akan menghubungimu. " Kean ingin memajukan bibirnya tapi Kyara langsung menahan bibir Kean dengan tangannya sambil menggeleng pelan. Tak enak hati karena ada orang tua Kean di hadapannya.
Kyara beranjak dari duduknya dan pamit pada orang tua Kean, tak lupa ia mencium punggung tangan mama dan papa Kean. Christian yang sudah selesai makan siang langsung menghampiri Kyara setelah mendapat pesan dari bossnya untuk mengantar kekasih boss nya itu menemui Violetta.
" Pa, Ma lamar Kyara untukku. Aku sudah tak sabar menjadikan dia istriku. " ucap Kean tanpa basa basi setelah Kyara keluar dari kantornya.
" Tapi Ke... "
" Kalian mau aku membuat Kyara hamil dulu, baru menikahinya? " celetuk Kean tanpa dosa.
plak
Hera menepuk mulut Kean yang sangat suka asal bicara dengan tenaga penuh.
" Sakit Mama. " teriak Kean sambil mengelus bibirnya, bukannya mendapatkan ciuman yang nikmat dari Kyara, bibirnya malah mendapat pukulan dari telapak tangan sang mama.
" Kamu kalau ngomong suka sembarangan. " sahut Mama Hera.
" Jangan bikin malu, Kean. Mau taruh dimana muka papa dihadapan tuan Razel dan istrinya. " kesal sang Papa dengan ancaman gila putranya itu.
" Muka papa ya di taruh didepan lah. Masa mau ditaruh di bawah, nanti yang ada ke injek-injek. " Lagi-lagi jawaban di luar nalar yang keluar dari mulut Kean.
sontak membuat Mama Hera mengeluarkan pertanyaan unfaedah nya " Taruh di depan mana, Ke? di depan rumah tetangga? "
" Jangan lah, Ma. Nanti di kira orang Muka papa di buang oleh pemiliknya. " tawa Kean dan Hera pecah, benar-benar ibu dan anak yang sangat sefrekuensi, pikir Haris. Candaan unfaedah yang hanya dipahami oleh mereka berdua, kalau seperti ini seperti ibu dan anak yang sangat akur. padahal sebaliknya.
" Maka dari itu lamar Kyara untukku. " Kean kembali dengan mode seriusnya. Setelah puas menertawakan dan meledek sang Papa.
" Tapi berjanjilah jangan menyakitinya Kean. Dia gadis yang baik, orangtuanya juga teman Mama dan papa jadi jangan mempermalukan kami dengan kelakuan playboymu itu. " ucap sang Mama dengan serius.
" Kean janji Ma, hanya akan ada Kyara dalam hidup Kean. Sudah cukup Kean bermain, sekarang saatnya Kean menata hidup Kean bersama Kyara. "
Mama dan papa Kean luluh dengan ancaman sang anak untuk membuat Kyara hamil, bukan tak mungkin mereka sangat tau Kean seperti apa. dia bisa nekat melakukan hal itu, jiwa playboy nya benar-benar tak boleh ditantang, Mereka juga yakin dan percaya bahwa Kean yang sekarang sudah berubah, hanya ada pancaran cinta di matanya untuk Kyara.
.
.
.
.
Kalan, Dean siapkan hati kalian..
Akulah pemenangnya, Kyara sebentar lagi akan jadi milikku seutuhnya, Tak akan ada lagi kesempatan untuk kalian merebut Kyara dari ku.
.
.
...****************...